
Hayyy aku balik lagii❤️❤️❤️
aku rindu sama kalian hehehe
yuk, met baca ya guyss
***
Malam pun tiba. Kedua mata Bilmar masih menatapi jam dinding yang terus berdetak dihadapannya. Ia meletakan tangan kanannya kebelakang kepala diatas bantal. Sedangkan yang satu tangan lagi ia letakan didada.
Sesekali ia melirik ke arah Alika yang sudah tertidur pulas. Kadang kaki nya melayang jatuh menimpa perut sang suami, Bilmar dengan setia selalu membetulkan posisi tidur Alika yang begitu lasak seperti bocah.
"Aku masih khawatir memikirkan kamu, Al !"
"Bagaimana jika pelaku itu masih mengincar kamu?"
"Melihat kamu diambang kematian saja, aku seperti ingin ikut, Al !"
"Bagaimana nanti nasib aku tanpa kamu?"
Sekumpulan batin Bilmar menggema, Ia pun bangkit lalu duduk disamping Alika, untuk terus melihati wajah cantik sang istri.
Tak beberapa lama kemudian
Alika membuka matanya perlahan, dengan pandangan yang masih merayap-rayap ia pun mulai melihat jelas bahwa Bilmar tengah menatapinya dengan senyuman.
"Kok kamu belum tidur sayang?" tanya nya sambil membelai pipi sang suami.
"Aku belum ngantuk sayang, tidur lah lagi. Aku tetap disini untuk menjaga kamu!"
"Tapi, Bil. Ini sudah jam 2 pagi, kamu besok kan harus berangkat ke kantor." Alika mengalihkan matanya untuk melihat jam dinding.
"Oh, atau kamu lagi ingin ya Bil? maafkan aku ya, aku ketiduran sehabis Isya. Ayo sayang, aku siap nih." Alika mulai melepas kancing-kancing piyama nya satu persatu. Seketika tangannya pun terhentikan.
"Nggak sayang, aku ingin lihat kamu tidur saja malam ini. Kalau aku mau itu, tanpa membangunkan kamu, aku pasti langsung on the way." Bilmar berdecis geli.
__ADS_1
Alika pun menarik tangan suaminya untuk tidur didalam pelukannya. "Ayo sini, aku peluk kamu Bil!"
Bilmar pun mengangguk, ia mengikuti kemauan sang istri. Tidur sambil memeluk tubuh Alika yang begitu mungil.
Alika menciumi kedua pipi Bilmar dengan penuh kehangatan.
"Kalau ada yang mengganjal dihati kamu, jangan disimpan sendiri ya. Kamu harus tetap terbuka sama aku!"
"Aku cuman nggak ingin, kamu disakiti lagi, Al!"
"Nggak sayang, aku berjanji akan berhati-hati dan terus berdoa kepada Allah SWT untuk menjaga kita dari segala marabahaya."
Bilmar pun mengangguk tanda setuju. Ia mulai memejamkan kedua matanya untuk tidur sekarang. Karena baginya pelukan Alika adalah penawar untuk menghempaskan rasa gundah yang saat ini tengah dirinya rasakan.
Semoga saja badai cepat berlalu.
***
"Kamu jadi siang ini ke kantor Papa Luky?" tanya Bilmar kembali sebelum masuk kedalam pintu kemudi mobilnya.
"Iya boleh, yang penting kamu harus diantar Mang Dana. Kalau mau berangkat atau sudah sampai sana, harus kabari aku ya!"
"Ayo kita berangkat!"
Suara Papa Bayu muncul dari belakang mereka. Beliau terlihat masih membenahi kancing jas kerjanya. Hari ini Papa Bayu memutuskan untuk ikut dengan Bilmar ke EG. Ia ingin melihati sejauh mana perkembangan EG selama dikelola oleh putranya.
Alika bergantian mencium punggung tangan Bilmar dan Papa Bayu.
"Hati-hati ya Nak, dirumah." ucap Papa Bayu, Alika hanya mengangguk senyum melihati mertuanya masuk kedalam mobil.
"Aku berangkat ya sayang." Bilmar mencium kening istrinya lalu turun setengah menunduk untuk menciumi perut Alika yang masih datar. "Jaga Mamamu ya, Nak."
Bilmar terus menatapi wajah Alika sambil berlalu memasuki mobil, lambaian tangan sang istri pun menemani kepergiannya.
Bilmar masih memutar-mutar kemudi mobilnya. Dengan tatapan masih kedalam layar ponsel, Papa Bayu memecah keheningan diantara mereka.
__ADS_1
"Bil? sepertinya kamu harus mencari orang untuk mengganti posisi Rendi di EG."
"Loh, kenapa Pah?" Bilmar menoleh sedikit.
"Papa Luky akan menempatkan Rendi dan Binar bersamaan untuk mengurus Arcorp!"
"Lalu bagaimana dengan Alika Pah?"
"Maksudnya--?" Papa Bayu menoleh.
"Bagaimana posisi Alika didalam keluarga ini Pah?"
Tentu sesuai urutan pewaris sah, Alika lah yang pantas untuk memegang kedua diantara perusahaan terbesar Artanegara.
"Peranan jabatan, maksudnya?"
Bilmar hanya diam. Tidak berani berucap jauh.
"Alika tidak punya background ilmu dalam bisnis, Bil. Kalau kalian bertiga kan, sudah ahli. Papa rasa Alika tidak akan mempermasalahkan hal ini."
"Iya, Pah."
Papa Bayu masih bersikap biasa menatap kembali ponselnya, tinggalah Bilmar yang terus memikirkan bagaimana perasaan Alika. Semoga saja istrinya tidak cemburu atas keputusan ini.
Entah bagaimana ekspresi Alika ketika melihat Binara sudah kembali bergabung di Arcorp.
***
Berikan aku semangat terus ya...
Like Vote Rate dan Komen..🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
__ADS_1
With love, gaga😘