Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
MPS 2 : Gadis atau Marsela?


__ADS_3

Haii selamat siang, aku kembali guys


Selamat baca ya


❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


.


Pagi kembali menyapa. Terlihat Alika, Bilmar dan Binar sudah siap untuk membelah jalan yang cukup padat di belahan ibu kota.


Mereka terpaksa berangkat lebih pagi untuk menghindari tangisan Maura yang pasti ingin ikut bersama mereka. Sebelum pergi Alika sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk Maura dan Ammar.


"Iya Kak, aku sudah dijalan bersama Kak Alika dan Kak Bilmar."


Terdengar Binara tengah berbicara dengan Rendi ditelepon.


"Ya Kak, baiklah---" Ia menurunkan ponsel dari telinganya, lalu ia berikan kepada sang Kakak.


"Kak, Kak Rendi ingin berbicara denganmu..."


Alika pun meraih ponsel tersebut.


"Ya Ren..?"


"...Ya, baik. Aku akan menjaganya! Jaga juga Papa ku ya Ren, ingatkan tentang obatnya!"


"Baik-baik, ya sudah kalau begitu. Doakan kami lancar ya---"


Tut..sambungan terputus.


Rendi amat mencintai Binara, ia menitipkan istrinya kepada Alika dan Bilmar. Karena ada urusan pekerjaan yang membuatnya harus berlama-lama diluar kota bersama Papa Luky.


Mereka kembali menikmati jalan. Perjalanan menuju Sukabumi untuk sampai ke rumah Ny. Gweny. Bilmar tetap memutuskan untuk membawa mobil sendiri tanpa melibatkan Mang Dana. Ia ingin membayar kesalah fahaman kemarin dengan membuat Alika dan Binara bahagia.


"Kamu mau minum sayang?" Tanya Alika kepada Bilmar yang masih fokus menyetir.


Bilmar mengangguk, Alika pun membantu agar Bilmar bisa menenggak air minumnya dengan baik.


"Kak, apakah kita yakin bisa membawa Gadis kembali pulang?"


"Yakin dong Bin, aku aja yakin. Masa kamu enggak..."


"...Tenang Bin, jangan panik. Tidur aja dulu, biar fikiran kamu fresh. Perjalanan masih jauh, nanti kalau sudah sampai akan aku bangunkan, kamu juga sayang kalau mau tidur, nggak apa-apa." Bilmar meraih tangan istrinya untuk ia genggam.


"Aku akan tetap menemani kamu mengemudi, Bil!" Alika tersenyum lalu beringsut untuk mendekap tubuh Bilmar di bawah lengan suaminya. Sesekali Bilmar mencium pucuk rambut sang istri yang sudah kembali manja.


"Astaga----" Binara merengutkan wajahnya ketika melihat kemesraan kedua kakaknya kembali terjadi di hadapannya saat ini.


"Udah ah lebih baik aku hibernasi!" Binara mengubah posisi duduknya untuk tiduran di kursi belakang. Menutup wajahnya dengan bantal yang ada disana.


"Bil, jangan. Sudah sana fokus menyetir!" Alika bergeliat ketika Bilmar mau mencium bibirnya dalam posisinya yang sedang menyetir.


"Ishhhhh----" Binara semakin menutup kedua kupingnya, ketika Bilmar dan Alika semakin bermanja-manja.


"Benar-benar mereka, seperti anak ABG, hemm! Tak apa lah, yang penting Kakakku bahagia."


Ia menoleh sebentar untuk melihat kedua Kakaknya kembali yang masih bersenda gurau riang bersama. Saling merangkul dan mendekap. Begitulah cinta antara Bilmar dan Alika.


****


Tiga jam kemudian, terlihat Bilmar sudah memelankan lajuan mobilnya untuk menyisir setiap nama dan nomor rumah.


FEDERIC FAMILY


"Keluarga Federic...." Bilmar membaca sebuah nama yang tertera diluar gerbang rumah yang ia yakini sebagai alamat yang sedang ia tuju.


Bilmar pun menoleh melihati istri dan adik iparnya yang sudah tertidur.


"Sayang..." Bilmar mengusap-usap tangan Alika. Membangunkan istrinya dengan amat lembut.


"Sayangku bangun yuk, kita sudah sampai.." Seru Bilmar kembali ketika Alika masih belum mau membuka matanya, ia pun membantu melepas seat belt yang tengah dipakai oleh Alika.


"Binar ayo bangun! kita sudah sampai---" Bilmar beralih untuk membangunkan Adiknya.


Kedua perempuan ini bergeliat untuk bangun dari kejapan mata yang membawa mereka ke alam mimpi.

__ADS_1


"Sudah sampai sayang?"


"....Kita dimana nih Kak?"


Alika dan Binar bertanya secara bersamaan.


"Kita sudah sampai, tetapi aku ingin turun sebentar untuk meminta ijin kepada penjaga rumahnya--" Bilmar membawa arah mata Alika dan Binar untuk melihat satpam yang tengah berjaga di posnya.


Mereka pun mengangguk untuk melepas kepergian Bilmar. Lelaki ini pun turun dari mobil dan berjalan sedikit menuju pos keamanan.


"Selamat siang Pak, Maaf menganggu. Apakah benar ini rumah nya Ny. Gweny?"


"Betul Pak, ada perlu apa?"


"Saya ingin bertemu Pak, apakah bisa?"


"Ny. Gweny sudah lama pindah Pak, yang ada hanya anaknya saja sekarang!"


Terlihat raut wajah Bilmar seketika berubah menjadi sedih. Tenaga nya sudah letih mengemudikan mobil berjam-jam nyatanya kedatangan mereka hanya sia-sia.


Alika dan Binar masih memperhatikan wajah Bilmar yang sedikit berubah.


"Kok Kak Bilmar wajahnya jadi gitu ya Kak?"


"Entah lah, Bin. Aku juga kurang faham..."


Bilmar terdiam sebentar seraya berfikir. "Apakah saya boleh bertemu dengan anak nya Ny. Gweny?"


Kedua satpam itu saling melemparkan pandangan. "Baiklah tunggu sebentar Pak, saya akan bertanya dulu kepada Beliau apakah mau menerima tamu tau tidak. Boleh tau dengan nama Bapak?"


"Saya Bilmar, Bilmar Artanegara---"


Satpam pun mengangguk. "Baik Pak, tunggu saja di mobil. Nanti kalau beliau mau, saya akan segera membukakan pintu gerbang jadi Bapak bisa cepat masuk ke dalam!"


"Baik kalau begitu, terima kasih banyak Pak."


Bilmar pun berlalu kembali menuju mobil. Kedatangannya langsung disambut dengan suara istri dan adiknya.


"Gimana Kak?"


"...Benar ini rumahnya sayang?"


Bilmar menghela nafasnya panjang, pertama karna ia sudah letih mengemudikan mobil yang kedua karena ia merasa kecewa karena Ny. Gweny sudah pindah dari sini.


"Kenapa kamu diam? Ada masalah? Ini bukan rumahnya?" Tanya sang istri kembali.


Bilmar menghentikan ucapannya ketika satpam sudah menghampiri dan mengetuk jendela mobil.


Bilmar seketika menoleh dan menurunkan kaca jendela. "Gimana Pak, saya bisa masuk sekarang?"


"Iya Pak. Ny Tatiana memperbolehkan anda masuk--"


"Oke baik terimakasih ya Pak!"


Bilmar kembali menyalakan deru mesin mobilnya untuk masuk kedalam gerbang rumah yang begitu mewah dan megah.


"Kok Ny. Tatiana Kak? Bukannya kita harus kerumah Ny. Gweny??"


"Iya sayang, kamu nggak salah untuk masuk kerumah orang kan?"


"Ny Gweny sudah pindah dari rumah ini, yang tinggal disini hanyalah anaknya. Siapa tahu kita bisa mengutik informasi dari anaknya perihal Gadis! Kita tidak punya alternatif lain selain bertanya kepada anaknya!"


"Baiklah, Bil! Aku dan Binara mengikuti bagaimana maumu---"


Alika menoleh ke arah Binara seraya memberi dukungan kembali untuk sang suami.


"Iya Kak, benar! Aku mendukungmu. Tolong bantu aku menemukan Gadis ya kak."


"Insya Allah, aku akan selalu membantu untuk membawa Gadis pulang. Ayo kita turun!"


Bilmar mengajak Istri dan adik iparnya untuk turun dari mobil. Terlihat ada penjaga kebun yang sudah menunggu di tepian mobil mereka.


"Ayo Pak, Bu. Ny Tatiana, sudah menunggu anda semua. Boleh ikut saya..."


Mereka mengangguk dan mengikuti langkah wanita paru baya ini untuk menemui majikannya yang sedang bersantai di bangku taman dengan sebuah majalah diatas pahanya yang telah menyila dan segelas air jeruk ditangannya. Seorang wanita berdarah luar negeri yang umurnya sudah jauh dari kata matang.


Ia mendongakkan wajahnya ketika merasa sebuah langkah kaki bergerombol menghampiri dirinya.


Ia pun menutup majalah dan meletakannya di atas meja.


"Silahkan duduk!" Ucapnya kepada Bilmar, Binara dan Alika dengan memberikan senyuman selamat datang.


"Baik, terima kasih." Balas Alika yang mewakili suami dan adiknya.


Mereka pun duduk berderet di meja bundar yang telah disediakan di tengah taman temaran.


"Maaf sebelumnya, sepertinya saya belum mengenal kalian semua. Bisakah kalian memperkenalkan diri dan menjelaskan apa tujuan kedatangan untuk bertemu dengan saya?" Tanya Tatiana dengan suara bersahaja. Ia bukanlah wanita seram yang sedari tadi sudah diterka-terka oleh Binara.

__ADS_1


Bilmar sebagai laki-laki satunya disini, akhirnya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Bilmar menjelaskan dengan baik dari awal sampai ke inti persoalan.


Lalu


"GADIS??" Tatiana mengulang ucapan Bilmar ketika ia menyebut nama Gadis.


"Ia Bu, dia anak saya! Saya ingin menjemputnya pulang---" Selak Binar dengan cepat. Ia sudah tidak konsen lagi, hatinya terasa remuk ketika ia tahu hari ini gagal untuk membawa Gadis pulang.


"Binar tenang!" Bisik Alika.


"Benar kamu ibunya? Kenapa dengan tega membuang anak sendiri ke panti asuhan?" Tanya Tatiana terlihat agak kesal. Ia benci dengan perempuan yang begitu saja membuang anak-anak mereka.


Binar ingin menjawab namun dengan cepat suaranya dibekukan oleh Alika.


"Adik saya tidak membuangnya Bu, ini hanya kesalah fahaman dalam keluarga kami. Tujuan kami datang kesini untuk memastikan apakah Gadis memang diadopsi oleh Ny. Gweny."


"Hemm..baiklah saya minta maaf! Seharusnya saya tidak terlalu ikut campur. Baik akan saya jelaskan!" Ucap Tatiana kembali melembutkan suaranya.


"...Ibu saya memang mengadopsi seorang anak. Tapi buka Gadis namanya, kita memanggil anak itu dengan nama MARSELA! Ibu telah membawanya pergi dari sini, untuk ikut bersamanya dan adik saya--"


Blus.


Binara terlihat kembali frustasi, ia menggelosor kan tubuhnya yang mendadak lemas disandaran bangku taman.


"Kak?" Desahnya parau.


"Sabar sayang..." Alika tetap menenangkan.


"Apakah saya bisa meminta alamat Ibu anda?" Tanya Bilmar membuat Tatiana beralih untuk menatap wajahnya kembali


"Baik saya akan berikan! Bawalah Marsela dari sana. Saya pun kasian melihat anak itu---"


"Memang ada apa dengan anak saya, Bu?"


Tatiana terlihat menghela nafasnya panjang, seketika ia diam karena merasa sudah banyak bicara. Dari gurat wajahnya seperti ada yang sedang disembunyikan. Semua keanehan itu ditangkap jelas oleh Alika dan Bilmar.


"Aku berjanji akan menemukan Gadis, secepatnya!"


Semoga Semesta menyambut baik kedatanganmu untuk menjemput Gadis kembali ke tangan Binara.


****


.


.


.


.


.


.


Masih seru guys, ada part lagi setelah ini. Kalau aku nggak sibuk sore akan aku UP. Jika sibuk, kemungkinan besok lagii❤️❤️


Untuk kalian yang belum bergabung ke grup chat ku bisa gabung ya, biar tau apa aja info update dari ku...atau sekitar info lainnya.


Bagi yang mau tau kisah Maura dan Gifali yang sudah dewasa, sudah bisa baca di karya ku yang ke tiga ya, boleh cek profil ku❤️


Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Gifali Untuk Maura


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰

__ADS_1


With love, gaga😘


__ADS_2