
Bonus lagi deh buat kalian, aku baik kan?? jadi 4 episode buat hari ini???🤭🤭
yuk ah mari baca
***
Terlihat dress yang sejak tadi dipakai Alika, begitu saja robek dan mengampar dilantai bercampur dengan potongan baju dan celana Bilmar yang sudah terlepas dari tubuhnya.
Kini Alika masih dalam kungkungan Bilmar tanpa ampun. Mungkin menurutnya ini adalah suatu hukuman untuk Alika, karena sudah membuatnya marah terbakar api cemburu. Bilmar masih menciumi ceruk leher istrinya dan berusah untuk masuk ke tahap ronde ke dua.
"Bil, sudah ya. Aku sudah lelah!" Alika merintih, memohon kepada Bilmar untuk menyudahi permainan ranjang mereka. "Satu kali aja untuk malam ini, dilanjut lagi besok ya." ucap nya memohon. Tubuh Alika masih belum terasa maximal saat ini, ia merasa tubuhnya masih linu-linu sehabis kejadian kemarin.
Karena tidak tega, Bilmar pun bangkit untuk melepas penyatuan inti mereka. Meletakkan tubuh polosnya disamping sang istri yang juga polos sama seperti dirinya. Meraih selimut untuk menutupi tubuh Alika sampai ke leher. Bilmar pun bangkit menuju kamar mandi, untuk membersihkan badan.
Mungkin saat ini Rendi dan Binar hanya terlihat seperti kambing conge terus menunggu Alika dan Bilmar yang akan turun untuk makan siang bersama mereka. Nyatanya sudah dua jam berlalu. Mereka belum turun juga.
"Aku pulang dulu ya sayang, besok kita bertemu lagi. Oh iya apa kamu tidak ingin pulang ke apartemen? Masih ingin menginap disini?" Tanya Rendi sudah mendaratkan kakinya diambang pintu keluar.
"Kenapa? Kakak kangen ya?" Ucap Binar meledek calon suaminya.
Lalu sebelum Rendi mendaratkan kecupan hangat di bibir Binar, mereka langsung terbelalak kaget ketika Bilmar tengah berdehem kencang sambil menuruni anak tangga. Ia turun dengan rambut basah sehabis keramas.
Rendi dan Binar yang sama-sama sudah dewasa, hanya menggelengkan kepala melihati Bilmar. Mereka tahu apa yang sudah terjadi 2 jam sebelum ini dikamar mereka.
"Jangan asal mau dicium, Bin! Bibir nya rendi harus disuntik dulu biar nggak tetanus!" Ucapnya dengan gelak canda tawa. Binar pun tertawa sambil memegangi perutnya.
"Segar ya, Bil. Habis keramas?" Rendi berbalik meledeknya. "Kita nungguin dibawah. Kamu diatas asik berduaan main komedi putar, Ckk!" Rendi berdecak, membuat wajah Bilmar memerah seketika.
"Sudah sana pulang, dan jangan lupa tugas kamu Ren! saya tunggu secepatnya."
"Baiklah, sayang...aku pulang dulu ya." Rendi mencium pipi kanan Binar dengan cepat, Bilmar yang terus melototi lelaki itu hanya bisa terperanjat karna kalah cepat menghalaunya.
"Da..da.." Suara bahagia memancar indah dari Binar yang tengah melambaikan tangan ke arah mobil Rendi.
"Kak?"
"Ya.." jawab Bilmar sambil memutar langkahnya untuk kembali masuk menuju meja makan.
__ADS_1
"Aku berencana menikah dengan Rendi, 2 minggu lagi, menurut Kakak bagaimana?"
"Ya bagus, aku setuju saja."
Bilmar meraih satu piring dan meletakan nasi berserta lauk pauk disana. "Kamu harus bahas ini dulu dengan Papa, Bin. Jangan main ambil keputusan sendiri. Pernikahan itu harus dipersiapkan matang-matang--"
"Biar nggak dadakan kayak Kak Bilmar sama Kak Alika ya?" gelak tawa Binar muncul membuat ekspresi Bilmar mengerut. Ia tidak akan membantah, memang begitu adanya yang terjadi.
"Loh Kak, mau makan dimana?" Binar mengerutkan dahi ketika Bilmar bangkit berdiri dari kursi dengan membawa piring nasi ditangannya.
"Aku mau suapi Alika, dia kan belum makan siang."
"Hmmm..romantis banget sih...Baiklah! kalau butuh aku. Aku di kamar Maura ya!"
"Ya, baiklah." Bilmar berlalu menuju kamar mereka.
Krek..
Pintu kamar dibuka, terlihat Alika masih dalam balutan selimut diranjang. Rambutnya terurai acak-acakan. Sedikit ada peluh keringat membanjiri disekitar dahinya.
Dengan berat ia pun perlahan membuka kedua matanya. Bukan masih mengantuk, namun dirinya masih merasa lemas tidak tertahan. Bilmar memapah tubuh Alika untuk duduk berselonjor dengan selimut yang masih menutupi dada nya sedikit meringis ketika kedua kakinya digerakan bersamaan.
"Maafin aku ya, aku tadi lepas kendali, jadi agak kasar barusan, kamu nggak sakit kan?"
"Nggak kok, cuman agak perih aja, kamu lagi kenapa sayang? kok tumben sikap kamu kaya gini?"
Bilmar hanya tersenyum menggeleng, lalu merapihkan rambut yang sedikit menutupi pipi kanan Alika. Ia masih terbawa akan perasaan kecurigannya.
"Pipi kamu kok panas?"
"Leher kamu juga..."
"Badan kamu juga, apa mau ke Dokter?"
Berbagai pertanyaan yang diucapkan oleh Bilmar dengan iringan rasa kekhawatirannya.
"Aku memang seharian ini merasa sangat pusing dan lemas, Bil! mungkin aku harus banyak minum vitamin."
__ADS_1
"Besok kita ke Dokter ya, sekalian kontrol bekas luka mu, atau kalau perlu medical chek up aja sekalian!" ucap nya sambil menyodorkan sesendok nasi kedalam mulut Alika. "Ayo, buka mulutmu."
"Kamu besok masuk kerja aja, Bil! aku bisa di temani Binara besok untuk periksa." Lalu melahap dan mengunyahnya.
Menyuapi kembali Alika. "Aku aja yang mengantar kamu, aku juga ingin tahu penjelasan dokter!"
"Baiklah sayang.." ucap Alika sambil mengelus pipi suaminya. Ia begitu tersipu malu dengan perhatian Bilmar yang terus menerus mengalir untuknya.
Sepertinya alam telah membuka ruang akses untuk mereka mengenal satu sama lain dalam kerinduan, kenyataan dan rasa kecewa yang amat dalam untuk Alika dan Papa Luky.
Semoga saja esok di Rumah Sakit, mereka bisa bertemu kembali seperti yang diinginkan oleh Papa Luky dalam beberapa hari ini.
****
NOTE :
Aku pengen ngucapin terima kasih banyak untuk kalian yang udah selalu suport, berkata bijak, memperdalam dulu cerita dan berkomentar sesuai resume kalian sendirii, ku ucapakan makasi banyak😘😘
Selain itu aku cuman ingin bilang, boleh terharu dengan cerita ini asal jangan berkata kasar. Bener-bener enggak enak dilihatnya, jangan cuman datang untuk menghina dan mengejek. Komentari saja alur dan keinginan kalian mau apa setelah ini, itu sangat membantu aku mencari inspirasi. Bukan terus mengejek Alika dengan sebutan yang tidak baik. Jangan asal komen lalu menarik kesimpulan secara asal karena terlebih dahulu melihat komenan orang lain. Sehingga hanya pias untuk dibaca.
Kalian boleh berasumsi apapun guyss tentang cerita ini, namun tetap aku akan menjalankan outline cerita ini sampai selesai❤️❤️❤️
Dijamin terenyuh.
Aku suka kalian terharu sama jalan cerita mereka, dan aku sangat terpukau😘😘
Dan satu lagi.
Kemungkinan besar besok aku libur UP dulu ya guys, mau nenangin hati dari komenan nyelekit...aciehhh baper...hahaha nggak lah..aku ada something besok..
Tapi kalau kalian komen yang banyak manggil2 nama akuu, aku akan pertimbangkan❤️❤️
sehat selalu ya kalian, maaf aku udah cuap-cuap panjang lebar.
Berikan terus semangat kalian pada ku yaa...Like, vote, rate and komen yah..
Thankyouu with love gaga❤️
__ADS_1