
Hayy aku balik lagi nih. Duh, aku sangat terharu sumpah liat kalian yang begitu gregetan liat Alika kembali dalam sandungan masalah. Ya kan aku mah udah bilang guys, aku akan memainkan konflik panjang. Karena emang masalah Alika itu banyak. Nggak mungkin kan tiba-tiba bawa Danu ke kantor polisi nggak pake cerita??ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜›ðŸ˜›
Makanya aku mau membereskan semua masalah Alika dengan alur yang runtut dan bersamaan, sebelum Alika dan bilmar akhirnya bisa berbahagia total. Ada yang bilang jangan ada konflik..guys aku udah sering bilang ambil hikmahnya...jangan konfliknya. Kalau mau yang lurus-lurus aja, kayanya novel anak-anak lebih seru deh hehehe
Moon maap yah jadi banyak ngmong nih
Tapi aku sukak liat gregetnya kalian🖤🤗
Yuk guys, selamat baca
***
"Siapa tadi yang telepon kamu?" tanya Bilmar di ambang pintu kamar mandi lalu berjalan menuju sofa, kembali menatap layar laptopnya. Ia sempat melihat ketika istrinya mengangkat telepon sebelum ia hendak masuk ke dalam.
"Hemm..." Alika diam sebentar. Fikirannya masih terpacu di landa kebingungan. Otak nya seketika beku untuk mencari ide dalam mendapatkan uang sebanyak itu. Jika saat ini keadaanya memungkinkan, ia pasti akan meminta uang kepada Binara atau Papa Luky.
Ia menghela nafasnya berkali-kali. Hatinya begitu gugup. Ia takut jika Danu benar-benar akan menjalankan aksinya. Dua bola matanya diputar-putar ke setiap sudut kamar. Terus menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
Tidak berapa lama
Ting.
Ide muncul tepat di kepalanya.
Alika pun turun dari tempat tidur. Ia melangkah untuk mendekati Bilmar yang masih fokus disana. Duduk disampingnya dan bergelayut mesra.
"Tadi Bibik yang telepon sayang---"
"Oh, ada apa memang? Bagaimana kabar mereka?" Bilmar menoleh tepat diatas kepala sang istri yang masih bertengger di bahu nya.
"Baik sayang."
"Ya, syukurlah---" Bilmar kembali fokus.
"Bil?"
"Ya..."
"Aku boleh nggak minta uang?"
Mendengar ucapan Alika, sontak membuat Bilmar menghentikan arah matanya yang masih fokus ke layar terang di hadapannya.
Ia sedikit mengerutkan keningnya.
"Tumben kamu minta uang? Uang yang aku transfer minggu lalu memang sudah habis?"
Habis? Tentu tidak, Alika tidak akan sanggup menghabiskan uang puluhan juta yang di transfer Bilmar hanya untuk keperluan pribadinya saja dalam waktu sebulan.
"Masih ada si sayang, tapi saat ini aku butuh uang cash. Kayak nya kalau butuh segitu harus ke bank dulu deh--" cicitnya polos.
"Berapa memang?"
"Seratus--"
"Ribu?" selak Bilmar.
Alika mendongakkan wajahnya, menatap suaminya dalam-dalam.
"Aku butuh seratus juta, Bil! Sekarang...bisa nggak?" Alika memelas. Ia terlihat seperti Maura yang tengah mengiba meminta ice cream.
Bilmar sempat kaget. Namun ia kembali tenang.
"Kamu mau beli apa sayang?"
"Bibik butuh uang Bil, untuk renovasi rumah. Aku kasihan padanya! Boleh ya sayang? Atau begini! Anggap aja aku pinjam?" Alika tetap bergeliat memeluk perut suaminya. Sesekali menciumi pipi Bilmar, merayu-rayu agar diperboleh kan.
__ADS_1
Bilmar mengerutkan keningnya menjadi beberapa lipatan. "Pinjam?"
"Iya aku pinjam uang kamu ya sayang. Nanti aku cicil, kamu bisa potong dari uang bulanan yang kamu kasih ke aku setiap bulan, gimana?"
Bilmar bingung dengan sikap Alika yang sedikit aneh. Namun karena alasannya demi sang Bibik. Ia pun tidak keberatan.
"Baiklah tunggu!" Bilmar bangkit lalu berjalan ke arah dinding disamping ranjang. Menurunkan Lukisan besar disana, ada sebuah kotak brangkar kekar berwarna abu-abu.
"Jadi kamu kalau simpan uang disini, Bil? Kok aku nggak tahu sih?" Alika mengedik sambil memberikan pandangan takjub.
"Loh kan kamu selalu nggak tertarik setiap aku bahas tentang uang?"
"Iya sih--"
Bilmar pun mulai menekan tombol angka kunci untuk membuka pintu brangkar.
"Tanggal hari jadian kita ya?"
"Iya sayang--" Bilmar mengelus pipi istrinya. Sungguh hati wanita itu terharu. Seketika tatapanya menjadi sendu karena telah membohongi suaminya.
"Kamu masih ingat, Bil?"
"Ingat dong, 27 Juli 2008. 12 tahun yang lalu!"
Alika makin terpesona, Ia tidak menyangka jika memori lelaki ini masih kuat.
Glag.
Pintu brangkar terbuka lebar.
"Wahh..." Pandangan Alika kembali terang ketika melihat tumpukan uang merah bergepok-gepok tersusun rapih menjadi dua barisan tinggi.
"Masya Allah, banyak banget uang kamu sayang, ini ratusan ya??"
"Jumlahnya miliyaran---"
"Coba ambil kotak itu!" Bilmar membawa arah mata Alika untuk melihat kotak perhiasan disana lalu di ambilnya.
"Buka lah.."
Alika tertegun sebentar, melihati beberapa perhiasan yang tertata rapih. Ada cincin, kalung, gelang, giwang semua dari berlian dan ruby.
"Bil, kamu jadi beli cincin ini?" Alika teringat ketika ia marah-marah saat Bilmar ingin membelikan cincin berlian untuk mas kawin dirinya.
"Aku tetap membelikannya walau kamu tidak mau memakainya. Biarlah tersimpan saja disana. Aku tau suatu saat kamu pasti mau!"
Alika merubah wajah sendunya menjadi wajah yang membahagiakan. Betapa baiknya lelaki ini. Ia sangat mengerti untuk membahagiakan sang istri.
"Bil, coba liat!" Alika menunjuk sebuah cincin yang hanya terbuat dari perak, ukurannya memang besar. Namun sudah usang. "Kamu masih---?"
"Aku masih menyimpannya sampai saat ini!"
"Ini kan cincin yang aku belikan buat kamu, Bil. Aku sampai nunggak bayaran SPP waktu itu--" Alika tertawa lalu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.
"Aku nggak tega buangnya! Jadi biar aja, aku simpan--"
Alika langsung memeluk dan menciumi pipi suaminya. "Makasi ya sayang, aku cinta kamu!"
"Duh, Al. Kalau kamu lagi kaya gini, buat junior aku jadi ingin ketemu sassy!" Bilmar meringis
"Iihh! Kamu tuh. Ayo Bil, cepat berikan uangnya!"
Wajah Alika kembali panik ketika melihat jam di dinding terus berputar ke arah kanan.
"Ini lima ikat, satu ikatnya dua puluh juta." Bilmar memberikan uang seratus juta cash kepada Alika.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Alika memasukan uang itu ke dalam tas nya.
" Ya udah, sayang. Aku pamit dulu ya!"
"Et..et..!" Bilmar merengkuh lengan istrinya.
"Kamu nggak ajak aku kerumah Bibik?"
Mendengar ucapan Bilmar, sontak membuat Alika kalang kabut untuk mencari alasan. Memang itulah kekurangan wanita ini. Ia tidak bisa berbohong bagai penipu ulung.
"Hemmm...mmmm..." Hanya gumaman yang tercuat. Alika bingung ingin memberikan alasan apa. Dirinya tambah panik ketika melihat jam semakin berjalan cepat.
Bilmar merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan istrinya. Kecurigaannya terus menyerbak.
"Kamu pasti sedang bohongi aku!"
"Kamu kan lagi sibuk sayang!" Alika membawa arah mata Bilmar untuk menatap sekumpulan dokumen-dokumen yang ada di sofa. Seraya mengingatkan kembali kepada sang suami bahwa ada setumpuk laporan yang harus ia bereskan.
"Aku bentar kok, Bil! Nggak lama! Nanti aku akan pulang cepat!"
Tanpa basa-basi lagi, Alika hanya memberikan kecupan cepat di pipi sang suami lalu setengah berlari untuk berlalu dari hadapan suaminya.
Alika sudah salah besar jika Bilmar akan begitu saja percaya. Untuk kali ini Alika yang terlihat bodoh, padahal biasanya kecerdasan Alika tidak bisa di ungguli oleh siapapun.
"Jalan, Pak!" seru Alika kepada supir taxi yang ia tumpangi. Taxi pun membawanya ke tempat yang ingin ia kunjungi untuk menemui Danu disana.
Tak berapa lama
Ada mobil jaguar hitam membuntuti taxi yang di tumpangi Alika dari belakang. Hanya di selingi satu mobil agar keberadaan lelaki ini tidak di curigai. Tatapan mata nya lurus melihati taxi di depannya. Seringai matanya terlihat tajam dan dingin ketika arah taxi itu berlawanan dari jalan menuju tempat tinggal sang bibik.
"Mau kemana kamu?"
***
BONUS NIH BUAT KALIAN, karena acara ku batal nggak jadi pergi, jadi balik deh nulis lagi...5 episode loh hari ini, baik kan aku..
Aku udah sering bilang, aku akan sesuai dengan outline ku..jadi nggak apa-apa kalau kalian marah juga..aku mah seneng..🤗🖤
Hey teruntuk kalian yang baik hati, beri dukungan vote dong buat Alika sama Bilmar. Biar mereka cepat bangkit dari keterpurukan.
Aku ajah nggak pelit kok selalu nurutin kemauan kalian buat update.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
__ADS_1
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘