Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Jati Diri Berliana Artanegara ( Alika Sarasafi)


__ADS_3

Yasss, aku kembali❤️❤️


yuk kita baca


🤗🤗


***


Bilmar masih saja mengetuk-ngetuk kan pulpennya ke atas meja. Kedua matanya menatap berkas, namun didalam bayangannya terus terbayang akan wajah Papa Luky dan Alika. Begitu saja terus menerus, berputar-putar dalam poros pemikirannya. "Kamu larang Alika pergi sama Binar, Bil?" Rendi terpaksa memecah keheningan antara dirinya dengan Bilmar saat ini di ruangan kerja setelah mereka habis melakukan rapat panjang dengan dua rekanan sekaligus.


"Iya, kenapa memang? kamu tidak suka?" jawab Bilmar mendongakkan wajahnya menatap Rendi dengan tatapan melawan.


Rendi hanya bisa menghela nafasnya kebawag. "Nggak, Bil. Terserah kamu aja mau melakukan apapun. Tapi ingat, jangan bodoh!"


Bilmar melempar pulpen yang masih dalam jepitan jarinya, ia bangkit untuk menarik kerah kemeja Rendi dengan kasar, membuat Rendi begitu terbelalak kaget. "Bodoh? Lalu apa yang akan kamu lakukan, jika posisi seperti ini terjadi dengan Binar?"


Kedua mata mereka saling bertemu, Rendi tetap diam, ia menahan emosinya agak tidak terpancing. Wajar jika Bilmar emosi, ia hanya ingin mempertahankan miliknya.


"Papa Luky sangat sayang sama kamu dan Binar, Bil. Nggak mungkin dia yang melakukan semua ini!"


Seketika Bilmar melepas kedua tangannya dari kerah kemeja Rendi yang tengah ia remas. Kemudian ia memutar langkahnya ke belakang, berdiri dikaca jendela menatap langit siang dalam udara yang mencekam hatinya saat ini. Ia begitu bingung dalam posisi yang serba sulit. Alika adalah istri yang sangat ia cintai, begitupun Papa Luky adalah orang yang berjasa untuknya dan Papa Bayu.


"Saya akan terus mencari tau tentang kecelakaan kemarin sampai tuntas! jika hasil akhirnya memang betul itu semua terjadi karena Papa Luky, maka---"


"Maka apa?" selak Rendi cepat. Ia menunggu ucapan gila apa yang akan dibicarakan oleh Bilmar kali ini. "Saya akan mengibarkan bendera perang untuk Papa Luky, termasuk kamu dan Binara! saya tidak akan segan-segan memutus tali kekeluargaan ini, Ren. Bersiaplah, akan saya jaga keluarga saya mati-matian!"


Kedua mata Rendi menatap tajam ke arah Bilmar yang tengah memunggunginya sambil menaruh kedua tangan disaku celana. Rahangnya mengeras, kedua tangannya dikepal begitu saja. Ia merasa Bilmar tertutup emosi dengan kecurigaan tidak beralasan.


Tentang rekaman cctv yang membuat nya semakin merajuk. Dalam rekaman cctv jalan tersebut, Alika terlihat sengaja di tabrak dari belakang oleh sebuah mobil jeep putih, sampai ia dan motornya terjungkal bebas ke sisi kiri bahu jalan. Ketika melihat Alika sudah jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri, mobil itu pun kembali melaju dengan kencang.


Rendi merasa itu hanya ketidaksengajaan orang yang tidak beradab saja, nyatanya Bilmar cukup cerdas untuk menggabungkan semua masalah ini. Hari kecelakaan Alika adalah hari dimana ia tengah menemui Papa Luky dengan maksud akan menceraikan Binara.


Rendi pun pergi keluar dari ruangan dengan erangan emosi yang membludak. Ia tidak tahan dengan sikap Bilmar yang susah untuk diajak komunikasi dengan kepala dingin. Menarik pintu dan menggebrak nya dengan asal, sedikit membuat hati Bilmar semakin kacau namun ia tidak terlalu memperdulikan sikap Rendi saat ini.


Alika yang sangat ini lebih berharga dari apapun untuknya.


***

__ADS_1


Wajah Pak Khalid lagi-lagi menegang, tangannya sedikit bergetar. Ketika melihat sebuah dokumen yang sedang ia cermati dengan seksama. "Anda yakin, jika data ini valid?" tanyanya kepada lelaki yang sudah ia suruh untuk mengumpulkan informasi mengenai Alika dan kehidupannya. Pak Khalid hanya melihat sampulnya saja, ia tidak berani lancang untuk membukanya dahulu.


"100% valid Pak, saya sudah mendatangi beberapa tempat pendukung pelacakan ini dan menanyakan ke berbagai sumber terpercaya."


Wajah Pak Khalid seketika redup dari kecemasan, seolah memberi ia kekuatan sedikit untuk bertatap muka dengan Papa Luky ketika menjelaskan semua ini.


"Baiklah, kalau begitu saya akan transfer sisa pembayaran kamu, saya inginkan tidak ada jejak untuk hal ini!"


"Baik, Pak terima kasih. Saya permisi!


Pak Khalid pun mulai bergegas untuk melangkah menuju ruangan Papa Luky, sambil membawa sebuah berkas dengan sejuta informasi yang diinginkan oleh Papa Luky.


Krekk..


Pintu ruangan pun dibuka, terlihat Papa Luky tengah berbicara di sambungan telepon dengan orang yang tidak dikenal.


"Habisi nyawa perempuan itu! berikan jantungnya untuk saya! kerjakan cepat, saya tidak ingin rencana ini gagal begitu saja."


Bilmar, tidak boleh begitu saja bahagia ketika sudah meninggalkan Binara.


Tutt...sambungan telepon terpaksa ia matikan secara sepihak, ketika merasa langkah kaki Pak Khalid sudah tegak berdiri dihadapannya.


"Duduk lah!"


Pak Khalid mengangguk dan menggapai kursi untuk duduk secara sopan dan beretika.


"Sudah satu setengah hari, kamu membuat saya menunggu Khalid!" ucapan tegas terus menyambar didaun telinga Pak Khalid.


"Maaf Pak, saya hanya bisa melakukan ini dalam waktu tersebut." Pak Khalid sedikit menundukan kepalanya, ia hanya berani menatap jari jemari Papa Luki yang masih bersandar di atas meja.


"Baiklah, cepat jelaskan bagaimana tentang sosok gadis itu!" ucapnya terburu-buru. Ia merasa kali ini, keberuntungan dewi fortuna akan berpihak padanya.


"Nama lengkapnya adalah Alika Sarasafi. Usianya 29 tahun, ia lahir di Rumah Sakit Jaya Bakti, tanggal 17 Maret 1991. Dalam catatan medis RS lama, disini disebutkan nama yang tercantum adalah Berliana Artanegara. Anak dari--" Pak Khalid berhenti dari ucapannya, keningnya mengerut-ngerut ketika ia akan membacakan nama yang sebentar lagi akan ia sebut. Ia takut jika ini hanya kesalahan.


"Kenapa kamu diam? cepat lanjutkan!" Wajah Papa Luky terus mengharu biru penuh kemenangan ketika apa yang disebutkan oleh Pak Khalid sangat mirip seperti anak kandung pertamanya yang telah dibawa pergi oleh ibunya selama ini.


Pak Khalid pun mengangguk dan memulai kembali. "Anak dari Alisa Karina dengan Luky Artanegara. Namun setelah menikah kembali dengan Samsul Bahri. Anak ini dirubah semua jati diri nya dengan sebuah nama baru menjadi Alika Sarasafi."

__ADS_1


Pak Khalid begitu tercengang, ketika mendengar satu hentakan mendarat di meja. "Brengsek!" Papa Luky geram, ia sangat mengutuk sikap Alisa, yang sebegini membencinya. Sampai tega merubah jati diri Berliana menjadi Alika.


Tenggorokan Pak Khalid menjadi kering kerontang, ia tergegap.


"Lanjutkan!" Papa Luky kembali memerintah.


"Menjalani profesi sebagai seorang Perawat umum di salah satu klinik---" tak sadar dengan yang ia lihat lagi saat ini, Pak Khalid kembali terdiam, membuat dirinya semakin menegang.


"Kenapa?" tanya Papa Luky secara kilat.


Pak Khalid hanya bisa menatap Papa Luky dengan ekspresi kaget mencengangkan. Ia terus menelan saliva nya dalam-dalam.


"Selama ini bekerja di klinik perusahaan ECO GROUP selama kurang lebih 8 tahun, dan dikabarkan---"


"Dikabarkan apa?" selak Papa Luky yang mulai teperanjat, tiba-tiba tanpa sengaja ia merasa dadanya sedikit sesak karena menunggu jawaban dari Pak Khalid yang makin terbata-bata.


"Dikabarkan telah menikah dengan---"


"Jawab yang cepat! jangan sampai saya menggunting lidah kamu, Khalid! saya tidak suka menunggu!"


Pak Khalid kembali terperangah, mulutnya terbuka sedikit. Matanya tercengang, kembali menelan salivanya dalam-dalam.


"Telah menikah dengan Bilmar Artanegara, Presiden Direktur EG. Keponakan Bapak." ucap Pak Khalid dengan kelegaan yang begitu susah ia dapatkan sedari tadi.


Lalu, terdengar nada tinggi menggelegar dan melengking seperti seruan guntur dan kilat saling beradu diatas langit yang gelap ditengah gemuruh hujan yang menderu-deru.


"Hah. Apa...?"


****


Bagaimana kah setelah ini? bagaimana nasib Alika alias Berliana?


Berikan semangat kalian untuk aku yaa..


Like, Vote, Rate and Komen..


Thankyou, with love Gaga.❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2