Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Jangan tinggalkan Papa, Nak!


__ADS_3

Hayy selamat siangg guyss❤️❤️, aku kembali nih...mari baca yah🥰


***


Pagi ini begitu cerah benderang. Secerah hati Alika dan Rendi yang sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Karena keadaan mereka sudah berangsur pulih dan membaik. Alika pun sudah tidak sabar pulang kerumah, karena ingin bertemu dengan Maura, putrinya.


Kini ada dua keluarga yang akan terpisah. Alika dan Bilmar akan kembali kerumah Papa Bayu dan Binara akan kembali ke rumah Papa Luky, karena Rendi belum menikah dengan Binara. Maka ia tetap pulang kerumahnya sendiri.


Terlihat mereka saling bertatapan sebelum masuk kedalam mobil masing-masing. Alika terus berdiri menatapi Papa Luky dan Binar secara bergantian. Walau saat ini sudah tidak terlihat lagi raut kemarahan di wajah Alika. Namun sepertinya ia masih sulit untuk menunjukan senyum dibibir nya kepada Papa dan Adiknya itu.


Papa Luky dan Binar hanya menatap nanar dan sendu ke arah Alika. Papa Luky sangat ingin memeluk putrinya namun semua itu hanya menjadi niat terbaik tersimpan di dalam hati.


"Aku akan merindukanmu, Nak." batin Papa Luky bergeming.


Ia tidak punya jawaban apa-apa dibalik pertanyaan yang masih bergejolak untuk menanyakan, kapan lagi kah mereka akan bertemu setelah peristiwa ini terjadi.


Terlihat dari kejauhan Papa Bayu berjalan


menghampiri Papa Luky untuk berpamitan.


"Aku titip Alika ya, Bayu. Apapun keinginannya penuhi saja. Perhatikan kesehatan dan keselamatannya ya, tolong jaga Putriku." ucap Papa Luky menatap dalam wajah adiknya. Binara hanya bisa mengelus bahu sang Papa untuk terus menguatkannya.


"Pasti Kak, Bayu dan Bilmar akan menjaga Alika dengan baik. Kakak jangan cemas..Binar tolong jaga Papa mu ya." balas Papa Bayu lalu beralih melihat ke arah Binar.


"Baik Pah." Binar meraih punggung tangan Papa Bayu untuk diciumnya. Lalu Papa Bayu mencium punggung tangan Kakaknya dengan sangat hormat. "Bayu pulang ya Kak."


Papa Luky mengelus bahu adiknya. "Pulanglah, hati-hati di jalan ya." ucap nya, lalu membawa kembali arah matanya untuk menatap Alika. Sedangkan Bilmar hanya menganggukan kepala ke arah Papa Luky sebagai tanda pamit dan perpisahan


Mereka pun masing-masing sudah masuk ke dalam mobil untuk menunggu sopir yang masih bersiap-siap menjalankan deru mesin mobilnya. Alika yang terus menatapi mobil sang Papa yang hanya beberapa jarak darinya.


Lalu


Tanpa fikir panjang.

__ADS_1


Dengan cepat ia melepaskan genggaman tangannya dari Bilmar. Membuka pintu dengan cepat lalu berjalan ke arah mobil Papa Luky.


"Al?"


Alika terus berlari tanpa mengidahkan panggilan dari suaminya.


Krek..


Pintu mobil Papa Luky terbuka, lelaki itu pun turun seketika melihat Alika tengah berlari ke arah mobil mereka.


Blass....


"Papa..!" Alika memeluk tubuh Papa Luky dengan hangat. Ia menjatuhkan kepalanya di bahu sang Papa. Alika hanya memejamkan matanya tanpa menangis.


"Nak.." panggil Papa Luky dengan amat lirih, ia pun menangis terharu sambil terus mengusap-usap punggung tubuh sang anak.


"Ini benar Alika? anak Papa? sudah tidak marah lagi sama Papa, Nak?" tanya Papa Luky untuk meyakinkan sang anak kandung.


"Papa nggak akan ninggalin Alika lagi kan?" tanyanya masih dalam pejaman mata.


"Papa nggak akan ninggalin kamu, Nak. Malah Papa takut, Alika yang akan ninggalin Papa sama Binar."


"Maafkan Alika ya, Pah. Maafkan sikapku!" jatuh juga pertahanan Alika untuk tidak menangis. Ia kembali terisak, memeluk Papa Luky lebih erat. Semua mata memandang begitu merasa terharu melihat mereka kini.


"Alika nggak salah, Nak. Papa yang salah selama ini, jangan tinggalkan Papa ya, Nak."


Papa Luky makin memeluk erat putrinya. Ia terus mengucap syukur tanda terima kasih kepada Allah SWT.


"Terima kasih Ya Allah, telah kau kembalikan hati putriku, Alika."


"Kakak..?" panggil Binara seketika ia turun dari dalam mobil lalu menerjang mereka berdua yang kini tengah berpelukan.


"Binar, maafkan Kakak ya. Aku lupa dulu sudah pernah berjanji untuk menjaga kamu!"

__ADS_1


Tangisan antara kakak dan adik ini terus bercampur beradu padu. "Aku sayang kamu, Kak!" Binara mencium pipi Alika bergantian dari kanan dan kiri.


"Aku juga mencintaimu, menyayangimu, Binar!"


Kini Papa Luky sangat bahagia karena bisa merangkul kedua putrinya sekaligus. Diciumi anak nya satu persatu. Mereka bertiga terus merangkul dan mendekap.


Bilmar dan Papa Bayu saling merangkul melihati mereka saat ini. Lengkap sudah keluarga Artanegara. Saling menyatu untuk bersama. Membawa masa lalu untuk melangkah ke masa depan.


Dibalik kekejaman seorang Luky Artanegara dengan masa lalu yang suka menyakiti atau tidak segan untuk menghancurkan kehidupan orang yang tidak ia sukai. Allah tetap sayang padanya, memberikan kesempatan untuk hidup bahagia sebelum ajal menjemputnya.


Selamat datang Alika Sarasafi Artanegara di dunia barumu, munculkanlah taringmu saat ini didepan semua orang yang pernah merendahkan dan mengejek dirimu.


***


Segini dulu ya guyss...


Ada bonus, part selanjutnya mungkin aku UP malam. Ayo dong VOTE aku hehe😘


Beri aku Vote terbaik kalian ya❤️❤️


dan


Aku ucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah berbaik hati memberi Vote untukku.


Berikan aku semangat terus ya...


Like Vote Rate dan Komen..🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘

__ADS_1


__ADS_2