Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Mungkin hanya jadi Mainan?


__ADS_3

Hayyy tengah malam nih aku balik lagii hihihi


yuk ah mari baca


🤗🤗


***


Sesuai dengan perintah sang istri akhirnya Bilmar harus pergi dulu beberapa waktu dari kamar mereka. Alika masih merajuk tanpa tahu sampai kapan dirinya akan membiarkan Bilmar untuk masuk lagi kedalam kamarnya.


Disini.


Terlihat Bilmar masih menyandarkan dirinya di sandaran tepi ranjang sebelah kiri dikamar tamu lantai bawah. Ia terus mengusap-ngusap bantal di sebelahnya, ia teringat Alika akan ada diposisi miring menghadap kepadanya. Akan membelai-belai dulu wajahnya dan memberi kecupan tidur selamat malam. Masih teringat jelas dikepalanya, kalau saat-saat ini Alika sudah pintar mengimbangi permainan mereka diatas ranjang, sudah bisa membalas dan berinsiatif untuk menyumbangi beberapa gerakan senam olahraga cinta mereka.


Bilmar terus memejamkan matanya, ia sungguh amat tersiksa sekarang.


"Mengapa begitu cepat petaka ini terbongkar? Alika dan Papa Luky adalah orang yang sama-sama keras kepala, apakah aku bisa untuk lepas dari tawanan Papa Luky dan apakah Alika bisa untuk menungguku dalam memperjuangkan pernikahan kami?"


Kalimat itu terus berkecamuk dalam hati dan jiwanya. Ia terus memeluki guling dan tidur dengan posisi miring menghadap kanan, ia hanya bisa membayangkan jika dihadapannya ini adalah Alika walau itu semua hanya ilusi.


Disana.


Terlihat Alika masih menyandarkan kepalanya di tepi ranjang bagian kanan. Posisi tidurnya miring melihati ke arah kiri tempat dimana Bilmar selalu berada. Dirinya terus mengusap-ngusap bantal di sebelahnya, ia teringat Bilmar akan ada diposisi miring untuk menghadap nya. Lelaki itu akan selalu mengawali tidur dengan cumbuan, Ia akan memaksa berciuuman dulu dengan sang istri sampai dimana Alika akan menyudahinya sepihak atau terus berjalan ke dalam suatu aktivitas lebih dari itu.


Hampir setiap malam mereka bermain, satu ronde menurut Bilmar sangatlah kurang, ia akan berhenti bermain ketika sudah 2 sampai dengan 3 ronde berlalu.


"Bil, aku kangen kamu!"


Bagaimanapun rasa sakit yang saat ini sedang menggema, tetap saja Alika sangat merindukan sosok Bilmar yang kini telah ia usir dari kamar mereka.


Alika harus bisa menjernihkan kepalanya untuk membuang segala pemikiran yang tidak akan pernah terjadi kepada mereka dan terus mepelajari masalah ini apakah ia harus berada dipihak suaminya untuk sabar menunggu atau malah memutuskan untuk menceraikannya.


***


Sepertinya perintah dr. Benni tidak semua diperdulikan oleh Alika untuk tetap beristirahat dirumah. Pagi-pagi sekali ia sudah berangkat menuju klinik sebelum Bilmar dan Maura terbangun. Karena ada pesan masuk yang mengatakan ada yang tidak beres di klinik.


Penuturan Bik Minah pula tentang Alika saat ini, yang membuat Bilmar tidak jadi untuk sarapan pagi dirumah. Ia lebih memilih berangkat sekarang juga menuju EG. Bukan hanya ingin menyusuli Alika untuk memastikan ia tidak akan kabur dari rumah, melainkan rasa panas yang sedari kemarin membuncah menuntut pertanggung jawaban Rendi.


Lelaki itu mempunyai andil sangat banyak dalam masalah ini, Bilmar terus mengemudikan mobilnya dengan kencang dan tidak segan untuk menyalip truck-truck yang sedang berlalu lalang di kawasan industri.

__ADS_1


Dan sepertinya Rendi tahu bagaimana posisi dirinya hari ini, ia merasa akan habis ditangan Bilmar Artnanegara.


Satu jam kemudian mobil Bilmar sudah mendarat dengan baik di EG. Hatinya lega ketika ia menanyakan kepada satpam yang tengah berjaga, kalau Alika sudah datang sedari tadi. Mungkin mereka akan berbisik-bisik dalam titian kolbu, mengapa seorang Presiden Direktur mencemaskan seorang pegawai biasa seperti Alika Sarasafi.


"Aku dengar kemarin Alika ribut dengan Bapak Presdir kita---"


"...Ada hubungan apa mereka ya?"


"Mungkin ada scandal antara mereka, kasian Alika hanya menjadi mainan saja---!"


"Harusnya Alika mengerti, bagaimana status mereka, jangan bermimpi menjadi istri orang kaya!"


Lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak tepat dua meter dari jarak Alika dan Bella yang sedang berdiri menunggu sarapan mereka jadi di kantin.


"Heh! pagi-pagi udah gosipin orang sembarangan! itu mulut lo baru bisa diam kalau udah dijahit kali ya!" hardik Bella kepada mereka, entah mulai dari kapan Bella lepas dari pandangan Alika dan sudah berada dimeja mereka.


"Yeh, napa lo nyett kok ngegas sih!kita nggak gosip kok---"


"....Cuman ngumpul hahaha.." sambung salah satu dari mereka lagi.


"Bell, sudah ayo!" Alika merengkuh lengan Bella untuk tidak meladeni mereka. "Kak, tapi? mereka ini semua kurang ajar!" Bella menyanggah.


"Kak kenapa sih? mereka itu gosipin kamu! aku nggak suka dengarnya, apalagi kalau sampai Sofia tahu, mereka pasti langsung dijambak, kenapa sih Kakak, nggak membuka ke public aja kalau kalian itu sudah menikah!"


Alika menggelengkan kepalanya dengan cepat, kalimat terakhir dari Bella membuat ia semakin kacau dengan keadaan yang saat ini ia rasakan dengan Bilmar. Apa kata mereka semua jika betul Bilmar hanya memainkan perasaanya.


Mungkin mereka semua akan bertekuk lutut dan menunduk jika sudah mengetahui siapakah Alika Sarasafi saat ini.


Di kantor pusat EG.


Jbaggg...Rendi jatuh tersungkur.


Terlihat tubuhnya terkapar disudut lantai karena suatu pukulan dari belakang tubuhnya "Ayo bangun brengsek!" teriak Bilmar meraih kerah baju Rendi untuk memukuli kembali wajahnya dengan peluh dan emosi.


"Mungkin setelah ini lo bisa menikah dengan Binar dan hidup bahagia bersama dia! tapi sekarang liat? rumah tangga gue sedang diujung kehancuran! itu semua karna ulah lo yang nggak memakai otak dan pikiran!"


Bilmar terus menghujani Rendi dengan hantaman dan pukulan. Ia terus memaki lelaki ini tanpa jeda dan menurunkan harkat dan martabatnya sebagai seorang Presiden Direktur, benar saja bahwa ucapan kata perceraian terus terngiang-ngiang di benaknya semenjak kemarin. Karena ulah Rendi yang mempertemukan Alika dengan Binar, membuat ia harus tidur terpisah dari sang istri.


"Lihat lo kaya gini, gue jadi mikir dua kali untuk menceraikan Binar, biar aja lo mati dengan rasa cinta lo yang nggak akan bisa tersalurkan!"

__ADS_1


Bilmar sengaja berucap seperti ini hanya karena ia kesal dan tidak habis fikir mengapa bisa Rendi mencampuri urusan rumah tangga nya.


Sontak mendengar pengakuan tersebut, Rendi dengan gelap mata yang sedari tadi hanya diam menerima semua hujaman pukulan, kali ini ia bangkit untuk membalas Bilmar. Ia tak kalah hebat memukuli wajah Bilmar dengan kekuatannya.


Mereka pun saling memukul, menendang dan menarik baju satu sama lain. Kekacauan ini mengundang Katherine hanya bisa berteriak diambang pintu dan membuat Pak Adit segera datang untuk melerai.


"Cukup Ren! ingat Pak Bilmar adalah Presiden Direktur kita!" hardik Pak Adit kepadanya sambil memegangi tubuh Bilmar agar berhenti dari aksi kebrutalannya.


"Sudah Pak, tenang dulu!" Pak Adit membawa tubuh Bilmar untuk duduk di sofa. Menenangkannya dari emosinya saat ini. Delikan mata tajam Bilmar menghiasi wajahnya yang sekarang tengah bengkak karena pukulan, kebiruan di area pipi dan percitan darah disudut bibir.


Terlihat beberapa satpam telah membawa Rendi pergi dari ruangan. Bilmar ingin ia enyah dari EG.


Pak Adit berjalan menghampiri Katherine yang masih berada diluar pintu tengah bersembunyi karena takut dengan perkelahian barusan.


"Katherine, cepat hubungi Ibu Alika sekarang suruh datang ke kantor pusat untuk membawa peralatan obat!"


"Kenapa harus bocah itu sih Pak, kan perawat yang lain juga masih banyak?" jawab Katherine sewot.


"Sst! kamu harus sopan! Ibu Alika adalah istri dari Pak Bilmar!"


"Hah?"


Mungkin setelah ini Pak Adit yang akan di mintai pertanggung jawaban nya oleh Alika.


***


Hayy readers kesayangankuu


Minal Aidin Walfaidzin ya, Mohon Maaf Lahir dan Batin❤️❤️, semoga kita kembali terlahir dalam fitra yang suci. Aamiin🤗🤗


Makasii banget komenan kalian itu terus menginspirasi akuu🤗😘


Dan makasi juga, aku ucapkan bagi kalian yang sudah berbaik hati memberikan ku VOTE..ku terharuu😘😘..


kayak biasaa...


Like and komennya yaa...


thankyou..with love Gaga🤗😘

__ADS_1


__ADS_2