Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Tapi, Bilmar cuman cinta sama aku!


__ADS_3

Hayyy kesayangan🖤🖤 pagi-pagi banget aku datang nih buat kalian..


yuk guyss mari baca


🤗🤗🤗


***


"Bilmar?"


Suara wanita itu terdengar jelas dan begitu nyaring ketika melihat Bilmar membuka pintu ruang kerjanya dan masuk kedalam. Ia pun berlari untuk memberikan pelukan hangat kepada suami Alika.


"Kaneysa! jangan begini!" seru Bilmar menjauh. Ia tidak ingin disentuh selain oleh istrinya.


"Kenapa sih, Bil? salah aku apa?"


"Salah kamu tetap memaksa kesini untuk datang!"


"Bil? kamu nggak hargain perasaan aku ya?"


"Aku harus menjaga perasaan istriku tentunya!"


Tepuk tangan dan gelak tawa yang dipaksan mengalir dari Kaneysa. Bilmar terus menatap dalam-dalam wanita ini.


"Demi jauhin aku? kamu maksain buat nikah sama dia?si spg itu? hahahha! selera kamu menjijikan, Bilmar---!"


Kedua bola mata Bilmar terlihat mengerang. Satu alisnya dinaikan ke atas.


"Jaga mulut kamu! dia istriku sekarang!"


"BOHONG!" Kaneysa menatap lekat kedua mata orang yang dicintainya.


"Kamu nggak adil sama aku, Bil! aku bertahun-tahun selalu tunggu kamu! tunggu perasaan kamu untuk terbuka buat aku! tapi sekarang, kamu bilang kamu udah, NIKAH?"


Suara Kaneysa begitu nyaring terdengar. Ia menatap Bilmar dengan air mata menggenang.


"Aku sampai ke Indonesia loh, buat bisa terus sama kamu!" Kaneysa menundukkan kepalanya, membuang nafasnya yang begitu frustasi.


Lalu ia mendongakkan wajahnya, terlihat air matanya begitu saja sudah tercucur.


"SALAH AKU APA?" Kaneysa meronta-ronta. Dia memukul-mukul dada Bilmar.


"Kamu nggak ada salah, Kaney! salah aku nantinya, kalau harus menerima kamu karena terpaksa!" Bilmar menggenggam kepalan tangan Kaney untuk berhenti menghujam dadanya.


"Kami bilang udah nikah? itu cuman bualan kamu aja kan? nggak mungkin kan kamu jadi nikahin si kampungan itu?"


"Cukup Kaney! aku nggak suka kamu hina-hina istri aku!"


"Kamu terus nyakitin perasaan aku! dulu kamu tiba-tiba nikah sama Kannya, sekarang ketika aku udah punya harapan. Kamu malah nikah sama si spg itu!"


Kaneysa makin menangis meronta-ronta. Ia semakin kalap dalam mengeluarkan kekecewaannya.


"Aku dan Kannya dijodohkan oleh orang tua kami. Tidak ada cinta didalamnya tapi untuk istriku yang sekarang, Aku amat mencintainya..aku minta kamu untuk faham!"


"Aku nggak bisa terima, Bilmar!"


"Mau nggak mau, kamu harus terima Kaney! kenyataannya aku sudah menikah dan istriku sedang mengandung anakku!"

__ADS_1


Jag.


Dada Kaneysa semakin memburuh. Matanya melotot tajam, perangainya menyeramkan. Ia bagai Naga yang akan mengeluarkan api dari mulutnya.


"Aaaaa...tega kamu sama aku!" Kaneysa kembali berteriak. Menghentak-hentakkan kakinya terus memukuli dada Bilmar.


"Sudah Kaney cukup!aku minta kamu pulang sekarang." Bilmar melembutkan suaranya, agar Kaneysa bisa luluh dan pergi dari sini. Ia tidak mau Alika tahu, bahwa kini ia tengah berdua dengan Kaneysa didalam ruangan.


Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Alika jika mengetahui wanita ini datang kembali.


"Aku nggak bisa pergi dari hidup kamu, Bil!"


"Karena aku cuman cinta sama kamu! udah banyak lelaki yang aku tolak. Bayangin dong!"


"Tapi, Bilmar cuman cinta sama aku!"


Dug.


Sontak wajah Bilmar dan Kaneysa begitu saja menoleh ke arah suara lain yang menggema diantara mereka. Terlihat Alika sudah berdiri diambang pintu. Entah sejak ke menit berapa ia telah hadir, menyaksikan perdebatan diantara Kaneysa dan suaminya.


"Sayang..?" seru Bilmar melepas tangan Kaney untuk menghampiri istrinya yang juga tengah berjalan menuju mereka. Seketika lengan Bilmar diraih erat oleh Kaneysa.


"Apa kamu bilang? kamu panggil si kampungan itu dengan kata sayang?"


"Walau aku kampungan! aku sudah jadi istrinya, lalu kamu mau apa?" Alika mendongakkan wajahnya sedikit untuk menatap Kaneysa yang tubuhnya lebih tinggi darinya.


Alika tidak boleh lemah. Ia adalah istri sah dan sedang mengandung anak Bilmar. Ia tidak akan lari menghindar seperti yang pernah dilakukan Kaney beberapa tempo waktu lalu.


"Kampungan! kumuh! kamu nggak pantas bersanding dengan Bilmar! MISKIN---!"


"Hinalah aku sesukamu! yang jelas aku ISTRI nya sekarang---!" Alika menaikan dagunya, ia menantang Kaneysa.


"Kamu bilang ISTRI? istri macam apa? lihat penampilan kamu sekarang! Oh ya, Bil? apa kamu nggak bisa membelikan farfum yang lebih mahal untuk istri tercinta kamu ini?"


Kaneysa mengubah tatapan nya ke arah Bilmar, ia sangat merendahkan Alika saat ini.


"Kaney! pergi lah, sebelum aku marah dan membuat kasar dengan kamu!"


Alika menepis tangan Bilmar ketika ingin meraih tangan Kaneysa agar bisa dibawanya pergi dari sini.


"Aku haramkan, tangan suamiku untuk menyentuh wanita lain! karena hanya aku yang boleh disentuhnya!"


"Bilmar lebih menyukai aroma tubuh asli ku dibandingkan wangi farfum! Karena setiap malam kami selalu bertukar keringat tentunya!" Alika berbisik tepat ditelinga Kaneysa.


Semua perkataannya amat menusuk hati Kaneysa. Memang seperti itu harusnya, perusak tidak boleh diberi celah. Istri harus bisa mempertahankan suaminya sampai titik darah penghabisan.


"Kurang ajar---!" Kaneysa berteriak, ia ingin menjambak rambut Alika namun semua itu cepat dihadang oleh Bilmar.


"Wanita yang terhormat tidak akan berlaga kasar! itu hanya dilakukan oleh wanita kampungan! nyatanya kamu lebih kampungan dari aku, hahahaha!"


Alika semakin berani, ia terus mengasah hujaman panas di dada Kaneysa.


"Pergilah sekarang! saat ini aku sedang merindukan suamiku!" Alika melepas kembali tangan Bilmar yang masih bertahta memegangi tangan Kaneysa agar tidak menyakiti Alika.


"Apa kamu ingin melanjutkan percintaan kita tadi malam sayang? aku tidak berkeberatan jika harus keramas disini!" Alika menatap cinta kepada Bilmar lalu dialihkan menjadi tatapan penuh kebencian menatap Kaneysa.


Kaneysa hanya bisa mendengus kesal, memejamkan kedua matanya lalu kembali berucap. "Tunggu balasan dari ku!" Ia pun berlalu dengan wajah yang masih basah.

__ADS_1


"Tentu saja! aku akan menunggunya!" gelak tawa Alika mengiringi langkah kaki Kaneysa untum keluar dari ruangan.


Dirasa Kaneysa sudah menghilang, ia pun menjatuhkan dirinya begitu di sofa. Ia begitu lemas, terus menutup kedua matanya. Nafasnya tersengal-sengal.


"Sayang..kamu nggak apa-apa?" tanya Bilmar pelan.


"Nggak apa-apa kata kamu?" Alika mendelikan matanya. "Kamu tiba-tiba izin kesini? cuman karena mau nemuin dia, Bil?"


Bilmar terdiam, ia bingung untuk menjawab jujur. Ia juga merasa salah, untuk membiarkan dirinya begitu saja menemui Kaneysa.


"Aku cuman ingin buat dia sadar untuk menjauhi aku, karena aku sekarang udah nikah sama kamu, Al!" Bilmar meraih tangan sang istri untuk digenggamnya. "Aku minta maaf ya sayang."


"Kali ini aku maafkan kamu, Bil! tapi kalau sampai aku liat dia masih bisa masuk keruangan kamu lagi! nggak akan ada ampun dari aku!"


"Iya aku janji, aku akan memecat Katherine nanti apabila ia masih memperbolehkan Kaneysa untuk datang kesini!"


Lalu.


"Hey, kenapa kamu senyum-senyum?" Alika menatap aneh wajah suaminya.


"Aku mau nagih ucapan kamu yang tadi!"


"Yang mana--?" Alika berdecak.


"Itu yang tadi kamu ucap didepan Kaneysa, katanya kamu siap kalau harus keramas lagi sekarang." Dengan cepat Bilmar mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir sang istri.


"Kamu tuh---!"


"Aduh duh, sakit Al!" erangan Bilmar ketika Alika mencubit perutnya.


"Mau di sofa? atau di kamar mandi?"


"Sofa..!"


"Yess!! bentar ya aku kunci pintu dulu!"


Alika harus tetap melayani suaminya dengan baik, ia harus terus membuat Bilmar mencintainya.


Perebut suami seperti Kaneysa tidak boleh diberi celah. Alika akan terus membuat Bilmar bertekuk lutut padanya.


Karena idealnya suami hanya butuh cinta dan sex. Maka untuk itu Alika akan terus berjuang menuruti semua apa yang diinginkan oleh suaminya. Ia harus bisa menghempaskan Kaneysa dari rumah tangganya.


***


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇

__ADS_1


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘


__ADS_2