
Hayy aku balik lagi nih, malem-malem lagi hehe🖤🖤..nggak apa-apa ya, biar kalian nggak nyariin hehehe
Yuk mari baca guyss
🤗❤️
***
"Pah?"
Kedua tangan Alika terus mengusap-usap punggung sang Papa yang masih menangis, memeluknya dengan erat.
"Pah?" Alika memanggilnya lagi.
Papa Luky masih saja diam belum mau menjawab.
"Alika ada salah ucap ya, Pah? maafkan aku ya Pah!" cicit Alika begitu polos.
Papa Luky semakin mengerang dalam tangisannya, ia semakin terpuruk. Menyesal karena sudah menjadi orang tua yang gagal untuk Alika.
Walau semua ini bukan sepenuhnya kesalahan Papa Luky. Mama Lisa pun harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah memisahkan Alika dan Papa Luky secara paksa.
"Nggak Nak! kamu nggak pernah ada salah! Papa yang banyak salah sama kamu!"
Papa Luky semakin sesak dalam tangisannya ketika ia diingatkan dengan bayangan pada saat ingin merencanakan pembunuhan untuk Alika sebelum jati diri putrinya terungkap dengan sempurna.
"Aku hampir membunuh anakku, sendiri! membunuh kamu, Nak !"
Batin Papa Luky makin tersiksa. Entah apa yang akan terjadi setelah ini kepadanya, jika Bilmar berhasil mengungkap siapa dalang dari percobaan pembunuhan terhadap istrinya.
Ingat Luky, Bilmar lebih garang dari yang kamu bayangkan!
"Kalau memang Papa mau pulang, Alika nggak akan melarang Pah. Alika mengerti Papa. Mungkin Papa khawatir karena Binar sendirin dirumah. Biar aku saja yang akan menginap kesana jika Bilmar sudah sembuh. Sekarang Papa makan dulu ya, nanti Alika masaki. Papa mau makan apa?"
Papa Luky terus memeluk tubuh mungil putrinya. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Benar apa katanya, ia hanya ingin putrinya. Tidak ingin yang lain saat ini.
__ADS_1
"Papa harus terus sehat. Karena tugas Papa sekarang sudah dobel, jika dulu hanya menjaga Binar. Sekarang harus ditambah lagi untuk menjaga aku! maka Papa harus banyak makan, minum vitamin dan jaga kesehatan!"
"Inikah putriku? Berliana? anak yang ingin ku bunuh? Ya Allah, ampuni lah dosa-dosaku !"
Jiwa Papa Luky semakin mengerang!
Alika terus mengusap-usap punggung sang Papa. Yang ia tahu, Papa nya sedang memangis karena tengah meratapi posisi yang sulit dalam memilihnya atau Binar.
"Nak?"
"Iya Pah?"
"Berjanjilah untuk selalu memaafkan kesalahan Papa kepada kamu!"
"Kesalahan apalagi, Pah?"
Alika menarik wajahnya dari pelukan itu untuk menatap kedua mata Papa nya yang sedari tadi sudah basah karena linangan air mata.
"Pah?" tanya Alika semakin dalam. Ia memegang kedua lengan Papanya untuk untuk mau menjawab pertanyaannya.
Papa Luky memejamkan kedua matanya, ia menghela nafasnya pelan. Mengumpulkan kekuatan untuk bisa menatap segar kepada sang anak.
"Nggak ada, Nak! Papa hanya berucap saja, jika Papa nanti melakukan kesalahan yang tidak disengaja, tolong jangan benci apalagi pergi meninggalkan Papa! Alika itu adalah buah hati Mama dan Papa yang sangat berharga dihidup kami!"
Papa Luky pun mencium kening Alika dengan lembut dan dalam. Lalu merapatkan dahi mereka menjadi satu. Kedua mata mereka saling menatap.
"Papa sangat mencintai kamu, Nak! jadilah Kakak yang baik untuk Adikmu, karena jika Papa sudah tidak ada. Kamu lah pengganti Papa untuknya, berjanjilah!"
"Iya Pah, demi Papa dan Mama. Alika berjanji akan selalu menjaga Binar sampai titik terendahku!"
Papa Luky kembali memeluk sang putri yang telah lama hilang. Karena kehilangan itulah membuat Papa Luky menjadi manusia setengah iblis.
Yang ia tahu hanya memperbesar harta dan menghancurkan lawan. Namun setelah ada Alika, hanya akan ada Luky yang hangat, lembut dan menawan.
Kedua mata mereka menoleh bersamaan ketika dilihat ada langkah Papa Bayu yang datang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Selamat Kak, kebahagiaanmu sudah datang dengan sempurna!" ucap Papa Bayu mengelus bahu sang Kakak.
"Terima kasih Bayu, saya minta maaf atas kelancangan saya terhadap Bilmar!"
Papa Bayu tertawa pelan. "Nggak apa-apa Kak. Dengan kejadian seperti ini membuat Bilmar bisa belajar untuk merubah rasa cemburunya! Kakak kan tahu bagaimana Biilmar?"
Papa Luky menyambut senyum.
"Iya aku terlalu emosi tadi! sampai aku lupa dia juga anakku, maafkan aku ya Bayu. Tolong jaga Alika, buat hatinya selalu senang disini!"
Papa Luky menggenggam tangan Alika. Mereka pun akhirnya saling merangkul dalam hangatnya romansa keluarga.
"Ayo, kita naik ke kamar mu, Nak! Papa ingin melihat keadaan Bilmar!"
***
Makasi banyak untuk seluruh komennya🖤🖤🖤...Bilmar dan Alika mencintai Kalian❤️
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘
__ADS_1