
Hayy aku balik lagii🖤🖤
yuk marii baca guyss
🤗🤗
****
Terlihat mobil Bilmar sudah memasuki gerbang utama kawasan EG. Sepanjang jalan Alika tidak melepaskan tubuhnya untuk tetap bertengger, dibawah lengan sang suami yang sedang fokus mengemudikan mobilnya.
"Loh Bil? kita kok terus aja? nggak parkir disana?" tanya Alika ketika mobilnya sudah melewati parkiran EG pusat.
"Mulai saat ini, aku akan memarkirkan mobil kita di parkiran Klinik. Aku akan mengantarkanmu sampai sana dan menjemputmu kembali."
"Makasi ya sayang.."
Bilmar mengangguk dan memberi senyuman merona diwajahnya. Entah mengapa lelaki itu terlihat sangat gagah dan berkarisma dengan jas kantor yang kini tengah ia pakai.
Ia sangat cocok dengan jabatan yang saat ini tengah ia emban, sebagai seorang Presiden Direktur EG. Sesuai mimpi yang pernah ia ucapkan kepada Alika dimasa SMA dahulu.
Alika pun terlihat cantik, ia sedikit berdandan hari ini, mungkin juga karena aura kehamilan yang begitu memancar diraut wajahnya.
"Subhanallah..." Alika mengucap syukur begitu takjub.
Kedua mata Alika begitu terpaku. Tanpa kedipan ia terus melihati penampilan baru Klinik yang sudah lama tidak ia datangi.
Dirinya langsung membuka pintu mobil dengan cepat dan turun menatap suasana Klinik yang begitu berbeda.
Tidak berapa lama Bilmar pun turun menyusul sang istri yang tengah berjalan sedikit ke pertengahan pekarangan Klinik.
"Kamu suka--?"
Alika menoleh cepat, senyumnya mengembang begitu saja. Wajahnya terlihat terang benderang.
"Kamu yang---?"
Bilmar mengangguk dan kembali tersenyum.
"Ya Allah sayang, terima kasih banyak." Alika menghambur ke pelukan Bilmar. Bergeliat penuh manja dan bahagia. Bilmar begitu menikmati pancaran bahagia yang kini menghiasi wajah istrinya.
"Aku nggak nyangka, kamu bisa sepeka ini?"
"Iya dong, karna aku tahu tempat ini adalah sumber kebahagiaan kamu, Al!"
"Iya Bil, aku selalu punya cita-cita untuk membuat Klinik ini menjadi seperti yang aku mau. Ada taman dan bunga-bunga disekitaran pekarangan Klinik. Dindingnya dicat warna favorit aku. Aksen interior klasik untuk penampilan depan Klinik." Raut wajah Alika begitu berbinar, lalu ia kembali memeluk tubuh suaminya.
Alika mendekatkan wajahnya sedekat mungkin menatap kedua bola mata Bilmar
"Oh sayang..kenapa kamu bisa tahu semua keinginan aku?"
Lalu dengan cepat Alika meletakan satu jarinya untuk mendorong bibir Bilmar yang ingin mengecup bibir nya.
"Eittss, nggak Bil! nggak disini!"
"Di mobil aja gimana?" Bilmar mulai memberikan tatapan menggoda. Ia mulai mengunci pinggang Alika dengan satu tangannya.
Alika mendelikan kedua mata nya. "Nanti malam aja!"
__ADS_1
"Yess!!!" seru Bilmar bahagia.
Terlihat semua karyawan yang tengah berlalu lalang. Mengerutkan kening mereka ketika melihati Alika yang masih bercanda-canda dengan sang Presiden Direktur mereka.
Saling tertawa dan saling merangkul.
Ada apa dengan mereka?
Apakah mereka sudah menikah?
Apakah mereka berpacaran?
Bagaimana Alika bisa dekat dengan Bapak Presdir EG?
Apakah mungkin Alika hanya menjadi simpanan? ah! Alika tidak sederajat dengannya!
Sekumpulan pertanyaan yang bertahta dibenak mereka yang menatapi Alika dengan tatapan tidak suka.
Lalu bagaimana dengan Alika?
Saat ini ia sudah tidak perduli lagi. Ia sudah tidak mau mendengarkan perkataan orang lagi, atau memberikan klarifikasi bahwa mereka telah menikah.
Karena baginya, dengan Bilmar tetap berada disampingnya dan setia hanya kepadanya, itu semua sudah cukup bagi Alika.
"Dasar wanita jalangg!" desis Danu diseberang arah berlawanan. Ia begitu panas melihati kemesraan Alika dan Bilmar saat ini. "Lihat saja nanti, tunggu pembalasanku!"
Raut kemarahan terus mengembang di wajah lelaki ini. Ia terus mengepalkan kedua tangannya untuk meninju apapun yang bisa ia hentak saat ini.
"Kakak..?" teriak Bella dan Sofia secara bersamaan, mereka berlari menghampiri Alika yang kini sudah sampai di ambang pintu. Mereka pun saling memeluk dan mencium pipi Alika.
"Alhamdulillah sekarang kamu sudah sembuh Kak."
Mereka saling merangkul, memeluk tubuh mungil Alika. Bilmar hanya tersenyum bangga melihat mereka saling sayang dan saling membutuhkan.
"Ya Allah..Subhanallah---!" Alika kembali mengucap syukur. Dirinya kembali terkejut ketika melihati suasana dalam Klinik begitu berbeda.
Semua dinding dipasang full wallpapper, beberapa sofa penunggu pasien diganti dengan yang baru dan lebih cozy. Meja dan lemari perawat pun diganti dengan dengan kualitas yang lebih baik. Barang-barang diklinik seketika menjadi baru kembali.
"Oh cintaku..." Alika memberikan kembali Bilmar dengan pelukan dan masih berteriak-teriak manja.
"Terima kasih sayang, aku suka banget!"
"Duh Sof lihat mereka! jiwa kejombloan gue jadi meronta-ronta---!"
"Iya Bell, mereka cuman bisa buat kita ileran!" Bella mencebik.
"Kalau sudah waktunya, kalian juga akan menikah dengan orang yang kalian cintai." sambung Bilmar.
"Hey Kak Bilmar." sapa mereka bersamaan.
"Lanjutkan lah dulu aktivitas kalian, aku masih ingin berada disini." ucap Bilmar lalu duduk di salah satu sofa.
Karena saar ini masih pagi, jadi belum terlihat ada karyawan yang datang untuk berobat kemari.
"Baiklah, kalau butuh apa-apa. Katakan ya sayang.." ucap Alika.
Ia pun berlalu membawa tubuh dua gadis itu untuk mendekat ke meja Perawat.
__ADS_1
Terlihat Alika tengah melakukan breafing kepada Bella dan Sofia. Memeriksa catatan kunjungan pasien dan mendata kembali rekam medik pasien yang masih menumpuk di meja. Menghitung kembali pemakaian obat dan bahan habis pakai yang telah digunakan.
"Aku butuh catatan yang ini.."
"Ini, kak."
"Bukan sayang, harusnya seperti ini Bell.."
Secuit percakapan mereka yang terdengar ditelinga Bilmar.
"Kamu masih seperti dulu, cerdas dan pintar, cantik dan baik hati. Itulah kamu, istriku! sangat beruntungnya aku kembali memilikimu didalam hidupku!" ujar Bilmar dalam hatinya. Ia terus mengembangkan senyumnya ke arah mereka.
"Aku berjanji, akan membuatkanmu Klinik-klinik lain yang lebih besar dari ini!"
Namun rasa senyum Bilmar seketika terganggu ketika ada pesan masuk kedalam ponselnya.
Bil, cepatlah datang sayang. Aku sudah sampai, menunggumu di sini.
Pesan singkat yang disertai dengan gambar foto seorang wanita yang tengah menyilakan pahanya di ruang kerja Bilmar di EG saat ini.
Bilmar langsung menghapus pesan singkat itu tanpa aba-aba. Ia tidak mau menimbulkan jejak apapun yang akan membuat ia dengan Alika kembali ribut besar.
Wajah Bilmar seketika geram. Rasa nikmatnya untuk terus menatapi kesibukan sang istri saat ini terhancurkan begitu saja.
"Sayang, aku kembali ke kantor ya. Jika urusan ku sudah beres, aku akan kesini lagi menemanimu!" Bilmar memberikan kecupan hangat didahi sang istri.
"..Duh Bell, mereka nggak bisa sedikit aja untuk puasa bermesraan ya kalau lagi didepan kita?"
"Namanya juga pasangan bucin.."
Bella dan Sofi saling berbisik dan diiringin gelak tawa kecil.
"Heh! aku dengar ya..!" Alika mencebik
"Nggak apa-apa, biar kalian bisa latihan nanti." sambung Bilmar meledeki mereka.
Bella dan Sofia hanya bisa merengut lalu tertawa kembali.
"Baiklah, hati-hati ya cinta." Alika memberi sambutan kepergian untuk sang suami.
"Akan aku bereskan dia, untuk kamu. Al!"
****
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
__ADS_1
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘