
Bram cepat berlari menuju tempat hacker tersebut dan memberi tahu sebuah kode pulpen yang di dalamnya berisi magnet yang bisa saja dilacak oleh Hacker tersebut.
Dengan cekatan, hacker tersebut membuat beberapa layar di hadapannya bergerak dengan cepat karena banyaknya angka yang berderet hingga akhirnya tampillah sebuah maps yang berikan letak lokasi Rey berada.
"KIrim lokasi itu kepadkau" ucap Bram kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
Mata Bram memerah penuh amarah mengingat video penyiksaan Rey yang di tontonnya, tanpa sepatah kata Bram meninggalkan ruangan tersebut dengan melonggarkan ikatan dasi di lehernya dan membuka setelan jasnya.
Bram memasuki mobil sportnya dan menekan sebuah tombol kotak yang berisi beberapa senjata kesayangan Bram di dalamnya.
"Kalian harus MATI" gumam Bram dengan menginjak padel gas mobil sportnya menuju lokasi tersebut.
...*****...
Di sebuah hutan yang terletak di pinggiran kota, terdapat sebuah bangunan tua yang terbengkalai. Bram yang sudah mendapat titik lokasinya, menuruni mobil sportnya jauh dari bangunan tua tersebut dan berjalan memasuki hutan dengan membawa dua senjata kesayangannya.
Bram berjalan memasuki hutan tersebut dengan satu persatu tanpa suara menghabisi anak buah Nikol yang berjaga di sekitar gedung tersebut, tiba-tiba tanpa sengaja suara letupan senjata Bram berbunyi karena salah satu targetnya meleset, semua bodyguard Nikol yang menjaga gedung tersebut menjadi panik.
"Suara apa itu?"
"Apa yang terjadi?" ucap salah satu bodyguard kepercayaan Nikol
Dia berdiri dari tempatnya dan ingin bergegas mengecek apa yang terjadi di luar sana tapi salah satu dari mereka memasuki ruangan tersebut dengan memberikan informasi bahwa tempat mereka di serang.
Lelaki dengan postur tinggi tersebut meraih Hp di saku celananya dan memberi informasi kepada Nikol bahwa mereka di serang.
"Ah~ ah~ah~yaa seperti itu sayaang" ucap Alea yang berada di bawah kukungan Nikol
Saat mereka sedang asyik bercinta tiba-tiba Hp Nikol berbunyi dan mengganggu aktifitas mereka. Nikol dengan kesal menghentikan permainannya dan meraih Hp yang berada tidak jauh dari kingbadnya.
"Ada apa kau menelfon, apa kau tidak melihat ini jam berapa? mengganggu saja!" teriak Nikol kesal
__ADS_1
"Maaf tuan, situasi gawat. Ada yang menyerang tempat persembunyian kita"
"Sial! baiklah. Aku akan segera kesana, kau halangi mereka dan bawa tawanan itu ke pintu belakang gudang, aku akan menunggu di sana" jelas Nikol
Setelah mematikan telfon tersebut, Nikol segera mengenakan pakaiannya buru-buru. Alea yang masih di landa nafsu, menahan Nikol untuk tidak meninggalkannya tapi Nikol tetap menolak membuat Alea sangat kesal.
"Kau minta anak buahmu membunuhnya, semuanya selsai" ucap Alea
"Kita masih mmebutuhkan banyak informasi tentang Bram sayang, "
"Setelah kita menaklukan tuan Mahendra, dia sudah tidak memiliki apapun"
"Aku rasa tidak semudah itu" timpal Nikol kemudian berlalu.
Akhirnya Alea menghembuskan nafasnya kasar dan juga meraih HP kemudian tersenyum. Dia meminta salah satu bodyguard kepercayaan Jhon yang sedang menjaga rumah Alea memasuki kamar Alea dan akhirnya mmereka bercinta.
...****...
Rey yang sadar bahwa ruangan tersebut penuh dengan wajah panik hanya bisa tersenyum tipis,
Rey sangat yakin yang datang itu adalah Bram dengan para pengawalnya tapi tebakan Rey salah. Bram sendiri yang datang menyelamatkannya tanpa memanggil siapapun.
Ikatan tangan Rey di lepas dan di ganti beberapa orang yang memegang tangannya kuat dan menyeret Rey meninggalkan ruangan tersebut, Rey yang sudah tidak punya tenaga tidak ada jalan lain memberi petunjuk kepada Bram dengan menekan sepatu Rey di lantai dan memberi tanda bahwa dia melewati jalan tersebut.
Bram yang berlari memasuki ruangan melihat ruangan tersebut kosong. Bram kembali menenangkan diri dan berusaha mencari petunjuk, tiba-tiba melihat bekas sepatu yang kakinya sedang terseret menuju sebuah tembok berwarna hitam.
"Aku yakin, ini petunjuk Rey" gumamnya
Dia kemudian mendekati pintu dinding tersebut, mendorongnya, menendangnya dan mencari sebuah tombol untuk membukanya tapi itu masih berlum berhasil.
Bram sangat kesal, dia melihat sebuah botol wine. Dia bergegas mengambilnya dan berencana ingin melempar botol wine tersebut tapi botol wine itu sangat keras, hanya bisa diputar dan tanpa segaja pintu itu terbuka.
__ADS_1
Sebuah jalan lorong terhubung dengan anak tangga yang jalurnya menuruni gedung tua tersebut, Bram bergegas dengan langkah yang cepat. Sedangkan di pintu gudang belakang Nikol sudah tiba dan melihat Rey yang diseret oleh dua orang bodyguard kepercayaannya dan satu orang lainnya berjaga di belakang mereka.
Dorrr....
Dorrr.....
Dua tembakan mengenai bodyguard kepercayaan Nikol dan akhirnya terjatuh dengan penuh darah, dua lainnya yang menjadi sasaran tembak Bram terhenti karean amunisi senjata Bram habis. Nikol yang melihat itupun tertawa.
Nikol memberi perintah kepada dua bodyguardnya yang tengah memegang Rey untuk mmebunuh Bram tapi Bram masih bisa dengan cekatan menghindar dari tembakan dan akhirnya Bram berhasil memberi tendangan yang membuat senjata mereka tergeletak dan mendapat serangan bogem mentah dari Bram dengan membabi buta, sedangkan yang lainnya Bram habisi dengan menembak tepat di kepalanya menggunakan senjata mereka sendiri.
NIkol panik dan melihat senjata yang tidak jauh di hadapannya tergeletak begitu saja, tiba-tiba..
Dorrr......
Bram berbalik dan melihat Rey yang sedang tersenyum kepadanya memeluk Bram dari belakang,
"Reyyyyyyy........." teriak Bram dan menarik pelatuk senjatanya ke arah Nikol dengan sekali shot, peluru itu bersarang tepat di dada Nikol.
Tubuh REy yang berangsur lunglai di tahan oleh Bram dengan membaringkan kepala Rey di tangannya. Bram tidak bisa mengatakan apapun selain air matanya mengalir. Rey yang melihat itupun hanya bisa tersenyum bahagia, dai tidak menyangka jika Bram sendiri yang menyelamatkannya.
"Bodoh, mengapa kau menyelamatkanku" ucap Bram dengan suara parau dengan tangisannya melihat Rey
"Bram, thanks... karena kamu sudah membuatku merasakan memiliki keluarga" ucap Rey dengan suara tersenggal-senggal.
"Bodoh, sejak dulu kau sudah ku anggap sebagai adikku" ucap Bram
Mendengar ucapan Bram, REy kembali memberi senyum manisnya dan air mata Rey pun mengalir.
"Bram sampaikan salamku kepada Ka-ke-k, aku sangat bersyukur bisa menjadi cucunya" ucap Rey kembali
Bram hanya mampu mengangguk sedangkan Rey yang masih ingin mengucapkan beberapa kalimat tapi Bram menahannya untuk tidak banyak bicara, Bram berusaha mengangkat tubuh Rey dan membawanya ke mobil yang tidak berada jauh di hadapannya.
__ADS_1
"Bram, ku ucapkan selmat untuk kelahiran anakmu, mungkin saja aku tidak bisa melihat wajahnya" dengan suara semakin lemah
Bram tidak bisa lagi menahan air matanya, Bram terisak. Rey adalah satu-satu nya sahabat, saudara dan dia adalah orang penting untuk Bram setelah Kakek.