
Alika terlihat bagai wanita dewasa saat ini. Terlihat tidak ada cacat sama sekali dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Semuanya begitu sempurna.
Ia berjalan dengan langkah malu-malu menemui Bilmar. Ketika ia hampir sampai, sontak wajahnya tertohok tidak percaya melihat ruangan yang mereka tinggali sedari tadi berubah menjadi ruangan yang begitu romantis.
Dekorasi dengan sentuhan berbagai bunga menghiasi disana-sini. Ada alunan biola disudut kiri, ada meja untuk makan malam mereka berdua saat ini. Semua terlihat sangat elegan dengan bintang kelas atas.
Bilmar yang sudah merasakan kedatangan istrinya mulai bangkit menjemput Alika di ambang pintu, Ia terus menatap Alika tidak henti-henti. Alika terlihat begitu cantik maksimal.
Baru kali ini Bilmar dapat melihat kulit putih tubuh istrinya dengan mata telanjang. Begitu ideal dirinya, leher nya jenjang dan eksotis. Tersimpul belakang punggung yang begitu mulus, licin dan wangi.
Sontak membuat Bilmar menjadi ingin cepat menikmatinya.
"Bil, ini--?" tanya Alika masih ragu-ragu.
"Hanya buat kamu, Al." Bilmar mempersilahkan istrinya untuk duduk di meja dinner mereka.
Di meja dinner mereka terlihat beberapa hidangan dari berbagai menu khas luar negeri, dua botol sampanye telah berdiri kokoh disana.
Berkali-kali pelayan datang silih berganti membawa pesanan mereka. Disiapi, diambilkan dan sangat dihormati dengan sangat khusus. Mereka pun makan dengan ditemani alunan biola yang cukup membuat mereka berenergi untuk berdansa.
Sayang Bilmar menikah dengan Alika, wanita yang selalu merasa aneh jika diperlakukan lebih dari normal. Ia bisa saja akan menginjak-nginjak kaki Bilmar ketika mereka sedang berdansa.
Bilmar sepertinya saat memahami itu semua. Karena bagi Bilmar, Alika pantas mendapatkan nya bukan karena ia telah menjadi istrinya, melainkan Alika pernah berjasa membawa kesuksesan untuk Bilmar di masa lalu.
Sudah seharusnya Alika yang menikmati semua ini dari dulu. Namun karna kesalahfahaman membuat mereka saling meninggalkan dalam makian dan umpatan.
"Ini berlebihan Bil, aku nggak suka kalau kamu terlalu buang-buang uang kayak gini!"
__ADS_1
Alika bukanlah wanita yang akan gampang memakai harta suami untuk mempercantik diri atau menginginkan suatu yang lebih untuk kesukaannya. Karena ia merasakan sekali bagaimana menjadi orang kecil yang bisa makan dengan uang seadanya.
Alika dan Bilmar sangat berbanding terbalik.
Bilmar menjawab nya dengan santai.
"Kamu kan aku kasih berlian nggak mau, ya aku cuman ngasih hal kayak gini apa masih kamu tolak? Al, kamu pantes ngerasain semua ini!" Bilmar menggenggam tangan istrinya di atas meja.
"Untuk saat ini, aku tolerir karna ini sudah terjadi. Tapi setelahnya aku nggak mau ada kayak ginian lagi!" Alika memberi peringatan kepada Bilmar.
"Iya sayangku, istriku, cahaya hidupku." Bilmar mencium tangan sang istri dengan keteguhan janji yang amat sangat dalam.
Sungguh perlakuan manis dan romantis itu membuat Alika tidak merasakan getaran apa-apa, ia tetap mundur maju dengan perasaan nya.
Jika Bilmar selalu bersikap baik tidak membuat ia jengkel maka semilir rasa suka seperti mencuat perlahan namun jika Bilmar membuat jengkel hatinya makan dengan mudah ia kembali melupakan rasa suka yang sedang berbuih.
"Susah ya?" Tanya Bilmar ketika melihat Alika susah dalam memotong daging steak dengan pisau.
Alika mengangguk, ia pun tetap mencoba mengiris daging tersebut, namun tak disangka potongan daging itu mencuat ke jas yang dikenakan oleh Bilmar.
"Aduh, maafin aku ya, nggak sengaja. Salahin nih dagingnya, daging keras gini kok dimakan," Alika mengelap-ngelap noda bumbu dengan tisu.
"Aku nggak terima kata maaf kamu !" Bilmar berpura-pura acuh untuk membuat Alika merasa tertekan.
"Loh, Bil. Kamu marah sama aku? Cuman kaya gini doang? ayolah aku nggak sengaja."
"Nih, cium dulu.." Bilmar menyondongkan pipi bagian kanan untuk dicium oleh Alika.
__ADS_1
Alika terlihat diam sebentar. Sungguh keterlaluan jika Alika tidak mau menuruti permintaan yang sangat mudah ini seperti membalikan telur ceplok diwajan.
Muach ! satu kecupan mendarat sesuai dengan permintaan Bilmar.
"Aku nggak apa-apa kalau kamu mau cipratin lagi bumbu steak ke baju aku---"
"Terus minta cium lagi kan?" potong cepat oleh Alika.
"Iya, terus maunya disini," Bilmar meletakan jari telunjuk di bibir Alika.
"Hmmm....!" Alika berdehem mengingatkan bahwa selain mereka ada beberapa orang disini yang tengah asik melihati kebucinan mereka.
Ada Pramugari, pengantar makanan dan pemain biola.
"Aku ingin merebut mahkotamu nanti malam..hmm..pasti sedap, kaya rasa steak ini. Gurih dan enak..!"
"Hust !" wajah Alika mendadak memerah, ia tidak mampu menyimpan urat malu sang suami yang sudah putus entah dari kapan.
"Kamu aja sama dia!" Alika melirikan mata nya ke si pemain biola.
Bilmar makin membuat Alika tersiksa dengan gelak tawanya yang tidak bisa tertahan. Ia terus mentertawai sang istri yang sedang menahan malu karna kelakuannya.
***
Kayak biasa
aku tunggu like dan komenan kalian yaa
__ADS_1
hatur nuhun🖤🖤🖤