
Hayy kesayanganku🤗🤗
Aku balik lagiðŸ¤
yuk guys mari baca
🖤🖤
***
Sesuai dengan keinginan Papa Luky. Semua anak-anak nya sepakat untuk membawa lelaki paru bayah ini, menginap dirumah Papa Bayu sampai pernikahan Binara berlangsung.
Papa Luky ingin di rawat secara khusus oleh putri-putrinya, terutama dengan Alika.
Bilmar terus memberikan senyum bahagia ke arah spion dengan tangan sibuk mengemudikan mobil. Ia melihat Alika dan Binara saling memeluk Papa Luky.
Sesekali Rendi pun melirik ke arah spion mengikuti jejak Bilmar. Mereka berdua tersenyum senang melihati kebahagiaan dan kehangatan antara Papa dan Anak.
Mereka berlima sangat rukun di dalam mobil. Papa Luky melebarkan kedua tangannya untuk saling mengunci tubuh kedua putrinya.
"Papa, benarkan sudah mendingan?" tanya Binara
"Sudah, Nak. Papa sudah merasa lebih baik sekarang.."
Tanpa terasa Alika sudah tertidur pulas di dada sang Papa. Ia terdengar mendengkur pelan.
"Cantik-cantik kok mendengkur, Nak?" Papa Luky tertawa lalu mencium dahi Alika. Sontak mereka semua yang ada didalam mobil ikut tertawa terbahak-bahak.
"Bukan hanya mendengkur Pah, setiap malam tidur nya lasak. Itu yang membuat aku sangat mencintainya---"
"Adeuh...romantis banget sih kalian! Aku jadi nggak sabar mau liat Binar kalau tidur kaya apa.." sambung Rendi masih dalam gelak tawa.
"Hustt! Malu ih Kak, ada Papa!" Binar melemparkan helaian tissu yang sudah sedari tadi ia genggam menjadi kepalan bulat.
"Alhamdulillah Papa senang, kalian bisa akur seperti ini. Semoga kalian semua saling menyayangi, seperti Papa dan Papa Bayu!"
"Aamiin---" jawab mereka bersamaan.
Papa Luky masih menatap wajah Alika yang masih tertidur pulas. Di belai wajah anaknya dan di cium kembali kening kepemilikan Alika. Ada tetesan air mata yang tidak sengaja jatuh. Papa Luky terus mendekapnya seperti Alika kecil berusia dua tahun.
__ADS_1
"Alika ini persis mirip sekali dengan Mamanya. Wajahnya, sifatnya, gaya bicaranya, tanda lahirnya." Lalu Papa Luky menoleh ke arah Binara. "Kalau Binar, wajahnya perpaduan antara Papa dan Mama. Sifatnya baik seperti Kakaknya." Binara terus memeluk sang Papa. "Kalian harus rukun ya, Nak!" Papa Luky kembali mendaratkan kecupan hangat di dahi Binara.
"Sayangnya, percintaan Papa dan Mama tidak semulus perjalan cinta kalian. Walaupun Papa sempat kecewa karena mengetahui Mamamu sudah menikah lagi dengan pria lain. Namun seperti nya rasa sakit itu terbayar, ketika Papa sudah bisa memeluk kalian berdua---"
Tanpa sengaja air mata bahagia pun menetes dari dua bola mata Bilmar. Ia menyekanya dengan senyum membahana. Begitu pun dengan Rendi, ia sangat terharu. Karena melihat Binara kembali bahagia. Ia tidak menyangka jika akhirnya ia bisa menikahi Binara dan menjadikan istri untuk selama-lamanya.
"Pah, sekarang Mama udah bahagia lihat kita disana. Mama nggak akan lagi merasa bersalah karena udah memisahkan kita.." sambung Binara dengan cepat. Ia tidak mau Papa Luky menjadi sedih kembali.
"Iya, Nak! Papa faham, saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan Alika dan Bilmar begitupun Binara dan Rendi."
Papa Luky kembali membawa matanya untuk menatap wajah Alika. Yang semakin tertidur pulas.
"Lentik sekali bulu matanya, sangat cantik. Alika lelah ya, Nak?" ucap Papa Luky sambil mengelus-elus tangannya.
"Apakah di klinik banyak pasien, Bil? Sampai Alika terlihat sangat letih seperti ini?" Papa Luky merubah pandangannya ke arah Bilmar yang masih fokus menyetir.
Bilmar menghela nafasnya dalam-dalam. Lalu ia pun berujar.
"Ada masalah tadi di EG, Pah."
"Masalah, Bil?"
Tanya Binar dan Rendi beriringan.
"Iya---"
"Masalah apa, Nak? Menyangkut Alika?"
"Iya Pah. Tadi setelah mendapat kabar Papa sakit, Bilmar kembali mendapat kabar yang nggak baik. Gudang obat klinik EG terbakar, yang membuat Bilmar cemas adalah, ketika tahu Alika dan teman-temannya sedang berada disana, untunglah ada karyawan yang menolongnya tepat waktu.."
"Hah?" suara Rendi dan Binar terdengar nyaring.
"Kok bisa, Bil?"
"Aku belum tahu secara rinci kejadiannya, Alika juga menjelaskan dasarnya aja, Ren!"
"Ada yang kamu curigai?"
"Aku sempat menghajar si Danu, aku fikir dia otak dari semua ini. Nyatanya dia yang menolong Alika di kejadian tadi."
__ADS_1
"Cobaan apa lagi sih, ini. Kasian Kakaku selalu saja mendapar musibah seperti ini!" Keluh Binara.
Mereka kembali terdiam dalam keheningan.
Terlihat wajah Papa Luky langsung pucat. Ia kembali meringis karena dada nya seperti tertekan. Amat terasa sesak mengetahui anak nya akan menjadi sasaran buah kejahatan orang lain.
Ia kembali mendekap tubuh Alika dengan erat.
"Papa disini, akan selalu melindungi kamu, Nak! Putriku....hartaku!"
***
Oh yaa selagi kalian nunggu cerita ini update kalian juga bisa baca karyaku yang lain ya:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘
__ADS_1