Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
MPS 2 : Flashback Kisah Hidup Binara


__ADS_3

Haiii selamat pagi guys.


Aku kembali


Maaf yaa mungkin ini hanya penjelasan tentang Flashback kisah Binara. Dialog text nya sedikit, karena aku ingin Binara yang banyak bercerita tentang hidupnya.


Oke deh selamat baca ya


❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


Binara Artanegara POV


7 Tahun yang lalu. Kala itu aku merasa masih sangat muda karena usiaku baru menginjak angka 20 tahun. Aku sedang berada di semester akhir menuju wisuda, namun aku harus magang disalah satu perusahaan untuk bahan akhir skripsi ku.


Papa ku saat itu menyarankan untuk magang di Acorp atau di EG. Namun entah mengapa aku menolak, aku bilang kepada Papa, kalau aku ingin sesuatu yang baru dan tidak mau dibilang orang bahwa keluarga membantu dalam tugas ini.


Papa ku memberi ku pilihan untuk magang diperusahaan sahabatnya. Tepatnya aku menjatuhkan pilihan magang di Germando Corp. Aku ditugaskan menjadi seorang sekretaris kepala bagian di Divisi pengembangan dan penjualan. Saat itu ku temui Lukman Wijaya sebagai atasanku.


Lukman banyak memberiku inspirasi, wawasan dan sekitar bahan magang ku. Kemana pun Lukman pergi aku akan selalu ikut dengannya. Ia akan mengikuti berbagai meeting dengan para staf, kepala bagian dan presiden direktur.


Setelah rapat berakhir aku baru tahu kalau Lukman mempunyai sahabat di perusahaan ini. Ada dua lelaki yang menjadi teman baiknya yaitu Diego dan Andra. Aku baru tahu kalau Diego adalah anak dari pemilik perusahaan ini, sahabat Papaku. Kala itu Diego masih menjabat sebagai Wakil Direktur, sedangkan posisi Andra menjadi kepala bagian di Divisi Pemasaran.


Entah mengapa dari ketiganya aku sangat tertarik dan jatuh hati dengan Andra. Bisa dibilang ia adalah cinta pada pandangan pertamaku. Alangkah senang hatiku, ketika ia mengajakku berkenalan dan terus berbincang-bincang padaku. Ku dapati dua bola matanya yang indah dan senyumnya yang selalu mendebarkan jantung di tubuhku.


Lambat laut dua bulan sudah aku magang disana. Aku banyak menghabiskan waktu untuk mengikuti beberapa kegiatan dengan Lukman seperti biasa. Namun entah mengapa aku kembali dekat dengan Andra, hubungan kami makin spesial layaknya orang yang sedang memadu kasih.


Kita sering berjanjian makan siang tentu tanpa sepengetahuan Lukman dan Diego. Dan tak berapa lama aku pun berpacaran dengannya. Sepertinya kepolosan ku disalah artikan oleh Andra. Aku fikir ia memang benar-benar mencintaiku, sayangnya itu semua palsu.


Andra terus membuatku jatuh cinta hingga aku terlena dan menyerahkan kehormatan ku. Aku selalu melakukan hubungan suami istri dengannya. Cinta memang membutakan hidupku. Andra selalu berucap akan bertanggung jawab atas segala perbuatannya kepadaku. Dan bodohnya aku pun percaya dan terbuai.


Namun entah mengapa ditengah-tengah percintaan kami, Diego datang ke dalam hidupku. Aku baru tahu jika ia menyukaiku disaat kita baru bertemu. Yang aku tahu dari Andra bahwa Diego adalah lelaki dingin yang tidak gampang cinta dengan wanita. Namun semua itu membuyarkan isi kepalaku ketika ia datang bersama orang tuanya untuk melamar ku kepada Papa. Karena pada saat itu umur Diego sudah mantap untuk menikah.


Diego memintaku menjadi istrinya dan Papa mengabulkan keinginannya. Disaat itu hati dan jiwaku tercekat. Bagaimana cara menolak pernikahan itu, tentu aku sudah lebih dulu berpacaran dengan Andra dan sudah melepas keperawanan ku.


Sejak aku resmi dilamarnya, semua karyawan diperusahaan tahu bahwa aku adalah wanitanya. Diego berhasil membuat Andra dan Lukman kaget karena pemberitahuan darinya, kalau lelaki itu akan menikahiku.


Tatapan Andra begitu marah kepada ku, ia kecewa karena merasa sudah dibohongi. Tapi demi Tuhan aku tidak menyukai Diego sama sekali. Karena Andra lah yang sudah lebih dulu menghiasi hati dan jiwaku.

__ADS_1


Jika sela-sela jam istirahat, Diego akan menarik ku masuk kedalam ruangannya. Ia ingin mencumbu rayu namun aku selalu menolak. Aku melepaskan ciuman itu dari Diego dan memalingkan wajahku.


"Kamu kenapa?" Tanya nya ketika aku tidak mau dicium lagi olehnya. Aku merasa aku sudah menghianati Andra untuk terus menjalani masa-masa pertunangan ini.


Aku ingin menolak, tapi aku tidak punya daya. Aku takut Papa akan marah, apalagi Diego sederajat dengan keluarga kami dan ia adalah anak dari sahabat Papa, tentu Diego akan menang dalam hal ini.


Diego tetap memaksa untuk mencium bibirku tapi aku selalu menolak. Ternyata penolakan itu makin membuat ia bernafsu untuk terus berusaha agar kita bisa berciuman. Dan ia pun berhasil mencuri ciuman itu dariku, yang paling menegangkan adalah ketika Andra tidak sengaja masuk kedalam ruangan Diego. Ia semakin murka ketika melihat Diego mencium bibirku.


Dari saat iru aku sangat membenci Diego karena ulahnya. Dan semenjak saat itu, Andra mundur dari hubungan kami dan berangsur-angsur menghindari ku.


Di satu sisi ia tidak ingin membuat Diego terluka karena bagaimanapun Diego adalah sahabat sekaligus orang yang menggaji Andra, tentu ia akan dibenci dan dipecat jika ketahuan mempunyai hubungan denganku.


Aku malah semakin muak untuk meneruskan pernikahan ini, aku tidak mencintai Diego. Aku pun merasa sudah menjadi wanita yang tidak berharga lagi, karena kesucian ku sudah terlebih dahulu kuberikan kepada Andra. Semua itu makin menjadi ketika aku mengetahui diriku hamil.


Hidupku hancur sudah!


Tidak bisa ku bayangkan bagaimana sikap Papa dan Diego yang mengetahui keadaanku telah berbadan dua seperti ini.


Aku sangat yakin anak yang ku kandung adalah anak Andra, karena hanya kepadanya lah aku memalukan hubungan biadab ini. Semenjak aku memberitahukan bahwa aku hamil anaknya, Andra pun menghilang tanpa jejak.


Ia pergi begitu saja dari kantor. Membuat ku frustasi dan dilema. Padahal pernikahanku akan dilakukan dua minggu lagi, itu membuatku depresi dan ingin bunuh diri.


Akhirnya aku berucap jujur kepada Lukman, ku ceritakan semua kepadanya. Ia terlihat marah karena perbuatan ku dengan Andra. Namun ku katakan padanya bahwa kami memulai hubungan jauh sebelum Diego memintaku untuk menjadi istrinya.


"Kamu hamil, Bin? Dengan Andra? Ya Tuhan!" Desah panjang mencuat dari bibir Lukman, ketika aku memberikan hasil tespek kepadanya.


"Kamu tau nggak, Bin. Andra itu sudah punya anak dan istri! Dia nggak akan mungkin nikahin kamu!"


Jdrrr.


Setelah mendapat pengakuan itu dari Lukman. Aku merasa terpukul, tega-teganya Andra membohongiku. Ia membuatku cinta setengah mati hanya untuk menikmati bagaimana indahnya tubuhku.


Dia tidak pernah mencintaiku! Ia hanya ingin keperawananku saja!


Diego lah yang mencintaiku, dialah yang menyayangiku dan ingin menjadikanku istri sah untuknya. Tapi rasa cinta kembali membutakan ku, aku tetap mencari Andra dengan bantuan Lukman. Namun hasilnya nihil, Andra menghilang. Ia takut jika akan dibunuh oleh Diego. Karena sudah membuat wanita yang dicintainya hamil diluar nikah.


Akhirnya aku meminta bantuan Kak Bilmar, kakak sepupuku. Aku memintanya pulang dari London, walau saat itu ku tahu Kak Kannya juga baru hamil, hanya berbeda minggu dengan usia kandunganku.


Setelah mengetahui apa yang terjadi denganku, Kak Bilmar marah besar. Ia tega menamparku karena kebodohan ku dengan Andra. Ia terus mencari Andra sampai ke pelosok manapun, namun lelaki biadab itu tidak bisa ditemukan.


"Putuskan hubunganmu dengan Diego. Batalkan pernikahan ini! Tidak pantas lelaki sebaik dia harus menanggung anak yang bukan menjadi darah dagingnya, Bin!"


Aku selalu terbayang-bayang dengan ucapan Kak Bilmar. Masalah ini semakin menjerat leherku. Dengan segala pemikiran yang panjang sampai dimana seminggu menjelang pernikahanku dengan Diego. Aku membatalkan acara itu sepihak.


Ada pertemuan keluarga kembali dirumah. Kak Bilmar yang menjadi penengah dan menjadi juru bicaraku kala itu. Aku terus bersembunyi dibalik punggungnya, ketika semua berteriak histeris padaku.


Diego menangis dan kedua orang tuanya mengecam ku, memutuskan hubungan persahabatan dengan Papa. Keluarga mereka tidak terima jika anak lelakinya dipermainkan. Awalnya Diego marah dan kecewa ketika ia tahu bahwa aku sudah menjalin cinta dengan Andra dan membuatku hamil.


"Aku akan tetap menikahimu, Binar. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu. Aku amat mencintaimu, sungguh!"

__ADS_1


"Cukup Diego! Tinggalkan wanita itu, dia tidak layak untukmu, Nak! Dia hanya bekas orang lain. Ia tidak bisa menjaga kehormatannya! Dia menipu kita! Lihat sekarang ia hamil tanpa suami!!"


Begitu sakit hatiku mendengar ucapan Maminya. Aku memang sudah tidak punya harga diri lagi. Diego pun pergi bersama keluarganya. Papaku mengalami serangan jantung berat mana kala tahu putrinya telah dirusak oleh orang lain dan sekarang sedang hamil tanpa suami.


Untuk menutupi aib, akhirnya aku dinikahkan oleh lelaki pilihan Papa. Namun lelaki itu hanya ingin harta keluargaku, ia juga suka menyiksaku dan membuat Papa murka dan marah. Akhirnya ia ditembak tepat didepan wajahku. Aku kembali hamil tanpa seorang suami.


Aku jalani kehamilan itu dengan pengasingan dari Papa. Aku hanya bisa mengikuti kuliah dengan cara privat. Papa semakin membenciku ketika melihat perutku semakin membesar, ia pun memintaku untuk pergi dari rumah dan tinggal di Apartemen.


Sampai dimana kandunganku sudah cukup untuk melahirkan Gadis. Aku merasakan kontraksi hebat. Perut ku amat sakit.


Aku terus menelpon Papa untuk membantuku berjalan keluar dari Apartemen tapi beliau urung untuk mengangkat, aku paksakan untuk bangkit dari ranjang tapi aku sudah tidak tahan. Aku ingin meminta bantuan Kak Bilmar tapi itu semua tidak mungkin, karena ia sudah kembali ke London karena persiapan Kak Kannya melahirkan.


Tak lama kemudian, dengan ijin Allah aku berhasil melahirkan anak itu tanpa bantuan siapapun. Tubuhku lemas tidak berdaya, banyak darah yang keluar sehingga membuat aku makin tersiksa.


Namun suara tangisan Gadis membuatku bahagia, aku meraih tubuhnya yang masih berdarah-darah dan ari-ari menempel ditubuhnya. Aku cium bayi perempuan yang telah aku lahirkan ke dunia. Aku terus menangis dan mengutuk Andra, karena sudah membiarkan hidupku seperti ini.


Dua jam kemudian pasca melahirkan, aku sudah ada di kamar perawatan Rumah Sakit. Aku melihat Papa sudah duduk menungguku sadar.


"Pah?" panggilku.


"Iya--" Papa tetap masih marah dan kecewa padaku.


"Dimana anakku, Pah?"


"Gadis maksudnya?" Papa kembali bertanya. Aku tersenyum ketika Papa sudah memutuskan nama untuk bayi perempuan ku.


Walau aku sudah mengantungkan nama untuk anakku sendiri, namun aku ingin membuat Papa memaafkan ku dengan menerima nama yang ia pilihkan.


"Gadis Pah? Nama yang bagus Pah. Binar suka, lalu dimana anakku Pah?"


Papaku terus terdiam, ia hanya membeku bagai balok es. Dingin dan susah untuk dicairkan.


"Papa sudah membuang Gadis ke jalanan, ia hanya akan merusak masa depanmu!"


Mendengar ucapan Papa sontak membuat duniaku seolah berhenti berputar. Papaku tega membuang cucu kandungnya ke jalanan. Memisahkan aku dengan putriku. Permata hidupku. Aku tidak bisa melakukan apapun, selain menangis dan meronta-ronta belas kasih dari Papaku.


Masalah kembali datang, ketika aku tahu bahwa Kak Kannya meninggal setelah melahirkan Maura di London. Entah kegilaan apa yang ada di kepala Papaku.


Untuk menjaga nama baiknya, nama baikku dan nama keluarga besar kami serta menjaga agar harta Artanegara tidak jatuh ke tangan yang salah.


Akhirnya aku dinikahkan oleh Kakak sepupuku sendiri, Kak Bilmar. Dengan pernikahan itu membuat aku dan Kak Bilmar menjadi saudara yang saling membenci. Kak Bilmar tetap tinggal di London bersama Maura dan aku tetap membisu di Apartemen. Aku menjadi orang yang begitu sakit karena depresi, tapi bersyukurlah aku dengan kedatangan Rendi. Karena berkat cinta suci dari lelaki itu, ia bisa membuatku sembuh dari penyakit jiwa ini.


Secinta apapun jangan pernah melepas kehormatan sebelum menikah, karena harga diri sudah pasti terinjak-injak. Kita hanya akan seperti telur yang seketika pecah dilantai sebelum hendak di goreng di wajan. Menjadikan telur tidak bisa dimakan dan tidak mempunyai arti lagi.


Begitulah kisah hidupku. Semoga tidak ada lagi wanita yang mau dibodohi oleh lelaki yang hanya mengobral janji tanpa sebuah ikatan pernikahan.


****


Aku akan selalu berusaha mendapatkan Gadis untukmu, Bin❤️

__ADS_1



__ADS_2