
Hayy aku balik lagi nih❤️ makasi kalian selalu setiaa🤗🤗
yuk ah mari baca
❤️🖤
***
"Alika?"
Seketika ia menolehkan wajahnya yang masih bercahaya berkilau-kilau, ke sumber suara. Ia masih terbawa suasana bahagia karena pertemuannya dengan Papa Luky barusan. Lalu datanglah Bilmar dengan langkah cepat sedikit berlari merengkuh tubuh istrinya.
"Kamu dari mana? aku cemas, sedari tadi mencari kamu, Al!" ucap Bilmar dengan tatapan tidak suka dan begitu sangat khawatir karena takut akan ada yang mencelakai istrinya lagi.
"Aku tadi ke toilet. Pulang yuk, Bil. Aku mau istirahat dirumah."
"Iya sayang, ayo kita pulang." balas Bilmar sembari merangkul tubuh sang istri, ia tahu Alika masih terlihat lemas dan lesu. Bukan hanya tubuhnya melainkan hatinya pun tengah gundah gulana. Karena hasil usg kehamilannya.
Ketika ia tengah menyusuri lorong Rumah Sakit menuju pintu keluar, ia tidak sengaja melihat Papa Luky tengah duduk bersama asistennya didepan poli jantung.
"Papa Luky? sedang apa? apakah dia sakit?" hati Bilmar bertanya-tanya.
Ingin ia hampiri, namun niat itu diurungkan, ketika ia sudah mendapatkan jawaban dari Rendi mengenai hasil rekaman cctv itu. Membuatnya sedikit acuh dengan lelaku paru bayah ini, Ia yakin Papa Luky adalah biang keladi dari kecelakaan Alika kemarin. Tatapannya berubah menjadi kasar dan gelisah. Entah mengapa ia jadi benci melihat orang tua itu. Walau Bilmar belum mendapatkan kebenaran secara pasti, tetap saja ia percaya bahwa instingnya selalu benar.
Ia terus merangkul tubuh Alika dengan langkah cepat untuk secepatnya pergi dari tempat ini. Ia tidak mau jika Papa Luky melihat istrinya. Ia takut Papa Luky akan semakin membahayakan Alika, apalagi kini ia tengah mengandung.
"Bil, kamu kenapa sih? kok buru-buru kaya gini?" Alika merasa aneh dengan sikap Bilmar yang seperti sedang dikejar-kejar hantu.
__ADS_1
Ia melepas rangkulan Bilmar dari tubuhnya. Tiba-tiba Alika merasa tubuhnya begitu lemah dan lemas, hampir saja ia meloloskan tubuhnya ke bawah untuk jatuh ke tanah, dengan cekatan kedua tangan Bilmar meraihnya dengan secepat kilat. "Tuh kan, kamu masih lemas! makanya aku rangkul kamu, biar kamu nggak jatuh. Aku ingin cepat-cepat bawa kamu pulang dari sini!"
Alika hanya menggangguk, membiarkan dirinya dipapah oleh Bilmar kedalam mobil.
Ia merasa harus cepat pergi dari sini, sebelum kehadiran mereka terlihat oleh Papa Luky.
Selama diperjalanan, tidak ada yang mereka bicarakan sepatah kata pun. Alika dan Bilmar tetap menatap jalan yang sama dihadapan mereka namun dengan pemikiran yang berbeda.
Jika saat ini Bilmar masih menahan kesal karena penjelasan Rendi ditelepon, lain hal dengan Alika yang malah bahagia saat ini, ia seperti mendapatkan kekuatan jika janinnya akan berkembang dengan baik karena ucapan semangat dari Papa Luky barusan.
Ia merasa sangat bahagia ketika memeluk lelaki paru bayah itu, pelukan yang berbeda ketika ia memeluk Papa Samsul yang selama ini dianggapnya sebagai Papa Kandung.
Bilmar meraih tangan sang istri untuk digenggam dan diletakan diatas pahanya. "Kamu kenapa sayang? kok senyum-senyum sendirian?" suara Bilmar menghancurkan keheningan diantara mereka. Seberat apapun hati Bilmar, pandangan untuk memperhatikan istrinya, tidak akan ia lewatkan begitu saja.
"Nggak kok sayang, aku cuman.." Alika kembali diam, menelan salivanya dalam-dalam lalu kembali berujar.
Setelah melepas rasa kebahagiaan yang mencuat dari bibirnya, ia langsung mendekap tubuh Bilmar, bertengger dibawah lengan, memeluk dada sang suami.
Begitu lirih dan peluh hati Bilmar kala ini. Ia tidak bisa membayangkan jika Papa Luky akan tega menyakiti atau menyingkirkan Alika dari hidupnya untuk selama-lamanya. Seketika wajah Bilmar berubah menjadi tegang dan kaku. Kedua matanya terus menatap jalan dengan kasar, jika memang Papa Luky ada kaitan dengan semua masalah ini. Ia tidak akan segan-segan untuk memintai pertangggung jawabannya.
"Aku janji, akan selalu jaga kamu dari dia--"
Dalam pejaman matanya, kening Alika berkerut-kerut. "Dia siapa, Bil?" tanya Alika sedikit mendongakkan wajahnya.
"...Hmmm...dari dia yang akan menjahati kamu, mungkin saja...aku cuman asal, jangan diambil hati ya, ibu hamil harus fresh terus, jangan stress dan harus santai. Apapun yang kamu inginni selama hamil, katakan sama sama aku. Insya Allah selama aku bisa, aku akan turuti kemauan kamu." balas Bilmar sembari mencium pucuk anak rambut sang istri. "Walau semisal aku lagi ingin makan steak asli Turki dan inginnya makan disana? apa kamu mau antar aku kesana, Bil?"
"Ya, apapun itu. Selagi aku bisa, doakan aku selalu panjang umur. Aku pasti akan selalu ada buat kamu dan anak-anak. Sebisa aku dan sekuatnya aku."
__ADS_1
"Kamu akan selalu panjang umur, Bil! jangan tinggalin aku kaya Mas Aziz, lebih baik aku aja yang ninggalin kamu duluan. Aku nggak akan sanggup...!" Alika pun menangis sejadi-jadinya didada sang suami. Membuat kebasahan di kemeja Bilmar.
Mobil pun ditepikan di bahu jalan, Bilmar ingin meredakan kesedihan dihati Alika. Karena ia tahu perasaan Ibu hamil itu tidak menentu, akan emosi, sedih dan bahagia dengan keadaan naik turun. Bagaimanapun Bilmar sudah punya pengalaman dalam merawat Istri yang tengah mengandung.
Tetap mendekap dan mengelus-elus lengan sang istri, meraih tangan Alika untuk dicium nya agak lama sambil memejamkan kedua matanya.
"Kita tidak akan saling meninggalkan sayang, aku janji. Aku akan selalu berusaha sekuat tenaga aku untuk menjaga kalian. Akan selalu bekerja dengan giat untuk memberikan kalian kehidupan yang terbaik." Bilmar menghela nafasnya yang sedikit tersendat karena dekapan Alika yang begitu kuat. "Aku mencintai kamu dan Maura melebihi jiwa dan diri aku, Al. Jadi kamu nggak perlu minta untuk dijagain, aku pasti akan melakukannya dengan senang hati dan sesuai kewajiban aku sebagai suami!"
Alika hanya bisa mengangguk dan terus menangis mendengar semua jawaban Bilmar.
Dalam keheningan ini Bilmar mulai meraih dagu Alika, untuk merapatkan kedua bibir mereka untuk saling menyatu dan memagut.
Membuka,
Melebarkan,
Menyatukan kedua lidah agar bersatu dalam cuatan saliva yang mulai berdecit dalam heningnya mobil ditepi jalan. Kini tangisan Alika telah berubah menjadi suatu rintihan nikmat, yang membuat Bilmar semangat.
Kini dalam lebatan hujan yang mulai turun, mereka pun mulai berjanji kembali untuk saling menjaga dan saling menguatkan.
***
Masih ada lanjutannya yah, stay tune❤️
Berikan terus semangat kalian pada ku yaa...Like, vote, rate and komen yah..
Thankyouu with love gaga❤️
__ADS_1