
Ayoo !! siapa nih yang lagi nungguin, dah pada buka kanπ€π€
Keep reading guyss
***
"Humm..." rintihan desis beriringan keluar dari pasangan suami istri ini.
Perlekatan mereka terus begulir ketika Bilmar berhasil menggendong tubuh Alika ke atas ranjang istimewa.
Plung...
Alika dijatuhkan lembut diatas seprei putih yang mewah. Tidak sia-sia menyewa harga kamar dengan puluhan juta semalam. Ini akan sangat berarti menjadi kenangan bersejarah untuk mereka berdua.
"Uhh..!" Alika merintih hebat ketika helaian handuk dapat dibuka bebas oleh suaminya. Kedua mata Bilmar tercekat takjub memuji pandangan yang kini ia rasakan tanpa penolakan.
Wah buah candil !
Bilmar melepaskan seluruh apa yang kini ia pakai ke sembarang tempat. Kini mereka berdua sama-sama terbebas dari ikatan kain yang sedari tadi menutupinya.
Bilmar terus melakukan aksinya, jika kemarin Alika yang brutal dengan beberapa pukulan ke arah Bilmar. Kali ini berbeda, Bilmar yang tengah brutal menghujani Alika dengan iringan kecupan kenikmatan duniawi.
"Uhhh, Bil..!" Alika mengerang, kedua tangannya memeras seprei yang menjadi sandaran tubuhnya, ketika Bilmar berhasil menyentuh anak kedua gundukan odading kepemilikan Alika.
Bilmar mengangkat wajahnya, melihati bagaimana wajah Alika saat ini. Wajah wanita itu memerah, terus memejamkan matanya untuk menikmati setiap lukisan yang diberikan oleh Bilmar. Melihat Alika sudah masuk perangkap, Bilmar merasa lebih semangat untuk menjelajah ke lekukan manapun yang ia sukai.
Bagian atas pun habis dikeruk tanpa sisa, semoga saja bukan luka lebam yang dioleskan oleh Bilmar disana. Jika ia, sudah pasti ia berubah seperti Vampir yang tengah haus akan darah.
"Ayihhh...!" Alika mengerjap matanya, ia merasa seperti akan ada yang keluar sesaat lagi.
Ketika Bilmar melolong menyusup ke bagian sumber inti tubuhnya.
"Bil..!" kedua tangan Alika kini sudah berpindah mencakar kedua pundak Bilmar. Ia sudah tidak tau lagi bagaimana aktivitas suaminya saat ini.
Ia kembali menutup matanya, kembali menyusuri radar rasa yang sedari tadi ingin membuncah keluar namun belum sampai.
Kemudian
__ADS_1
Im Coming Sassy..yeay
Sempat-sempatnya Bilmar berujar seperti itu, sontak membuat mata Alika terbelalak.
"Siapa tuh Bil? ada orang yang mau masuk?"
Aktivitas mereka pun terhenti sebentar.
"Kenapa sayang?" tanya Bilmar dalam posisi sudah seperti cicak menempel pada goa.
"Itu tadi kamu ngmong apa?" balas Alika pelan.
Penampilan Alika sudah hancur lebur saat ini.
Karena Alika sedang tidak fokus antara dua dunia nya, ia salah dalam mengartikan ucapan suami nya yang nyeleneh.
"Siap-siap aku mau ketemu sassy!"
"Hah?" mulut Alika menganga hebat. Takut ada serangga masuk, Bilmar pun mulai membungkamnya dengan cepat, kembali menyusurinya dengan menggulung-gulungkan lidah dengan saliva.
"Duh...sempit !" Bilmar sudah memasuki terowongan di Alaska.
"...Perih, Bil!"
"Uuhhh..sassy in coming!"
"....Sakit, Bil!"
"Tahan sayang..!"
"Bil, udah----" Alika seraya mau melepas dan mendorong suaminya.
Kemudian ada dering HP berbunyi tepat disamping telinga nya.
Alika menoleh cepat, diikuti lirikan tajam dari Bilmar ke arah Alika. Ia dengan cepat menghalau tangan Alika ketika bermaksud untuk meraih benda itu.
"Jangan Al, nanti aja!"
__ADS_1
"...Udah ah Bil, besok lagi aja!" Alika mengerang pedih.
"Tahan dulu bentar..sayang."
"Bil, itu pasti Maura yang telepon!"
Alika menggunakan nama anak mereka, agar Bilmar mengalah untuk menghentikan perjalanan nya menjelajah terowongan Alaska.
"Biarin aja ! nanti bisa ditelepon balik."
"Maafin Papa ya, Nak. Bukan maksud melupakan Maura, tapi kesempatan untuk memecah sassy tidak akan terjadi lagi, ini sekali seumur hidup!"
Bilmar terus beraksi, memuncak, mengerang dan memeras gerakannya untuk semakin cepat menggapai larva yang sebentar lagi mengalir deras.
Sepertinya suara amukan dari Alika sudah tidak ia dengar lagi. Ia sudah tenggelam akan lembah yang ia ingin sejak dulu.
"Al...uuuhh!" rintih Bilmar mengudara.
Tubuh mereka sama-sama menerjang, helaan nafas naik turun, kedua tangan saling menggenggam erat. Sebuah peluh telah mengalir tercurah.
Akhirnya Bilmar bertemu dengan Sassy.
"Tidak pernah ku merasa, se nikmat ini ! terima kasih Tuhan, aku bersyukur tanpa henti kepadamu, jagalah wanita ini selalu hanya untuk aku dan Maura,"
Bilmar mendaratkan satu kecupan dikening dan berbisik.
"Terima kasih banyak ya sayangku.."
Alika terus memejamkan matanya, entah mengapa ia saat ini. Mungkin saja sudah pingsan sedari tadi.
πππ
***
Nih bonus buat kalian, tiga episode buat hari ini. Semoga kalian nggak pernah bosen sama cerita mereka ya.
Beri aku semangat untuk Like dan Vote dari kalian ya..serta tinggalkan komen..makasi guysπππ
__ADS_1