
Selamat malam, aku datang kembali
Selamat baca ya guyss
❤️❤️❤️
****
RS Harapan Ibu, 03:00 Wib.
Kedua langkah kaki Alika dan Bilmar sudah sampai di Rumah Sakit. Walau awan gelap sudah menyelimuti bumi dan kokokan ayam terus terdengar, dan Maura yang sudah tertidur di gendongan Bilmar. Semua itu tidak menggetarkan hati Alika untuk tetap melihat keadaan adik semata wayangnya di ruang perawatan.
"Binar, sayang---" Tangan lembut sang Kakak menelusup masuk mengelus perut Binara. Adiknya masih menangis dalam posisi tidur miring ke arah jendela.
Seketika itu pula Binara menoleh dan langsung menyergap sang Kakak dengan pelukan eratnya.
"KAKAK!!" Binara menangis kembali, ia mengalungkan kedua tangannya dileher Alika. Ia menangi sejadi-jadinya.
"Sabar sayang, ada Kakak disini yang akan jagain, Binar--" Alika terus mengunci tubuh adiknya. Mereka saling berpeluh diatas ranjang.
Dari arah lain, ada Rendi yang masih berdiri menatapi Binara yang belum bisa menerima keadaannya saat ini.
"Sabar, Ren. Allah pasti akan mengganti yang lebih baik setelah ini!" Bilmar merangkul tubuh Rendi untuk terus menguatkan hati lelaki ini.
"Ayo kita keluar, kamu butuh udara segar!" Bilmar meninggalkan Binara yang masih menangis dipelukan Alika dan Maura yang sudah tertidur di sofa. Ia membawa Rendi untuk duduk dibangku taman Rumah Sakit sambil menikmati susu panas.
"Kak?"
"Iya sayang--"
"Apakah Allah sedang marah kepadaku, Kak?"
"Allah itu sayang dengan semua hambanya, Bin!"
"Lalu mengapa aku diberikan cobaan seperti ini lagi? Aku sudah kehilangan Gadis! Sekarang aku juga kehilangan kandunganku!"
"Binar, ini cobaan! Allah sedang mengangkat derajat kamu sayang. Jangan ragukan itu!"
Binara masih menangis. Ia tetap tidak mau melepas pelukannya. Hatinya begitu lirih dan sakit.
"Bayiku tidak berkembang, Kak! Dan aku kehilangan anak-anaku kembali!!"
Alika pun ikut menangis, melihat adiknya frustasi seperti ini, membuat hatinya teriris. Seorang Kakak tidak akan pernah bisa hidup berbahagia jika melihat adiknya dalam keterpurukan.
"Pernikahan kalian masih baru, Binar! Berbulan madu lah lagi, aku yakin kamu akan hamil kembali. Dan untuk Gadis, aku berjanji akan menemukannya langsung dan membawanya ke dalam pelukanmu--"
"Kakak janji kan?"
"Demi atas nama Mama dan Papa, aku berjanji akan membawanya kembali!"
Alika pun mengusap cairan bening yang sedari tadi terjun dengan deras di wajah sang adik.
"Sudah jangan menangis lagi! Sekarang ada aku disini! Tidurlah agar perasaan mu lebih baik!"
__ADS_1
Alika membaringkan tubuh Binara kembali ke posisi tidurnya. Ia pun mencium kening Binar sampai akhirnya kedua mata adiknya terkelap. Binara masih terus menggenggam tangan sang Kakak dalam kesedihannya. Baginya Alika bukan hanya sekedar Kakak tetapi juga sebagi pengganti Mama.
Aku sangat beruntung, memiliki Kakak sepertimu. Setelah kedatangan mu di Keluarga Artanegara membuat keluarga ini begitu berwarna dan istimewa. Terima kasih Kak, aku mencintaimu.
Alika terus menjaga Binara, ia pandangi wajah itu dalam-dalam. Lalu ia matanya menetes lagi.
Aku akan selalu menjagamu Binar, seperti janjiku kepada Papa. Menjaga kamu sampai titik terendahku
Tak berapa lama
"Nak? Adikmu sudah tidur?" Suara Papa Luky seketika membangunkan Alika yang sedang terkantuk-kantuk, Binar tetap menggenggam tangannya tak mau lepas.
"Papa? Papa dari mana?" Alika akhirnya melepaskan genggaman tangannya untuk mencium punggung tangan sang Papa. "Papa habis dari mushola. Bagaimana kabar kamu, Nak?" Papa Luky lalu mengusap-ngusap perut buncit kepemilikan Alika. "Baik, Pah. Papa sudah minum obat belum?"
"Sudah sayang, Alika tidur dulu ya. Pasti lelah kan beberapa jam diperjalanan. Biar Papa yang jagain Binara--"
Tidak dipungkiri memang, kedua mata Alika meminta untuk dipejam walau sebentar. Akhirnya ia pun menuruti apa kata sang Papa.
Ya Rob, Jagalah kedua putriku. Lancarkanlah persalinan untuk putri sulungku dan berikan kembali buah hati untuk putri bungsuku. Pertemukanlah aku kembali dengan cucu kandungku, arahkan ia untuk kembali kepelukan Binara. Aamiin
Papa Luky terus berdoa untuk kebahagiaan putri-putri yang sangat ia cintai. Alika dan Binara adalah hidupnya saat ini.
****
Satu bulan sudah terlewati pasca keguguran yang di alami oleh Binara. Wanita itu masih harus tetap istirahat walau tubuh dan jiwanya sudah mulai membaik, Alika pun akan selalu menelponnya untuk menanyakan kabarnya per dua jam.
Karena Rendi harus mengurus Binar, maka dengan sangat terpaksa EG ia serahkan kembali untuk dikelola oleh Bilmar. Mau tak mau, mereka harus mengakhiri liburan mereka di Pulau.
Kini kandungan Alika sudah memasuki usia tujuh bulan. Ia semakin berisi, kehamilan kali ini sungguh membuat ia lebih berbeda.
Pernah suatu ketika, Bilmar sampai masuk angin karena terpapar langsung dengan AC serta yang lebih aneh adalah Alika tidak mau di tinggal walau hanya sedetik oleh Bilmar.
Ia selalu takut jika suaminya pergi meninggalkannya. Tentu saja Bilmar merasa bahagia, karena ia merasa begitu dicintai.
Seperti biasa, setiap makan siang. Alika akan mengunjungi Bilmar ke EG. Ia tidak bisa makan, jika Bilmar tidak ada dihadapannya.
"Kayaknya anak kita perempuan nih, asik akan ada Bilka dirumah!" Bilmar terus merancau bahagia, ia terus saja melahap makan siangnya sambil membayangi menimang-nimang Bilka sebentar lagi.
"Perasaan aku sih kayaknya yang lahir bakalan Ammar deh sayang--"
"Ya nggak apa-apalah kalau Ammar yang lahir, asal kamu adil aja bagi rasa cinta kamu buat aku dan dia nanti!"
"Awas aja kalau nanti cemburuan sama anak!"
"Ya nggak lah sayang, aku cinta kalian--"
"Bil?"
"Hemm??"
"Abis makan siang, kita main ke SMA kita yuk? Nggak tau kenapa, dari kemarin aku ingin kesana terus, Bil---"
"Main-main ke sekolah?"
__ADS_1
"Iya, bil. Bagaimana??"
"Iya aku mau, habis ini kita akan kesana!" Bilmar menjembili pipi Alika yang sudah sangat berisi.
Entah bagaimana jika guru-guru, melihat Alika dalam keadaan yang sudah gendut seperti ini. Mungkinkah mereka akan mengenalinya? Karena ada beberapa faktor yang akan selalu di ingat oleh Guru kepada alumni murid-muridnya.
Yaitu siapa yang paling cerdas? Siapa yang paling bodoh? Siapa yang paling humoris? Siapa yang paling cantik dan ganteng! Semoga saja Bilmar dan Alika masih di kenali oleh mereka.
Bernostalgia lah Alika dan Bilmar, ingat lah kembali masa-masa percintaan kalian selama di bangku SMA!
****
.
.
.
.
.
Haii para kesayanganku, makasi seluruh apreciatenya yaa..untuk kisah Gifali dan Maura sudah end ada di novel ku yang berjudul "Gifali dan Maura", disana mereka sudah dewasa y. ada tiga masalah besar yang akan aku ceritakan disana, boleh mampir untuk membacanya ya.
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali dan Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
__ADS_1
With love, gaga😘