Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Melupakanmu butuh waktu seumur hidup


__ADS_3

Haii selamat pagi. Minggu berkah🖤🖤


selamat baca ya guyss


🤗🤗


***


Bilmar pun merengkuh tubuh istrinya untuk dibawa kembali pulang kerumah. Dalam sesegukan nya, Alika masih menagis di ceruk leher sang suami sambil terus memeluknya. "Sabar sayang..sabar masih ada aku dan Maura yang cintai kamu--"


"Nak?"


Suara yang tak asing di iringi dengan nafas tersengal-sengal menjamah kedua telinga mereka.


Langkah Alika dan Bilmar pun terhenti, mereka pun menoleh ke belakang secara bersamaan.


"Hukumlah Papa sesuka kalian, yang penting jangan tinggalkan Papa, Nak!" Air mata itu menggenang kembali.


"Pah?" sapa nya memelas.


Papa Luky dan Alika akhirnya sama-sama melangkah terbata-bata untuk menembus dinding kerinduan dan kesalafahaman, agar mereka kembali menyatu dalam jalinan cinta antara Papa dan Anak.


Alika tidak bisa membohongi perasaannya, Jika saat ini tubuh lelaki itu lah yang ingin ia peluk, untuk mengusir rasa kecewa yang berapa persen kadarnya sudah berangsur menghilang.


Lalu


Blass.


Mereka saling memeluk kembali.


"Papah.."


"Putriku..."


Papa Luky menangkup wajah putrinya, mengusap air matanya yang tercecer. Ia ciumi wajah putrinya dari pipi kanan lalu ke pipi kiri dan terkahir di kening.


"Untuk mencintai Alika, Papa hanya butuh waktu satu jam, Nak--"


"Tapi untuk melupakan Alika, Papa butuh waktu seumur hidup! Jangan siksa Papa, Nak. Papa nggak sanggup--"


Alika kembali menangis dengan amat pilu, ia kembali meloloskan kedua tangannya dibawah lengan sang Papa. Menjatuhkan kepala, jiwa dan hatinya di dada lelaki yang baru ia temui setelah 27 tahun lamanya terpisah.


Lama kelamaan suara Alika menjadi nyaring dalam isakkannya. Bilmar yang masih menggandeng Maura hanya bisa menatapi nanar dan sendu.


Lalu ia berjongkok melihati wajah putrinya.


"Maura, kalau sudah besar jangan tinggalin Papa ya, Nak.."


"Iya Pah, tapi kalau Papa mau beliin aku ice cream--" cicitnya polos


Bilmar hanya tertawa melihat putrinya yang akan semakin besar, lalu ia menoleh kembali kepada Papa Luky. Setengah membayangkan jika Maura suatu saat akan pergi meninggalkannya.


Akan jadi apakah hidupnya setelah itu?Begitupun lelaki yang ia anggap sebagai Mertua. Tentu lelaki itu akan hancur lebur lagi jika Ia berhasil membawa Alika pergi dari dalam hidupnya.


"Apa Papa, benar-benar sayang sama aku?"


"Lebih dari itu, Nak! Jika Alika minta jantung Papa. Papa akan berikan saat ini juga!"

__ADS_1


Alika makin memeluk Papa nya dengan tekanan erat, lelaki ini hampir susah untuk bernafas karena tekanan dada dari Alika sangatlah kuat. Namun itu bukan suatu masalah, melainkan suatu berkah untuk Papa Luky. "....Aku sayang Papa. Sayang banget!"


"Papa lebih sayang Alika dari nyawa Papa sendiri!"


"Kesini, Nak--" Papa Luky memanggil Bilmar untuk menghampiri mereka.


"Maafkan Papa ya, Nak. Papa salah! Papa sudah kejam sama kamu---"


Bilmar memotong ucapan Papa mertuanya. "Nggak usah dibahas lagi, Pah. Bilmar udah maafin Papa!"


Papa Luky pun mendekap mereka berdua di dalam dada nya.


"Anak-anakku...cahaya hidupku!"


Pandangan haru ini pun dirasakan oleh mereka. Terlihat Papa Bayu tersenyum lega sambil mendekap tubuh Binara dan ada Rendi berdiri tegak disampingnya, terus menatapi pemandangan indah yang mereka lihat saat ini.


Lengkap sudah keluarga mereka sekarang. Tidak kosong, tidak pincang dan tidak patah lagi. Saling merangkul, memeluk, dan menerima segala kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat.


Apapun kesalahan Papa Luky dia tetap adalah Ayah kandung Alika. Seorang bapak yang mempunyai ikatan darah sangat kuat.


Bagaimana kesalahan Papa Luky sekarang, Alika sebagai seorang anak harus tetap patuh dan mencintainya. Sebagaimana pun seorang Bapak harus terus bersikap adil kepada semua anak-anaknya.


"Jangan pernah ragukan cinta Papa kepada kamu, Nak. Jangan!!"


***


Terlihat Alika sudah berada disamping Papa Luky untuk menggantikan posisi sang Mama dalam proses sungkem yang akan berlangsung.


Papa Luky terus menggenggam tangan Alika. Begitu bahagia dirinya. Benar-benar pernikahan ketiga Binara adalah suatu keberkahan bagi keluarga mereka.


"Jadilah istri yang baik, Nak! Jangan pernah tinggalkan suamimu. Cukup dulu Papa yang sakit, kamu dan Kakakmu tidak boleh merasakannya!" Papa Luky menoleh ke arah Alika, dan hanya anggukan serta linangan air mata yang ditunjukan sebagai tanda setuju.


Binar yang masih menangis sulit untuk berkata-kata, hanya bisa menatap wajah sang Papa lalu menjatuhkan kembali di atas kedua pahanya. Ia kembali terisak.


"Maafkan Binar Pah, Binar belum bisa berbakti kepada Papa--"


"Sudah, sudah Nak. Jangan menangis, ayo sekarang sungkem kepada Kakakmu..."


Binara pun mengubah posisinya untuk sungkem kepada Alika. Ia pun kembali menangis tersedu-sedu.


"Maafkan aku Kak. Jangan tinggalkan aku lagi ya."


Alika pun melakukan hal yang sama seperti Papa Luky lakukan barusan. Mengelus punggung dan mengangkat wajah sang adik untuk menciumi wajah nya dengan kecupan lembut dan hangat.


"Berbahagialah adikku, jadilah kamu istri yang berbakti. Mari lah kita terus belajar menjadi istri yang baik, surga menanti kita dan kita harus terus menjadi anak yang baik untuk Papa kita--"


Alika menoleh ke arah Papanya, yang saat ini tanpa sengaja sudah mengalirkan air matanya ketika melihat kedua putrinya saling memeluk dan merangkul.


Mereka bertiga pun kembali saling merangkul dalam cinta sesungguhnya.


Dari arah berlawanan


Ada Bilmar yang masih duduk sambil memangku Maura dan Papa Bayu pun berada disebelahnya, terus melihati ke syahduhan Bapak dan ke dua putrinya.


"Setelah 27 tahun, kejadian ia berpisah dengan Kak Alisa, baru kali ini Papa melihat Papa Luky menangis kembali, Nak."


"Terima kasih Nak, kebesaran hatimu membuat Papa bangga, jaga Papa selalu ya Nak--"

__ADS_1


"Iya Pah, sebisa Bilmar akan selalu menjaga Papa sampai tua nanti--"


"Kok sampai tua, kan sekarang kakek juga sudah tua, Pah." Maura protes.


"Oh iya betul, Nak. Kakek memang sudah tua, makin tua malahan--"


"Bil!!" decak sang Papa.


"Ini, cucu kakek sekarang udah bisa ngeledek ya." Papa Bayu meraih Maura untuk pindah ke pangkuannya dan mulai menggelitiki tubuhnya.


Bilmar hanya tertawa dan kembali membawa arah matanya ke depan pelaminan. Seketika kedua matanya bertemu dengan kedua mata istrinya yang sedari tadi menatapinya.


Bilmar memperlihatkan garis senyum bibirnya agar tersimpul dengan baik. Ia terus melihati wajah Alika yang tersenyum balik kepadanya.


Makasi sayang untuk segala cintamu, Aku sayang kamu suamiku...


...Sama-sama istriku


Telepati batin mereka saling bersautan dalam cinta yang tidak akan pernah usang.


Berbahagialah selalu Berliana Artanegara🖤


***


Susah banget aku bikin dua part ini, berjam-jam pula. Demi apa si? demi Alika baikan lagi sama Papa Luky serta adiknya..semoga bisa menyentuh hati kalian yaa❤️❤️. Jangan lupa vote nya ya, buat yang mau ajah😘😘


Tenang yaa, masih ada beberapa episode lagi sebelum season satu berakhir. Episode khusus untuk Alika dan Bilmar saja. Stay tune ya guyss❤️🖤


Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Jangan Berhenti Mencintaiku


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘

__ADS_1


__ADS_2