
Hayy aku balik lagii guyss...
tiga episode untuk hari ini yah❤️
yuk ah mari baca
🤗🤗
***
Malam bermandikan bulan, membuat cahayanya menyeruak masuk kedalam hati pasutri yang kini sudah kembali membaik. Bilmar tidak akan menyangka, secepat ini hati Alika akan luluh, masih terngiang-ngiang dikepalanya tentang kata perceraian yang mencuat dari bibir wanita yang sudah satu bulan dinikahinya. Menunggu Alika selama 12 tahun adalah penantian teramat panjang dalam hidup Bilmar. Tentu perceraian akan membuat mereka menjadi gila untuk kedua kalinya.
"Bil?" panggil Alika sambil memunggungi menatap fokus ke meja rias miliknya.
"..Hmm?" jawab Bilmar terus mengelus-elus rambut Alika dari belakang. "Ayo tidur, aku akan menjaga mu malam ini!" sambung Bilmar.
"Aku nggak bisa tidur, Bil."
"Kenapa? masih sakit tangannya? apa mau ke Dokter lagi?"
"Sedikit, tapi sudah lebih baik sekarang."
"Lalu kenapa nggak bisa tidur?" tanya Bilmar mulai meletakan kepalanya diceruk leher Alika sambil mengunci tubuh mungil sang istri dengan tangannya.
"Aku bilang sama Binar, kalau ia harus memperbaiki hubungan dengan Papa nya."
Mendengar kalimat itu membuat Bilmar terasa meradang kembali, masih hangat dibenak nya untuk mencurigai Papa Luky yang akan menyakiti istrinya.
"Bil? kok kamu diam?"
"Oh ya terus--?" jawab Bilmar malas.
"Bagaimana menurut kamu? aku benarkan?"
__ADS_1
"..Hmm..iya benar." nada Bilmar semakin malas untuk membahas masalah ini.
"Aku ingin besok kita ke kantor Papanya Binar--"
"Untuk?" selak Bilmar cepat, raut wajahnya sudah berubah jadi tergelak kaget yang hebat.
"Kamu harus mengembalikan Binar kepada Papanya, agar Binar cepat menikah dengan Rendi, sayang. Aku nggak tega kalau harus liat dia tinggal berduaan saja dengan ART di Apartemen."
"Maksudnya, menceraikannya ya?"
"Iya, Bil!" jawab Alika antusias, namun sikapnya berbanding terbalik dengan Bilmar saat ini. Ia menjadi diam, hening dan mulai mengembalikan posisi tubuhnya menjadi terlentang menatap atap. Dirasa tubuh Bilmar berubah dari posisi memeluknya, membuat ia berfikir macam-macam lagi.
"Kenapa? kamu masih belum mau menceraikan Binar, Bil?" ucap Alika tetap memunggungi suaminya, tanpa mau menoleh.
"Mau kok, udah kamu tenang aja. Nggak usah takut!"
Bukan ia tidak mau menceraikan Binara, tapi ia tidak mau membangunkan keganasan Papa Luky untuk saat ini. Bilmar takut, Papa Luky akan nekat untuk membahayakan nyawa Alika. Maka dari itu ia haru menunggu dulu informasi tentang kecelakaan Alika barusan, apakah betul memang hanya kelalaian Alika atau ada unsur orang ketiga dibalik kejadian ini.
"Aku mau nya kita kesana besok, Bil!" dengan rasa ingin meluluhkan hati suaminya, ia pun menoleh dan mendekap tubuh Bilmar, menjatuhkan kepalanya didada atletis itu.
"Kenapa memang Bil? kamu malu ya bawa aku kesana? apa kamu udah tahu kalau Papa Luky pasti akan meremehkan aku?" wajah Alika mengerut sedih.
"Bukan masalah itu sayang, percaya deh! aku cuman pengen kamu istrihat aja sekarang, aku nggak akan maafin diri aku kalau nanti kamu kenapa-napa!"
Alika mendongakan wajahnya menatap dagu Bilmar yang lancip. "Emangnya aku bakal kenapa, Bil?"
"Aku akan lebih posesif sama kamu dalam segala hal untuk saat ini. Aku nggak mau kejadian kemarin kembali terjadi."
"Kejadian tadi itu, hanya keteledoran aku, Bil! maafin aku udah buat kamu panik ya sayang." Alika mencium pipi Bilmar dari samping.
"Jadi tetap besok aku tidak boleh ikut bersama kalian?"
"Iya, nggak Al. Bukan hanya ke kantor Papanya Binar, melainkan jika ingin ke beberapa tempat yang tidak penting aku tidak akan mengizinkan mu!"
__ADS_1
"Iya baiklah, aku faham!
"Ayo tidur lah sayang, aku akan tetap terjaga untuk kamu malam ini!"
"Yakin, bil?"
"Demi Mbak-mbak kantin yang dulu suka godain aku pas di SMA."
"Ihh apa sih Bil, masih diingat aja!"
"Aku ingat lah waktu kamu tidur dikelas dulu."
"Aku juga ingat waktu kamu pup dicelana, Bil!"
Kemudian mereka berdecis geli menghamburkan tawa untuk merebak didalam kamar mereka yang sangat mewah melebihi anak ratu dan raja.
"Bisa banget kamu bohongnya, mana ada aku udah ganteng dari lahir dan keren kaya gini, bisa Pup di celana."
"Iyalah aku tahu kamu kan anak sultan."
"Sayang...?" panggil Bilmar membawa arah mata Alika untuk menatapnya. "Apa, Bil?"
"Berjanji ya kamu untuk selalu kuat terus berada disisi aku, melawan untaian topan dan badai kala menerpa rumah tangga kita. Dan jangan berhenti untuk mencintai aku ya, Al. Aku dan Maura sangat membutuhkan kamu!"
"Kenapa kok jadi melow gini, Bil. Kok jadi serem ya?"
"Kamu mau janji, Al?"
Alika terdiam sebentar, ia belum mau menjawab. Bukan karena ia tidak ingin berjanji tetapi ia hanya memikirkan ucapan Bilmar yang membuatnya menjadi gundah gulana.
***
Ih..Wow, terharuu banget aku tuh 😭😭 liat komenan kalian. Dengan kalian terenyuh membuat aku semangat 45!❤️❤️
__ADS_1
Like, Vote dan Komen ya😘🤗
Makacih, with love gaga❤️😘