Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Tidak mendapatkan sassy


__ADS_3

Ada yang kangen gak sama mereka..


nih Bilmar sama Alika balik lagi..💕


keep reading guyss💖


Malam pertama adalah malam yang sangat dinanti-nanti oleh pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan.


Malam yang penuh dengan kehangatan ditengah kerumunan gelap sang bulan bermandikan langit cahaya berbintang.


Salah satu malam bagi dua insan yang akan melebur dalam suatu kenangan yang begitu bermakna bagi mereka seumur hidup. Dengan malam itu sepasang suami istri yang tengah memadu kasih dapat menciptakan kehangatan, kepercayaan dan keeratan dalam menjalani rumah tangga yang harmonis.


Begitu pun yang ada dibenak lelaki ini, Bilmar Artanegara. Sedari sore hari ia sudah bergelayutan dalam asa nya untuk terus menginginkan pergulatan untuk memiliki utuh apa yang ada didalam diri sang istri pada malam pertama mereka.


Namun sayangnya, bukan kehangatan yang ia terima semalam.


"Masih sakit ya, Bil ?" tanya Alika masih merasa bersalah.


Bilmar mengangguk pelan, sesekali ia meringis memegangi pipi sebelah kanan nya yang sedikit memar berwarna biru keunguan.


"Maafin aku ya?" Alika menyenderkan kepalanya di bahu Bilmar, mereka masih duduk dengan baik menunggu pesawat untuk mendarat dengan baik di bandara Perancis.


"Udah nggak apa-apa, kamu udah ngmong itu berpuluh-puluh kali..duh!" bahkan ketika berbicara, gesekan memar dengan pipi saling beradu menimbulkan sedikit ke linuan disana.


"Tuh kan Bil, sini liat lagi !" Alika menggapai dagu Bilmar untuk menolehkan wajah ke arahnya. Mereka pun saling bertatapan, dan Bilmar kembali ingin menjalankan misi nya yang tertunda yaitu mengecup bibir sang istri.


Melihat reaksi blingsatan Alika, Bilmar pun mundur dengan cepat ia takut ditinju lagi seperti semalam.


"Tuh kan belum apa-apa udah mau di tonjok aja..uh!" Bilmar memiringkan sedikit wajahnya menahan sedikit peluhnya.


"Ya abis kamu nya sih ! aku lagi enak-enak tidur, kamu main nyosor-nyosor aja. Aku kaget banget, pas ngerasa ada hembusan nafas gitu, pas buka mata ada kamu. Ya udah aku refleks," Alika menghela nafas sebentar " Aku fikir ada maling."

__ADS_1


Semalam ketika Alika sudah beranjak untuk tidur duluan, ada Bilmar yang menghampirinya. Sang suami setengah kecewa melihat istri yang sudah tertidur pulas. Harusnya malam ini adalah malam yang berarti untuk mereka. Alika merasa tidak akan mungkin melakukannya disini, didalam pesawat. Tidak bisa membayangkan jika pesawat tengah menukik atau bergerejal menabrak awan, mereka akan luluh lantah terjatuh dan Pramugari akan degan cepat menemukan mereka tanpa menggunakan busana. Ketika Bilmar ingin mencium bibir Alika, sontak wanita ini membuka mata dengan cepat dan kaget lalu menghantamkan kepalan tangannya mendarat tepat di tulang pipi Bilmar.


"Mana ada sih maling didalam pesawat canggih kaya gini, mengada-ada kamu ah!"


Alika mendelikan matanya seraya tidak suka kalimat itu. "Loh kamu tuh jangan ngerasa selalu aman aja Bil, kejahatan tuh bisa terjadi dimana aja dan kapan aja ! kita harus waspada."


"Terlalu banyak nonton kasus investigasi kriminalitas kamu tuh." Bilmar mencibir.


Alika menaikan satu alis nya, lalu ia membuang wajahnya ke arah mana pun.


"Harusnya aku yang ngambek, karna kamu aku harus nahan pusing sampai sekarang,"


Mendengar rintihan suaminya, Alika pun terenyuh. " Ya udah sini aku pijitin kepalanya ya?" suara Alika lembut dengan helaan cemas dari balik ucapannya.


"Bukan kepala yang pusing," Bilmar meraih tangan istrinya yang akan mencoba memijit-mijit dahi samping kanan dan kiri nya.


"Terus----?"


"Yang dibawah yang pusing !" Bilmar mengangkat dagunya seraya menggandeng mata Alika untuk mengikuti arah itu.


"Ih kamu tuh jorok ! kesel ahhhhhh!" Alika kembali ngambek dengan membuang wajahnya ke arah berlainan. Bilmar ketawa terbahak-bahak meledeki sang istri.


"Nanti malem, dia mau kenalan sama sassi---"


Alika menggerakan bola mata nya ke sudut pesawat, ia menoleh cepat "Siapa tuh sassi----?" Matanya menatap tajam, ia takut ada wanita lain selain dirinya di hati Bilmar.


Bilmar kembali mengangkat dagunya seraya menggandeng mata Alika untuk mengikuti arah itu.


Dan kemudian, mata mereka bersamaan menatap rok merah yang kini dipakai oleh Alika.


"Ih kamu tuh !!!!!! kesel ahhhhhh!"

__ADS_1


Bilmar semakin menjadi-jadi dalam meledek sang istri yang harus berhasil ia bekukan nanti malam.


Tunggu aja !


***


Sesampainya di bandara, mereka pun disambut baik oleh Tour Guide kepercayaan Hotel berbintang di Paris.


Bilmar sengaja memesan Hotel berbintang lima dengan kamar yang langsung menatap Menara Eiffel, ia ingin memberi kesan yang tidak akan terlupakan untuk Alika selama mereka berbulan madu.


"Silahkan masuk Tuan dan Nyonya ," seorang supir dan lelaki bertubuh tinggi yang dipercaya menjadi Tour Guide selama mereka berlibur di Paris.


Namanya Aldi, umurnya 20 tahun. Orang indonesia yang beberapa tahun tinggal di Paris untuk sekolah dan kerja sambilan menjadi Tour Guide di salah satu Hotel disana.


Sesekali Aldi melirik Alika dari spion kaca ke arah belakang. Tatapan itu tertangkap di mata Bilmar. Alika masih sibuk menatapi jalan diluar kaca mobilnya.


"Jaga mata mu..!" suara Bilmar mengagetkan mereka semua yang ada didalam mobil. Alika pun menoleh cepat ke arah Bilmar lalu mengikuti arah matanya ke arah Aldi.


Aldi yang merasa tersentak dan tahu bahwa dirinya yang dimaksud, ia lansung bersua.


"Maafkan saya Tuan, atas kelancangan saya," jawab Aldi merendah.


"Bil, jangan gitu !" Alika sedikit menarik jaket kulit yang suaminya kenakan hari ini. Bilmar tidak menggubrisnya, ia masih tidak suka dengan sikap pemuda itu. Tetap merangkul Alika dengan erat terus melihati wajah Aldi dari spion didepannya.


Aldi sepertinya tertarik melihati Alika, wanita putih berhidung mancung, bermata lentik, berbibir pink mungil, berrambut panjang terurai dengan tubuh mulus, putih dan mungil membuat ia terlihat lebih muda lima tahun dari usia sebenarnya.


Alika terlihat sangat baby face. Berbeda dengan Bilmar dengan tubuh yang tinggi, tegap dan kekar, terlihat beberapa bulu-bulu halus disekitar atas bibirnya, perawakan nya terlihat seperti papa muda yang maskulin. Mungkin orang akan beranggapan mereka adalah adik-kakak, padahal umur mereka sama-sama baru menginjak 29 tahun.


***


Kaya biasa

__ADS_1


Like and Komen ya guyss🖤🖤🖤


makasi udah selalu dukung aku.


__ADS_2