Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Sakit


__ADS_3

Hummmmmm....!!


Alika menghembuskan nafasnya ke udara meninggalkan bulatan pulau membekas disana.


Ia terus menikmati dinginnya malam ini, dimana malam diperkampungan sangat membekas penuh warna. Banyak suara anak-anak bermain, ....


Lain hal dirumah Bilmar, walau rumah itu luas dan mewah tetapi bisa disebut dengan rumah mati karna selalu sepi membawa sesak.


"Aku rindu Maura," ujarnya sambil menikmati es capucino dan tempe mendoan yang ia beli diwarung Mang Duloh.


Lalu ia merogoh kantong daster untuk meraih HP nya, seketika ia urungkan niat itu. HP nya pun kembali dimasukan.


"Kalau dengar suaraku, pasti Maura akan menangis dan meronta-ronta seperti tadi,"


"Tidur saja lah, besok kan sudah masuk kerja lagi,"


Alika pun masuk kedalam, untuk segera tidur menyiapkan amunisi untuk beraktivitas kembali mengobati pasien-pasien.


****


"Hah?!"

__ADS_1


Alika menatap kaget kepada Bella dan Sofia. bagaimana tidak. Mereka kini telah memakai baju dinas klinik yang sangat berbeda dari biasanya, warna seragam itu tidak putih polos lagi, kini berubah menjadi lebih berwarna ditambahkan corak-corak plus slier.


"Cantik kan Kak?" Bella memuji penampilannya sendiri.


"Baju kakak, ada didalam ya," Sofia memberi tahu sambil berjalan ke dalam toilet.


"Bell, siapa yang memerintahkan pakai seragam kaya gini?"tanya Alika.


"Pak Adit, Kak. Hari sabtu beliau kesini, memberikan seragam yang baru buat kita. katanya seragam yang lama dibakar aja,"


"Hah?!"


Ia mengingat jikalau hari sabtu dirinya sedang libur dan masih menginap dirumah Bilmar karna menjaga Maura.


Untuk saat ini, mau tidak mau ia harus menurut dan menjalankan perintah yang ada, dia tidak boleh membangkang walau ia kenal baik dengan Presiden Direktur EG.


"Baiklah!" Alika berlalu masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dinas yang baru.


Hari ini Alika Memasak capcay seafood dan egg roll, ia memasak lebih banyak dari biasanya, ia berniat akan memberikan makanan itu untuk Maura lewat Bilmar. Alika seperti rindu anak itu.


"Bell, Sof, aku tinggal sebentar ya,"

__ADS_1


Alika pun berlalu dengan membawa sebuah jinjingan dalam genggaman tangannya, ia terus berjalan menyusuri EG untuk bisa sampai dikantor pusat, dimana tempat Bilmar berada.


Sebelum Alika sampai dan mendekat, Katerine terlebih dahulu berdiri untuk siap siaga menghadang Alika, apabila ia bersikap Bar-bar seperti kemarin.


"Maat Bu Katerine, saya ingin bertemu dengan Bapak PresDir, apakah beliau ada didalam?" ucap Alika begitu manis.


"Maaf Mba, tapi beliau sedang tidak ditempat, ia berhalangan masuk hari ini," Katerine berbicara sopan.


Alika mengerutkan dahinya," Kenapa bu ? ada apa dengan Bilmar..eh..maksudnya Pak presdir," Alika salah ucap.


Katerine seraya menaikan satu alisnya mendengar ucapan Alika.


"Hanya bilang kalau anaknya sedang dirawat saja..,"


Alika pun langsung berlalu, ia cepat seperti angin, meninggalkan Katerine yang belum selesai menuntaskan bicaranya.


"Emang enggak ada sopannya tu bocah!" Gerutu Katerine.


"Hah? sakit lagi, kok bisa. Bilmar juga enggak ngabarin aku!" batin Alika. Tanpa fikir panjang ia pun berlalu, menaiki motornya untuk berlalu menuju rumah Bilmar.


20 Menit kemudian dengan kecepatan tinggi, motor Alika telah sampai mendarat dengan baik dipekarangan rumah Bilmar.

__ADS_1


"Di Rumah Sakit cahaya bunda Non," Bik Minah memberitahukan tempat dimana Maura dirawat.


Ia pun kembali mengayuhkan motornya untuk berlalu menuju tempat yang ingin ia sambangi.


__ADS_2