Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Penolakan


__ADS_3

Hayy soree kesayanganku❤️


sudah kembali bekerja, jadi aku harus pintar-pintar membagi waktu untuk menulis. Maafkan aku jika dihari kerja, aku akan lama Up atau mungkin hanya sekali UP, tapi tetap aku rindu kalian🥰🥰


yuk ah mari baca


🤗🤗


***


Setelah mendengar semua penuturan dari Papa Luky, semua mata yang tengah memandangnya kini berubah menjadi mata yang menyedihkan. Entah mengapa awan gelap yang sedari tadi sudah pergi kini datang kembali menyertai keberadaan mereka.


Gugur sudah rasa simpati yang sedari tadi menghiasi wajah Alika. Kulit tenggorokannya turun naik, tiba-tiba saja ia butuh air yang banyak untuk menyirami kerongkongannya yang mulai kering drastis.


Kedua bola mata Alika terus menatap lurus Papa Luky tanpa mengedip. Wajahnya meregang lalu memerah menahan gejolak sakit didada. Rasa itu lebih sakit dibanding luka tembakan yang sekarang sedang ia rasakan. Mulutnya terkunci rapat.


Seketika ia lepaskan tangannya dari genggaman tangan Papa Luky. Ia menarik selimutnya rapat-rapat. Tubuhnya diseret menjauh sampai tepat menyandar di sandaran ranjang. Ia terdiam agak lama. Wajah Mamanya terus menggema dalam ingatannya.


Binara sedari tadi sudah terduduk lemas di sofa, ia hanya bisa menangis tidak percaya. Ia hanya bisa melemaskan tubuhnya menatap sudut ruangan.


Mereka berdua sama-sama dibohongi oleh orang tua mereka masing-masing. Bilmar dan Rendi yang masih panik mendengar kejujuran itu semua, tetapi mereka harus tetap menenangkan Alika dan Binara.


Papa Luky mendekati kembali Alika dan meraih tangannya, seketika itu pula ditepis kasar ke udara. Binara tidak bisa menahan kecewa, ia pun berlari keluar meninggalkan ruangan.


"Binar?" panggil Rendi yang menyusul Binara keluar sembari menggerakan kursi roda dengan tangannya.


"Ini, Papa Nak. Papanya Alika." ucap Papa Luky menenangkan Alika dari kepanikannya. Papa Luky salah besar jika harus mengakui semua kejujuran disaat yang masih genting seperti ini.


Trauma yang membekas di kepala Alika saja belum bisa reda dari kejadian tadi siang, namun sudah ditambah lagi dengan masalah seperti ini, yang luar biasa akan menyentak batinnya.


"Saya minta Bapak keluar dari sini!" ucap Alika dengan suara penekanan diakhir kalimat. Ia tidak mau menoleh, masih dalam dekapan Bilmar yang memeluknya sambil berdiri didekat tepian ranjang.


"Bil, suruh dia pergi sekarang!" Alika mulai menangis. Dadanya terasa sesak dan berat. "Mamaku tidak akan mungkin tega membohongi ku seperti ini, ya kan Bil?" Alika semakin menangis histeris.


Papa Luky hanya bisa diam melihati penolakan dari Alika yang seketika membuat batinnya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Alika, maafkan Papa, Nak. Papa dan Mama salah, sudah membuat kalian seperti ini, tapi tolong beri Papa kesempatan untuk memperbaikinya. Menjaga kalian berdua kembali seperti dulu." ucap Papa Luky merintih dan memelas, lelaki paru bayah itu pun mengeluarkan air mata dari ekor matanya.


"Apa yang harus Papa perbuat, untuk mendapatkan kamu kembali?"


Alika terus menangis dalam dekapan Bilmar, ia sedikit meremas-remas kemeja didada suaminya, untuk meluapakan tangisannya yang meledak-ledak. Bilmar pun ikut menangis, ia terus mendekap sang istri dengan kenyataan yang baru terungkap bahwa mereka adalah sepupu tiri.


"Suruh dia pergi, Bil! aku nggak mau lihat dia!" Alika terus meronta-ronta dengan kasar.


Bilmar hanya bisa diam, memejamkan matanya yang ikut basah sedari tadi. Hanya bisa mendekap Alika tanpa berbicara. Bagaimana bisa Alika adalah anak kandung dari Papa Luky dan Kakak dari Binara? dunia sebentar lagi akan tahu siapa pewaris sah Artanegara yang sesungguhnya.


Papa Luky akhirnya meraih tubuh Alika dengan paksa, seketika Alika memutar tubuhnya dan menatap tajam Papa Luky.


"Aku lebih baik mati, dari pada harus mendengar kejujuran seperti ini! Mama dan Papa ku tidak mungkin berbohong, mereka begitu mencintai aku! mengurusiku, merawatku hingga dewasa! tidak mungkin mereka tega mengganti jatidiri ku dan memisahkan ku dari Ayah dan Adik kandungku!"


Alika menatap kedua bola mata Papa Luky dengan sorotan api kemarahan yang meledak-ledak. Kelopak matanya sudah habis tercucur air.


Papa Luky hanya bisa menatapnya dengan peluh dan kecewa. Ia harus menanggung penderitaan kembali setelah ini. Perlakuan Alisa dimasa lalu membawa ledakan batin untuk Luky.


"Saya minta, anda pergi. Sekarang..keluar!" Alika kembali membawa wajahnya ke arah dada Bilmar.


"Usir dia Bil, usir!"


Bilmar pun melangkah untuk menghampiri Papa Luky, merangkulnya untuk membawanya keluar meninggalkan Alika untuk sementara waktu.


Papa Luky hanya menatap lirih sang putri yang masih terjerambab menangis penuh luka dan lara. Ia begitu tidak terima dengan jatidiri yang baru terucap.


Akhirnya dengan sedikit paksaan dari Bilmar, ia pun setuju untuk melangkah keluar. Terus menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihati Alika.


Bilmar masih membisu, fikirannya kacau hatinya lemas. Masih ada misteri didalam keluarganya, yang ia sendiri tidak faham bagaimana kejadiannya.


Teringat hatinya sudah banyak dikecewakan oleh Papa Luky, dengan masalah ia harus menikahi Binara, hidup dalam tekanan batin dan ancaman akan merebut EG dari tangannya dan sekarang ia mengaku menjadi Papa kandung dari istrinya.


Setelah mengantar Papa Luky keluar ruangan, ia belum mampu menatap wajah Papa Luky dengan matang. Hatinya merasa ikut perih, ia sama seperti Alika dan Binara, belum bisa berfikir jernih saat ini.


Bilmar memutar langkahnya untuk meninggalkan Papa Luky seorang diri diluar. Kini dua putrinya tengah merajuk kecewa, Ingin ia putar langkahnya untuk pergi melangkah ke arah kamar Rendi, namun ia merasa percuma. Binara pasti masih shock dan marah lalu kecewa dan bisa menghardiknya lebih-lebih dari Alika.

__ADS_1


Ia pun memutuskan untuk kembali pulang kerumah, membawa langkah kakinya untuk meninggalkan anak-anak mereka yang sekarang masih merajuk. Sedikit terasa nyeri di dadanya namun terasa kelegaan teramat bahagia di dalam sanubarinya.


Ia merasa Alika dan Binara hanya butuh waktu. Waktu untuk saling menerima dan memahami satu sama lain. Alika harus menerima bahwa ia telah menikahi sepupunya sendiri, karena semua ini adalah hasil dari ketidaktahuannya. Begitu pun degan Binara, dirinya harus bisa memahami jika ia bukanlah satu-satunya yang boleh menerima kasih sayang dari sang Papa.


****


Tengah malam pun tiba, keheningan terus muncul ditengah-tengah pasangan suami istri ini. Terlihat Bilmar dan Alika tidur saling memunggungi tubuh masing-masing. Dengan tatapan mata mereka yang masih lurus terbuka, melihati apa saja yang ada dihadapannya.


Lalu dalam kebisuan berjam-jam. Bilmar mulai tak tahan untuk tidak memeluk dan mencium Alika. Kebiasaan untuk membuat ia nyenyak tidur adalah dengan memeluk Alika dulu seperti biasanya.


Ia mulai meraih jari jemari Alika untuk ia genggam dengan posisi tubuh masih saling membelakangi. Alika tahu, namun ia hanya tetap diam tidak bergeming. Walau saat ini, ia merasa sangat ingin mendekap Bilmar untuk terus merengkuhnya memberikan kekuatan.


Entah mengapa kata sepupu, selalu terngiang-ngiang dalam benak mereka. Walau diperkenankan untuk menikah, tetap saja mereka merasa tabuh untuk saling mendekat.


Kepala Alika terasa berat, ia menjadi pusing tak tertahan. Lalu ia mencoba untuk memaksakan memejam kedua matanya. Ia ingin bermimpi untuk bertemu dengan sang Mama, untuk meminta pertanggung jawaban atas kebohongannya selama ini.


"Aku sayang kamu, Al!" Bilmar mulai memberanikan diri untuk bersuara. Ia terus meremas jari sang istri agar memberi respon balik untuknya. Dirasa tidak ada feedback, Bilmar mulai memutar tubuhnya, untuk melihati wajah Alika dari samping. "Oh, sudah tidur ya?"


Bilmar mulai kembali meletakan kepalanya dibantal yang sama dipakai oleh sang istri. Genggaman jari itu kemudian dilepas. Ia memilih memeluk perut Alika dari belakang. Ia elus-elus perut yang masih terlihat datar itu.


Walau saat ini alam berucap mereka adalah saudara.


Walau kenyataan mereka memanglah sepupu.


Tetap saja, mereka adalah pasangan suami istri yang kini telah Allah Ridhoi kebersamaannya.


Semoga saja Bilmar bisa membimbing untuk mencarikan hati Alika yang masih beku untuk menerima Artanegara sebagai nama belakangnya.


Semoga saja!


***


Ayo dong Vote aku lagi hehe🤗


Dan berikanlah terus semangat kalian padaku..Terimakasih untuk Like, Vote, Rate dan komennya.

__ADS_1


Kalian berarti.


With love, Gaga❤️


__ADS_2