
Hayy pagii semua❤️
sayang-sayangku, cinta-cintaku. Aku hadir kembali nih..
Mari baca guyss
🤗🤗
***
Semenjak perdebatan itu terjadi. Malam ini menjadi malam yang sangat dingin untuk mereka berdua. Bilmar memutuskan untuk tetap membeku diruang kerja, sementara Alika tetap membisu dikamar mereka.
Dari tempat berbeda mereka sama-sama menangis, mengerang dan memaki. Bukan menangisi tentang kekecewaan hati yang telah mereka dapatkan.
Tapi menyesali beberapa ucapan dan tindakan yang sudah mereka keluarkan dari diri mereka masing-masing. Yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik tanpa memakai emosi dan perhelatan batin.
"Kenapa aku harus berbicara seperti itu tadi! Aku menyesal-----!" peluh Alika.
"....Harusnya aku nggak tampar kamu, tadi! Aku menyesal.." lirih Bilmar.
Sebait penyesalan terus menggema di dalam relung jiwa mereka. Bilmar dan Alika lupa bahwa pernikahan itu bukanlah melulu tentang cinta. Akan ada badai dan topan yang selalu mengiringi langkah mereka.
"Harusnya aku bisa jaga ucapanku---!"
"...Apakah betul aku posesif??"
Dalam pernikahan bukan hanya ada kamu dan aku. Bukan hanya ada keegoan suami dalam mengurus istri. Terlalu cemburu,
Terlalu menguasai, mengekang, menyekat akses nya hanya karena ketakutan semata. Tanpa bicara apakah istri senang diperlakukan seperti itu.
Dan bukan hanya keegoan istri. Tidak bisa mengontrol diri pada saat berbicara, langsung memaki, mengumpat dan membuat kebencian di hati suami.
"Aku salah, Bil! Terlalu gampang untuk selalu mengucap kata cerai ketika kita sedang berselisih faham.."
Jangan sekali-kali istri dengan mudah mengucap kata cerai hanya karena dimabuk emosi sesaat, namun jika suamimu sedang diluar kendalinya.
Seketika mereka pun mengiyakan, maka habislah pernikahan kalian. Sah lah kalian dalam bercerai, tidak ada ampun lagi walau setelah itu kalian hanya bisa berucap dalam ketidaksengajaan.
"...Aku terlalu takut kehilangan kamu, Al! Aku begini pun untuk kamu..."
Jangan sekali-kali juga suami ringan dalam bermain tangan. Karena jika ada bekas luka, walau sakit sudah tidak ada. Namun bekas lukanya akan selalu ada dan abadi. Seperti paku yang sudah tertancap di dinding. Ketika dicabut, maka bekasnya tidak akan bisa tertutup kembali.
__ADS_1
"Aku nggak ingin berpisah dari kamu, Al.."
".....Enggak! Aku nggak ingin kita berpisah..!!"
lirihan hati mereka saling terpaut. Cinta mereka memang terlalu kuat. Namun ego mereka sama-sama besar.
Lambat laun jika ego terus bertahta dalam mengiringi rumah tangga mereka, lama kelamaan cinta akan pudar dengan sendirinya.
Rasa itu akan hilang tanpa bekas, pernikahan akan terasa hambar. Hanya akan ada rasa ingin menjalani rumah tangga hanya karena ada kaitan tentang kehidupan anak, bukan karena cinta dan terus ingin bersama. Bukan untuk terus menjadi suami atau istri yang ingin mendapatkan ridho dari Illahi.
"Aku cinta banget sama kamu, sayang---"
"...Aku nggak bisa hidup tanpa kamu, Bil!"
Lalu.
Mereka sama-sama saling menyeka air mata. Menggenapkan perasaan untuk meminta maaf duluan.
"Aku yang salah, Al---"
"...Ini salahku, Bil...!"
Kemudian.
Dan.
Blass.
Langkah kaki mereka pun terhenti. Tubuh mereka kembali bertemu. Bilmar dan Alika pun saling bertatap lagi setelah kejadian tadi. Guratan penyesalan tercetak jelas dalam raut wajah mereka masing-masing.
Dalam jarak sejauh lima meter, mereka saling terdiam melihati diri masing-masing. Hanya ada nafas-nafas tersengal dari pancaran tubuh mereka.
"Bil?"
"Al?"
Mereka saling memanggil dalam lirihan hati yang terus memuncak. Tiga jam dalam keheningan untuk mempelajari ego masing-masing. Sepertinya berhasil membuat mereka mendapatkan pelajaran berharga untuk bisa saling merubah sikap dan watak.
Kini.
Tanpa menunggu lama, mereka saling menghampiri, saling memeluk dan mendekap erat. Saling meluapkan rasa penyesalan dan terus meminta maaf. Menangis bersamaan.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku cinta kamu!"
"Aku juga cinta kamu, maafkan aku, Bil!"
Papa Bayu tersenyum bahagia melihati mereka dari atas anak tangga. Karena sejatinya persoalan dalam rumah tangga ini memang hanya mereka yang bisa selesaikan. Hanya mereka yang harus saling mengalah. Hanya mereka yang harus terus belajar dari setiap kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat untuk mempertahankan pernikahan ini.
Dan
Memang HANYA MEREKA yang bisa memetik hikmah dari semua ini.
Berbahagia lah selalu Bilmar dan Alika. Cinta kalian terlalu kuat untuk bisa dipisahkan begitu saja.
***
Aku masih ada beberapa part hari ini, tapi untuk waktunya nggak runtutan ya guys..jadi tungguin ajah❤️❤️
Oh yaa selagi kalian nunggu cerita ini update kalian juga bisa baca karyaku yang lain ya:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
__ADS_1
With love, gaga😘