
Haii selamat malam
Maafkan aku baru kembali, aku ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal guys.
Selamat baca ya
❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
Alika masih setia menunggu kedatangan Bilmar yang sudah membuat hatinya geram dan kesal. Dua jam menunggu begitu saja tanpa kabar, ia seperti teringat kembali bagaimana kecewanya ketika surat cinta yang ia kirim ke london tidak pernah terbalas.
"Kamu, keterlaluan!!" Alika pun bangkit setelah meletakan uang merah satu lembar di meja untuk membayar satu gelas minuman yang sudah ia habisi sedari tadi.
Alika memutuskan untuk pulang dan meninggalkan cafe. Namun ketika langkah kakinya baru saja keluar dari cafe, ada lelaki yang sedang berlari-lari dari parkiran. Langkah kakinya cepat dan nafas nya tersengal-sengal.
"Sayang..."
Ada suara terdengar serta cengkraman tangan yang langsung membelenggu lengan Alika. Ia pun menoleh dan mendapati wajah Bilmar yang terlihat tegang karena takut istrinya marah.
"Sayang, kamu cantik banget---" Puji Bilmar. Ia merasa takjub dengan penampilan Alika saat ini.
"Lepasin!"
Alika melepas tangan Bilmar untuk terayun kebawah. Ia pun melangkah kembali untuk meninggalkan suaminya. Alika masih kesal, mengingat dirinya sudah bersusah payah untuk bisa datang ke cafe dan berdandan cantik untuk sang suami yang dicintainya
"Dasar, janji palsu!" Hanya ucapan itu yang keluar dari bibir Alika.
Lalu Bilmar berjalan mengikuti langkah istrinya, ia terus berusaha merengkuh tubuh Alika agar mau berhenti.
"Kamu mau kemana cantik? Ayo kita masuk lagi ke dalam, maafkan aku ya." Bilmar terus bersua agar Alika mau menghentikan langkahnya.
Tidak semudah itu ya, bambang!
Alika tidak mengidahkan apapun yang di ucapkan oleh Bilmar. Hatinya kesal, panas dan sangat marah.
"Lepas!!" Suara Alika terdengar menyentak Bilmar.
"Aku udah nggak nafsu sama makan malam ini, puas kamu udah buat aku kaya bodoh nunggu dua jam dengan sia-sia?"
Alika menatap garang wajah suaminya. Ada dengusan nafas kasar dari nya. Hati Bilmar menciut, ia tau bahwa dirinya salah.
"Kamu mikir nggak sih? Aku tuh kesini dengan peperangan batin tau nggak! Tangisan Maura masih terngiang-ngiang ditelinga aku, karena aku pergi ninggalin dia gitu aja!"
"Belum lagi kalau Ammar nangis haus ingin susu!"
"Keterlaluan kamu!"
"Kamu buang-buang waktu aku, Bil!"
"Mendingan aku makan mie instan dirumah dibanding harus makan angin dua jam di cafe!"
"Pergi sana, aku mau pulang!!!!"
Alika terus memaki Bilmar dalam langkahnya.
Bilmar meraih tangan Alika.
"Sayang maafkan aku ya, aku memang salah! Tapi aku nggak sengaja, Al--" Bilmar tetap merintih ia tetap menggenggam tangan istrinya.
Semua orang yang tengah berlalu lalang, terus melihati kedua pasangan ini yang sedang beradu mulut. Mereka fikir Alika dan Bilmar adalah dua pasangan kekasih yang sedang merajuk.
"Terus dari mana kamu? Kenapa nggak kabarin aku??" Alika menghentikan langkahnya, sesungguhnya dalam kekesalannya ia masih ingin tahu apa yang terjadi dengan suaminya.
Mendengar pertanyaan ini membuat Bilmar seketika diam. Isi kepalanya terus bekerja untuk mencari alasan apa yang pas.
__ADS_1
Kalau aku bilang habis bantu Kaneysa dia pasti tambah marah
"Jawab, Bil! Terus kenapa baju kamu jadi kotor kaya gitu? Kamu berenang dicomberan??"
Bilmar langsung menyeret kedua bola matanya untuk beralih melihati kemeja yang tengah ia pakai, memang sedikit kotor karena habis membetulkan mesin di kap mobil Kaneysa. Sepertinya cipratan cairan hitam mengena kemejanya.
Ting.
Ide pun muncul.
"Mobil aku mogok sayang--"
Alika memotong cepat. "Alasan!" Alika berdecak, ia masih emosi.
Alika kembali melangkah untuk mencari taxi yang siap ia berhentikan. Karena merasa langkah mereka sudah jauh, Bilmar memutuskan untuk kembali ke parkiran untuk mengambil mobilnya agar bisa membawa Alika pulang ke rumah.
Alika terus berjalan sampai keluar gerbang cafe, ia menyusuri trotoar jalan sambil terus melihat kebelakang untuk mencari-cari taxi.
Tak lama kemudian
Hanya ada lampu sorot jauh yang diberikan oleh Bilmar dari dalam mobil. Alika pun menoleh bersamaan dengan kaca pintu mobil yang diturunkan. Terlihat sang suami terus memanggil namanya dari kursi kemudinya.
"Ayo istriku, masuk---"
Alika kembali membawa tatapan dinginnya untuk lurus menatap trotoar yang ada dihadapannya. Ia terus berjalan tanpa mau naik ke dalam mobil. Ia tidak mau melihat wajah Bilmar.
Tiba-tiba
"Ahhhh!!"
Alika berteriak dan merintih sakit ketika tubuhnya jatuh tersungkur ke atas aspal trotoar. Langkahnya yang tidak seimbang karena hak sepatunya yang copot begitu saja. Membuat ia harus merintih sakit dan juga malu.
Melihat istrinya terjatuh, Bilmar langsung turun dari pintu mobil.
"Sayang, sakit ya?"
Bilmar bodoh! Memang sangat bodoh, menanyakan hal itu disaat istrinya tengah meringis.
"Aku minta maaf sayang, mobil aku memang mogok. Jalanan sepi dan udah gelap. Aku nggak mungkin dorong mobil sampai dapat bengkel, mau nggak mau aku yang harus benerin, nih kamu liat baju aku sampe kotor gini---" cicit Bilmar sendu.
Melihat suami yang tengah memelas untuk memohon ampun membuat Alika begitu tersentuh.
"Untung aja nggak ada begal motor, Al. Nggak ngebayangin gimana jadinya kalau ada perampok terus mereka khilaf dan bisa bunuh aku untuk mendapati mobil---"
"Sssttt! Udah, udah! Aku nggak mau denger hal yang menyeramkan kaya gitu!"
Alika memotong cepat ucapan suaminya dan meletakan satu jari di bibir Bilmar. Agar lelaki itu berhenti untuk berucap.
"Syukur kamu nggak kenapa-napa ya sayang--" Alika mengelus pipi suaminya.
Mendengar pengakuan Bilmar membuat hati Alika menjadi sendu. Ia merasa sikapnya ini tidak terpuji jika terus merajuk karena ketidak sengajaan suaminya.
Walau memang semua ini bukanlah kesalahan Bilmar semata, ia hanya menolong Kaneysa dan keasikannya dalam membicarakan pernikahan Kaneysa dan Indra membuat ia lupa akan janjinya bersama Alika.
Maafin aku ya sayang, aku terpaksa bohong
"Aku gendong ya sayang!" Alika mengangguk dan Bilmar mulai menggendongnya untuk di duduki di kursi penumpang.
Selama menggendong istrinya, aroma farfum yang bersarang ditubuh Alika, membuat hasrat Bilmar bergelora. Kecantikan di wajah Alika pun menjadi salah satu penggiring ke arah sana.
Setelah menutup pintu kemudinya. Ia beringsut untuk mendekati sang istri yang sudah duduk menunggunya untuk menjalankan mobil.
"Sayang..."
"Hemm..?"
"Sassy masih sakit nggak, Al?"
Seketika kening Alika mengerut, kedua matanya mengerjap lalu menutup sempurna tak kala Bilmar sudah mendaratkan kecupan di bibir nya. Alika pun bergeliat untuk melepas namun Bilmar tetap dalam asa nya. Ia tetap menerjang dan menginvasi bibir istrinya.
Lalu
Tangannya yang sudah siap menyusup kedalam dua buah gunung kembar kepemilikan Alika, seketika terhenti begitu saja, karena mendengar ada ketukan dari luar pintu kaca mobilnya.
__ADS_1
Kedua mata mereka terbuka cepat dan pergumulan bibir pun terhenti.
"Pak..Pak!!" Ketukan dari luar terus terdengar
"Aduuh---" Rintih Alika.
Alika memalingkan wajahnya karena menahan malu ketika melihat beberapa polisi yang tengah berpatroli menangkap basah mereka tengah berduaan di dalam mobil di keheningan jalanan yang sepi.
"Turun sana!!"
"Iya iya sayang, bentar--" Bilmar masih mengelap bibirnya dengan tissu karena bekas lipstik Alika yang masih menempel di bibirnya.
Bilmar pun turun untuk menghadang polisi, memberikan alasan dalam berbagai penjelasan. Biarkan saja si jago ngeles ini yang beraksi, tentu Bilmar akan menggunakan berbagai cara agar terus berdalih.
Hahahaha
Di tempat lain.
Ada Kaneysa yang masih bersama dengan Indra. Kaneysa terus membicarakan tentang pertemuannya dengan Bilmar yang baru menolongnya beberapa jam yang lalu.
"...Aku besok pagi kerumahnya Bilmar ya sayang, aku mau kembalikan sapu tangannya serta ingin memberikan undangan pernikahan kita."
"Kamu sendirian kesana nggak apa-apa? Aku kayaknya nggak bisa antar, ada meeting yang nggak bisa ditinggal--"
"Nggak apa-apa, aku bisa sendiri. Sekalian aku mau minta maaf sama Alika atas segala sikap aku selama ini ke dia!"
"Ya, sayang. Baik lah berikan salam ku untuk Alika dan Bilmar--"
Semoga saja malam ini Bilmar bisa berkata jujur terlebih dahulu kepada Alika perihal kejadian hari ini dengan sebenar-benarnya, sebelum kedatangan Kaneysa besok yang akan membuat Alika kembali murka dan meradang karena telah dibohongi.
****
.
.
.
.
.
Bagi yang mau tahu bagaimana kisah Maura dan Gifali yang sudah dewasa, sudah bisa baca di karya ku yang ke tiga ya, boleh cek profil ku❤️
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali Untuk Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘
__ADS_1