
Selamat malam
Aku kembali guyss
Selamat baca ya
❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
"Tuan-----" Seru Alika.
Kedua matanya mengerjap dan hembusan nafas begitu saja tercuat dengan kasar.
Alika fikir nyawanya akan habis hari ini. Karena lelaki yang tengah berdiri diambang pintu itu sedang menatapnya fokus dan lurus, namun semua ketakutan itu menghilang ketika Diego kembali bertanya dengan suara tenang.
"Kamu mau bawa Sela pergi kemana, Berlian?" Suara itu terasa lembut dan hangat.
Diego melanjutkan kembali langkahnya untuk menghampiri mereka, Gadis pun sudah mengangkat kedua tangannya agar tubuhnya diraih oleh Diego.
"Daddy..." Seru Gadis senang.
"Sepertinya ia hanya mendengar kata-kata terakhir aku saja, oh syukurlah!" Alika melekukkan kepalan tangannya didada. Nafasnya terasa lega.
"Saya berencana untuk membawa Sela terapi Tuan, itupun kalau Tuan berkenan..." Ada saliva yang terdorong dengan kuat untuk menutupi alasannya. Alika berdalih kembali.
"Tapi?" Diego kembali menoleh ke wajah Gadis. "Anakku trauma, bagaimana kalau setelah sampai disana, dia merajuk?"
Gadis terus melihati wajah Daddy nya. Anak itu tidak faham kemana arah pembicaraan saat ini.
"Tenang Tuan, sebisa saya akan merayu Sela.."
__ADS_1
"Hemm, ya kamu benar! Buktinya dia mau didekati kamu sekarang."
Diego tersenyum lalu mencium pipi Gadis. "Kayanya dia tau, kalau kamu itu akan menjadi calon ibunya--"
Jap.
Kedua bibir Alika terbuka begitu saja. Hanya diam tanpa memberikan jawaban apa-apa. Dia lupa ada Diego yang terus mendambanya. Ia pasti akan sakit untuk kedua kali, jika mengetahui Alika tengah berbohong.
"Tuan, mungkin masih banyak wanita yang lebih terhormat dari pada saya, pasti gak akan ada yang bisa menolak anda! Mengapa harus saya?"
Raut wajah Diego yang sedari tadi tersenyum bahagia, kini berubah menjadi tatapan kebencian. Bola matanya menatap lurus sudut kamar Gadis, seolah berbicara kepada hatinya yang paling dalam, bagaimana melepas rasa kecewa yang masih bertahta. Ia masih kecewa dengan wanita itu.
"Dengan pertanyaan kamu seperti ini, itu tandanya kamu sudah menolak saya!" Ada jeda sebentar, lalu ia berucap kembali. "Kamu kan bilang tidak akan ada wanita yang bisa menolak saya? Berarti kamu pun tidak akan menolak saya, kan?"
Alika memberikan senyum tipis. Ia sedikit meringis karena terjebak dalam ucapannya sendiri.
"Ah, baik Tuan..Saya pamit pulang dulu---Sela, suster pulang ya!"
Diego tahu jika Alika mengalihkan pembicaraan ini. "Mungkin kamu belum siap, kita masih ada waktu banyak untuk saling mengenal---" Diego tetap tidak patah arang, ia yakin Alika bisa di tahlukan.
"Apa aku jujur kepadanya, kalau aku sudah menikah? Tapi kalau aku jujur, dia pasti kecewa dan marah. Serta langsung menjauhiku! Dan aku nggak akan bisa mengutik lagi info tentang Gadis. Diego adalah salah satu kunciku saat ini..." Ujarnya dalam hati.
"Kamu mau saya antar pulang?" Suara itu kembali memecah lamunannya.
"...Oh, nggak usah Tuan! Saya ada yang jemput, ayah saya itu galak banget. Dia nggak akan suka saya diantar sama lelaki yang belum sah menjadi suami saya. Lagian juga jalanan dikampung saya sempit, mobil nggak akan bisa masuk!"
"Siapa yang akan menjemputmu?"
"...Paman saya Tuan." Jawabnya singkat.
Diego diam sebentar, ia terus menimang-nimang keputusan yang ingin ia keluarkan. "Ya baiklah, hati-hati dijalan ya. Besok kita siap-siap ke Rumah Sakit."
Alika kembali bernafas lega. Dengan segala senyum untuk keduanya, ia pun mengangguk dan pamit.
"Saya permisi ya Tuan...Dada sayang--" Alika melambaikan tangan kepada Gadis. Anak itu pun merespon kembali dan melakukan hal yang sama untuk Suster nya.
Alika dengan langkah seribu berjalan cepat untuk keluar dari sana, ia tidak mau Diego menemaninya sampai ke gerbang utama.
****
Tin.
Bunyi klakson mobil Binar terdengar nyaring disaat ia tahu ada mobil Bilmar yang sedang terparkir didepan mobilnya saat ini.
__ADS_1
Ia pun turun dan berjalan ke arah mobil itu. Mengetuk-ngetuk jendela mobil Bilmar. Bilmar yang sedari tidur langsung bergeliat cepat membuka matanya dengan sekejap.
"Binar?" Desahnya ketika melihat adik iparnya terus mengetuk-ngetuk jendela mobil.
"Kakak ngapain disini?" Binar langsung berucap ketika jendela mobil bergerak turun ke bawah.
Binara sudah berjanji akan menjemput Alika untuk mengantarnya pulang setelah selesai bekerja di rumah Ny. Gweny.
"Kamu yang ngapain disini?"
"Hh..." Ia berdecak dan berjalan cepat memutari mobil untuk masuk ke kursi penumpang.
"Kakak ngapain disini? Emang gak kerja?"
"Ya nungguin istri lah, siapa lagi memangnya---"Bilmar berdecak malas. "Aku khawatir dengan Alika, aku takut ia diketahui. Bisa bahaya Bin, apa nggak ada cara lain selain Alika menyamar? Sumpah, aku gak tenang mikirin dia!"
Binara mengubah tatapan wajahnya menjadi nanar. Ia tahu sang Kakak mau terjebak dalam masalah ini karena ingin berkorban untuknya.
"Maaf..." Ucap Binar sendu. "Ya udah Kak, aku akan bilang sama Kak Alika, kalau misi ini nggak usah diteruskan lagi."
Bilmar menghela nafasnya. "Bukan gitu, Bin. Masalahnya didalam rumah itu ada laki-laki yang dipanggil Daddy sama anak kamu. Dia adalah lelaki single dan dari penuturan Alika, lelaki itu suka padanya..." Bilmar terus memijit-mijit pangkal ceruk hidungnya.
"Hah, maksudnya gimana Kak?"
"Jadi...." Ucapanya begitu saha terhenti ketika melihat Alika tengah menuju mobil dengan sedikit berlari.
Membuat Bilmar dan Binar bertanya-tanya. Binar pun turun dari mobil dan menghampiri Kakaknya.
"Ayo cepat masuk ke dalam mobilmu, Bin! Ikut kita kerumah!" Perintah Alika. Ia menyuruh cepat Binara masuk kedalam mobilnya. Sedangkan Alika langsung duduk di kursi sebelah Bilmar.
"Jangan tanya apa-apa dulu, ayo cepat kita pulang!"
Ucapan Alika membuat Bilmar mengatupkan kembali kedua bibirnya ketika ingin bersuara untuk menyambut kedatangan istrinya.
"Kamu kenapa sayang...?"
"Ayo cepat jalan! Nanti aja dirumah!"
Alika tidak mau meninggalkan bekas apapun yang akan membuat keluarga federic curiga tentangnya. Apalagi jika Diego melihat ia tengah dijemput oleh dua mobil mewah. Tentu saja penyamaran ini akan berakhir. Dan Gadis dengan gampangnya terlepas begitu sana darinya.
Mobil Bilmar dan Binara saling beriringan, melaju dengan cepat untuk sampai kerumah.
Alika akan menceritakan semua ini kepada Binara dan Bilmar. Tentang ganjalan apa saja yang ia temui di keluarga itu.
__ADS_1
*****
Like dan Komen ya Guyss