Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
02. MSSM


__ADS_3

Naya kemudian menyodorkan Map ke hadapan Bayu dan menyuruhnya membaca isi Map tersebut.


“Maaf Bu, saya tidak mengerti,” ucap Bayu.


“Pernikahan kontrak? Siapa yang akan menikah dan apa hubungannya dengan saya?,” tanya Bayu kebingungan.


“Duduklah terlebih dahulu, aku akan menjelaskannya,” timpal Naya.


Bayu kemudian duduk dihadapan Naya yang saat itu sedang duduk dengan menampilkan aura ketegasan di wajah Naya yang dingin.


“Aku mengajakmu melakukan pernikahan kontrak,” ucap Naya Tegas.


“Dengan ku?!,” tanya Bayu dengan Syok.


“Iya, aku memilihmu karena aku tahu kau bisa dipercaya,” jelas Naya.


“Bagaimana bisa ibu menilai itu, saya baru bekerja sebulan di Perusahaan Bu Naya," timpal Bayu.


“Feelingku tidak pernah salah, jadi silahkan baca aturannya,” jawab Naya.


“Saya belum menyetujuinya,”.


“Dan aku tidak suka penolakan,” tegas Naya.


Bayu mengehembuskan nafasnya berat dan membaca beberapa poin yang berada didalam lembaran tersebut.


“Batas waktu pernikahan kontrak ditentukan oleh pihak pertama?,” tanya Bayu dengan sedikit tidak percaya pada poin tersebut.


“Iya, aku yang berhak menentukan kapan kita bercerai,” jelas Naya.


“Tidak boleh menyentuh dan harus mengikuti segala aturan,”.


“Iya, karena aku tak suka dibantah,”.


“Apa keuntungan yang bisa saya dapatkan saat pernikahan kontrak ini saya setujui?," tanya Bayu.


“Aku akan memberi black card milikku, terserah kau mau apakan, dan ingat jangan main wanita saat masih berstatus suamiku,”.


“Mengapa anda ingin melakukan pernikahan kontrak seperti ini, wanita sukses seperti anda tidak akan sulit menemukan calon suami,”.


“Itu benar, dan aku memilihmu, alasan lainnya nanti kau akan tahu sendiri, cepat tanda tangan,”.

__ADS_1


Bayu terdiam beberapa menit dan akhirnya setuju melakukan pernikahan tersebut, semua proses berjalan begitu cepat, seminggu mereka intens memperlihatkan hubungan pasangan pada umumnya, memaksakan keadaan untuk normal dihadapan umum walaupun ada sedikit rasa canggung.


Gosip sudah beredar cepat, banyak yang menyayangkan seorang CEO perusahaan menjalin hubungan dengan karyawan rendah di perusahaannya, tapi Naya tidak peduli, Naya bersyukur dengan pemberitaan itu membuat lelaki yang mengejarnya menjauh karena mereka tidak ingin di samakan oleh Bayu yang levelnya lebih rendah dibanding mereka.


“Kalau aku mengejarnya, orang lain akan membandingkanku dengan lelaki rendahan itu, tidak mungkin” ucap salah satu CEO dari perusahan besar lainnya


“Aku penasaran bagaimana wanita yang tidak tahu berkata manis itu menjalin hubungan,”.


“Dia akan tamat dengan menikahi lelaki miskin, hartanya akan dikuras habis ha ha ha,".


Perbincangan beberapa anak konglomerat yang sedang santap siang di sebuah restauran, para fans Naya.


Keluarga Naya yang mengetahui itupun tidak ada yang memberikan restu, Naya adalah anak pertama dan cucu pertama Brahmaraksa yang terkenal bebet bobotnya berkelas. Tapi itu tidak mengubah apapun untuk Naya, dia tetap pada pendiriannya.


Setahun pertama pernikahan mereka, Bayu dan Naya terlihat selalu mesra saat berada dihadapan publik untuk menutupi kontrak yang mereka jalani, saat didalam rumah mereka tidur terpisah tempat dan hanya bicara seperlunya saja. Bayu setelah menikah pun berhenti dari pekerjaannya dan dia lebih banyak waktu di rumah atas perintah Naya yang tidak ingin ada masalah untuk Bayu di tempat kerjanya, sedangkan Naya sendiri masih sibuk seperti biasanya, tidak ada yang berubah.


Tak jarang, Mama, adik, sepupu, ayah, semua keluarga Naya datang berkunjung dengan alasan silaturahmi dihadapan Naya, tapi sikap mereka berubah menjadi intimidasi untuk Bayu saat Naya tengah berada di perusahaan.


“Bayuuuuuu….” Teriak Mama Melani, mama Naya.


“Iya ma….”.


“Jangan panggil aku mama, aku jijik mendengarnya,”.


"Bersihkan rumput yang berada di taman bunga Naya, aku ngga suka liat ada rumput liar sedikit pun, dan aku ngga suka orang lain yang kerja, harus kamu,".


"Kan ada mang Dadang Ma,".


"Apa?! Ulangi sekali lagi? Pinter kamu yaa, maunya cuma numpang jadi benalu, jangan limpahin ke mang Dadang, itu tugas kamu sebagai suami untuk rawat tanaman kesukaan istri, karena kamu ngga ada kerjaan, kmau cuma jadi sampah!".


"Baik Ma" timpal Bayu dengan menahan amarahnya.


“Setelah itu Jemput Arana disekolahnya dan setelah itu kamu ke Bandara jemput Tomi ponakanku, dia baru tiba dari LA,”.


Bayu segera ke taman bunga untuk membersihkan beberapa rumput liar yang sebenarnya tidak akan ber efek pada tanaman bunga Naya, setelah itu Bayu segera ke garasi kemudian melajukan BMW hitam untuk menjemput Arana di sekolahnya.


......................


Siswa-siswi tengah tertawa cekikikan di depan sekolah, salah satunya dari mereka adalah Arana bersama teman-temannya,


“Ehh eh eh diam, ssttttt liat disana ada cowok ganteng,”.

__ADS_1


“Mana… mana… mana…??,”.


Pandangan Arana pun ikut tertuju pada apa yang diliat oleh teman-temannya itu, Arana terperangah untuk pertama kalinya Bayu menjemput Arana di sekolahnya.


“Hmm, ganteng apaan, biasa aja kok, udah yaa aku duluan,”.


“Ha? Biasa aja? Ganteng gitu dibilang biasa aja,”.


“Hey kamu mau kemana sih, mobil jemputan kamu belum dateng,”.


“Itu jemputan aku,” sambil menunjuk arah Bayu.


“Dia sopir kamu atau…..”


“Iya, dia sopir baru di rumahku, sudah dulu yaa aku pulang,”.


Arana sangat malu memperkenalkan Bayu sebagai kakak iparnya karena baginya ketenaran karena kekayaan adalah yang nomor satu dari segalanya terlepas dari wajah yang tampan, “apa kata orang kalau mereka tau aku punya kakak ipar yang tidak berguna seperti dia, taunya cuma rebahan di rumah, sedangkan kakakku bekerja keras”. Batin Arana


Arana berjalan mendekati Bayu kemudian melempar tasnya ke Bayu dan masuk kedalam mobil jok belakang, Bayu benar diperlakukan layaknya sopir pribadi padahal nyatanya Bayu adalah kakak Ipar Arana.


“Kenapa kamu sih yang jemput aku, aduh aku malu sama temen-temen punya kakak ipar kere kaya kamu, beban keluarga,” ucap Arana sinis.


"Nyetirnya hati-hati, entar mobilnya lecet kamu bisa beli? Bisa ganti? Paling kamu nyusahin kak Naya lagi,".


Mungkin karena sudah terbiasa mendengar hinaan dari keluarga Naya membuat Bayu menjadi manusia yang bermasa bodoh dan tidak ingin peduli, walaupun sesekali Bayu menahan amarahnya, merasa tidak terima, itu wajar karena dia juga manusia yang memiliki hati, terlepas dia seorang lelaki.


......................


“Tante, I am comingg...,” Teriak Tomi.


“Mama……” teriak Arana.


“Hai sayang, kalian berdua udah datang….”.


“Ma, kenapa sih nyuruh dia jemput Arana, kan Rana malu Ma sama temen-temen kalau ketahuan,”.


“Sudahlah, biarin. Supaya dia punya kerjaan dikit,”.


“Tante makin cantik aja,” ucap Tomi.


“Hmm kamu mulai lagi gombalin tante, cantik dari mananya? Liaat nih muka tante penuh tanda penuaan karena mikirin sepupu kamu yang pinter diurusan bisnis tapi bodoh milih suami!".

__ADS_1


Tomi hanya membalas dengan senyuman, ocehan melani.


__ADS_2