Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Pamit


__ADS_3

Hayy pagi yang indah, sudah harus masuk kerja lagi. Aku tetap balik nulis buat kalian


yuk mari baca


🤗🤗


***


Alika masih berdiri membantu Bilmar untuk merapihkan dasi dan jas yang kini tengah ia pakai. Bilmar terus melihati wajah Alika dengan rasa campur aduk. Dirinya merasa cukup tegang saat ini, karena ia akan mengembalikan Binara kepada Papa Luky untuk menceraikannya. Rendi pun akan hadir disana, menjadi saksi sekaligus meminta restu untuk meminang Binara.


Cum...


Mata Bilmar membulat ketika Alika berhasil membangunkannya dari lamunan dengan satu kecupan hangat dibibirnya.


"Semangat sayang, doaku menyertai kamu." ucap Alika sambil menempelkan dahinya di dahi Bilmar.


Sang suami hanya bisa memberikan senyuman, walau sedikit getir dan pias. Rasa gugupnya terus memacu didalam dada. Bukan takut untuk menceraikan Binar, tapi ia takut jika membenarkan bahwa Papa Luky memang akan berniat jahat pada Alika. Dirinya masih tidak sanggup membayangkannya.


"Aku sudah siap untuk berangkat." ucap Binar yang sudah sampai diposisi mereka saat ini.


"Kamu cantik Binar, Kakak baru lihat kamu seperti ini." Bilmar merasa takjub dengan penampilan Binara saat ini, ia terlihat rapih dengan kemeja polos berwarna pink dan rok biru dongker selutut. Dengan rambut yang terurai indah sebahu. Polesan bedak, blush on dan lipstik melukis indah wajahnya.

__ADS_1


"Ah Kakak aku jadi malu, ini semua Kak Alika yang dandani aku.." Binara bergelayut di pundak Alika. "Makasi banyak ya Kak, aku sayang kamu." Binar mencium pipi Alika dengan amat sayang.


"Aku juga sayang kalian." balas Alika sambil mengelus pipi Binar yang masih bermanja-manja di tubuhnya.


"Ayo kita berangkat, Rendi katanya akan langsung menyusul kesana. Doakan kami ya sayang, kita pergi dulu." ucap Bilmar sembari menyodorkan punggung tangannya untuk dicium Alika.


"Iya Kak, doakan kita ya." Binar meraih punggung tangan Alika untuk diciumnya.


Entah ketika punggung tangannya dicium oleh Binara, ia merasa bayangan Mama mereka seperti muncul sesaat. Ia tersedak agak lama, namun tidak menjadikan itu sebuah masalah.


"Hati-hati ya dijalan, kalau sudah sampai tolong kabari aku ya!"


Bilmar dan Binar mengangguk, lalu memutar langkah mereka untuk berlalu menuju mobil yang sudah siap untuk digunakan.


Lalu


Sebelum sampai ke pintu mobil, Bilmar kembali memutar langkahnya untuk berjalan menuju Alika.


"Ada apa say---?"


Pertanyaan Alika begitu saja terhenti ketika Bilmar berlari menuju kearahnya lalu memeluknya dengan erat. Kedua mata Alika membulat dan melebar, ia hanya bisa mengelus-elus punggung suaminya. "Kenapa sayang?" tanya nya lagi secara pelan. Namun Bilmar tetap saja memeluk dirinya tanpa kata-kata untuk bicara.

__ADS_1


"Kalau kamu belum siap, nggak apa-apa sayang, aku bisa mengerti."


Bilmar tidak menjawab, ia terus memeluk Alika sambil memejamkan matanya. Menaruh kepalanya di bahu sang istri.


"Sayang..?" Alika kembali memanggil suaminya.


Kemudian Bilmar melepas pelukan itu, lalu meraih wajah Alika dengan memberi kecupan awalan di dahi lalu turun ke kelopak mata kanan dan kiri lalu terjerambab ke hidung, ke pipi dan terakhir kecupan lama di bibir.


"Kamu hati-hati ya sayang dirumah, jangan pergi kemana-mana! jangan keluar, tunggu aku pulang." ucap Bilmar.


"Iya sayang, aku berjanji akan mengikuti kemauanmu!"


"Begitu besar cinta mereka, aku bahagia melihat kalian seperti ini, teruslah bersama sampai maut memisahkan."


Sorot kebahagiaan dari wajah Binar yang masih melihati mereka berdua dari dalam mobil. "Aku pun sebentar lagi bahagia dengan Kak Rendi." ucapnya lagi dengan wajah cerah merah merona, begitu cantik karena perpaduan wajah antara Luky dan Alisa.


"Aku pamit dulu ya, sayang!"


Bilmar pun berlalu dan diiringi lambaian tangan oleh Alika dari luar mobil. Semoga saja nasib baik dalam proses bertemu Papa Luky dapat berjalan lancar dan sesuai apa yang diingini.


***

__ADS_1


Masih ada sambungannya, tungguin yah❤️❤️


Terus beri aku semangat untuk Like Vote Komen yah😘😘


__ADS_2