
Jhon menatap Alea kemudian tersenyum sinis. Dia memberikan sebuah isyarat dengan telunjuk meminta Alea mendekat kepadanya. Alea pun berdiri dari tempatnya dan berjalan ke hadapan Jhon.
Jhon membuka resleting celananya sebagai tanda Alea harus memuaskannya saat itu juga, Alea tidak mungkin melakukan itu di hadapan Nikol karena itu bisa menjatuhkan harga dirinya yang walau aslinya sudah tidak ada lagi, tapi Alea tidak pernah memainkan permainan seperti itu dalam dunia ****.
"Mr.Jhon, bagaimana jika tiba-tiba Nyonya Lyodra datang" ucap Alea yang berusaha membuat Jhon mengurungkan rencananya.
"Kau tidak perlu mengurusi hal yang bukan tempatmu. Lyodra sedang berada di Mesir bersama dengan teman-temannya, cepat lakukan"
Alea ingin memberi penjelasan lagi tapi Jhon sudah tidak sabar dengan menarik tangan Alea keras dan membuatnya terduduk di hadapan Jhon. Alea tidak bisa berbuat apa-apa.
Jhon memaksa Alea membuka mulutnya dan melakukan bl** j**. Setelah beberapa menit, Alea pun dipaksa berdiri oleh Jhon kemudian dengan kasar Jhon menarik segitiga piramida milik ALea dan memasukannya dengan paksa membuat Alea teriak karena setua apapun Jhon miliknya tetaplah memiliki ukuran yang berbeda dari pria Asia pada umumnya.
Alea merintih dan menerima semuanya dengan terpaksa, Nikol yang melihat semua adegan tersebut hanya terdiam dan berusaha mencerna apa yang terjadi,
"Mengapa Alea mengenal Jhon?"
"Apa yang dia rencanakan"
Banyak lagi pertanyaan yang bersarang di kepala Nikol.
Aktifitas Jhon dan Alea selesai. Jhon meninggalkan ruangan tersebut menuju kamar mandi yang berada dalam ruang kantornya. Fasilitas dalam ruangan tersebut sangat lengkap, terdapat sebuah kamar tidur juga tapi Jhon memang sengaja ingin memperlihatkan Nikol bahwa betapa berkuasanya dia.
Alea terduduk di lantai dengan wajah dan gaun yang tidak sesuai lagi. Nikol melihat itu berjalan ke arah Alea, melepaskan jasnya dan menutupi pundak Alea.
Alea yang mendapat perlakuan Nikol memanfaatkan waktu dengan menjadi wanita yang lemah mencari sebuah simpatik seorang Nikol, walau bagaimanapun lelaki yang berada di hadapannya itu bisa saja suatu saat nanti bisa di gunakan sebagai alat balas dendam kepada Naya.
Alea duduk berhadapan dengan Nikol, dia melihat tatapan Nikol dan sangat paham jika Nikol memiliki banyak pertanyaan atas kejadian itu. Alea menjelaskan jika saat ini Harun sudah tidak memiliki apapun, dia sedang koma dan Naya sangat jahat tidakmenganggap Harun dan Melani sebagai orang tua lagi.
__ADS_1
Alea yang hanya sebagai ponakan satu-satunya membantu Harun dan Melani dengan mengorbankan dirinya sendiri. Seperti biasa, Alea menggunakan tehnik yang sama lagi untuk menjerat korbannya. Jhon yang keluar dari kamar mandi telah berganti setelan baru tersenyum devil melihat Alea bersama Nikol tengah diskusi,
"Jadi apa yang kalian inginkan?"
Alea dan Nikol saling menatap mendengar pertanyaan itu,
"Bukankah kalian memiliki misi yang sama?"
"Baiklah Mr. Jhon, saya ingin anda menyelamatkan perusahaan saya terlebih dahulu akibat Yudistira yang membuat perusahaan saya terancam bangkrut"
Jhon mengangguk dan kembali memberi saran, "Bagaimana jika kau serahkan saja perusahaanmu itu kepada mereka untuk tidak menimbulkan kecurigaan dan kau mengelola salah satu perusahaanku untuk membalas dendam kepada mereka" jelas Jhon
Nikol tanpa berpikir panjang dan merasa itu sudah benar, tersenyum dan mengiyakan ucapan Jhon.
"Bodoh, kau akan menjadi bawahanku dan kau kehilangan hartamu" batin Jhon
Sebelum Nikol dan Alea meninggalkan ruangan tersebut, Alea terlebih dahulu di beri black card yang membuatnya tersenyum manis dan jangan di tanya lagi tentang hatinya yang mendapat black card. Alea merasa ada kembang api yang meletup-letup di dalam sana, sedangkan Nikol menerima surat kuasa sebagai CEO salah satu perusahaan besar milik Jhon membuatnya juga tersenyum bahagia.
...****...
Harun telah sadar pasca operasi, keadaannya semakin membaik. Dia melihat keadaan istri dan Anaknya tidak seperti biasanya tanpa mengenakan pakaian glamour dengan beberapa berlian yang bertengger di jarinya. Harun bertanya perihal itu tapi MElani hanya diam.
Dokter telah memberi banyak wejangan untuk kesembuhan Harun secara total dan hari itu Harun telah di perbolehkan untuk kembali ke rumah, Melani dan Arana bingung harus mengatakan apa untuk memberi tahu Harun bahwa mereka sudah tidak memmiliki apa-apa lagi.
Tapi tidak ada jalan lain, MElani mencoba menggunakan kata-kata dengan baik agar Harun bisa menerima tanpa harus ada penekanan di syaraf jantungnya,
"Iya katakan saja, Papa sudah membaik"
__ADS_1
Melani dan Arana terdiam dan saling menatap, "Pa, kita sudah bangkrut dan tidak memiliki apa-apa lagi".
Harun terdiam sesaat berusaha mengatur nafasnya dan memegang dadanya, Mata Harun memerah seakan menekan emosi yang akan memuncak.
"Baiklh, tidak masalah. Nanti kita pikirkan. Ayo kita pulang terlebih dahulu"
Melani dan Arana saling mengangguk dan mereka bersiap meninggalkan rumah sakit, Harun yang belum mampu mengimbangi badannya dengan stabil harus menggunakan kursi roda. Untuk pertama kali mereka menggunakan taksi, Harun terlihat bingung dan menanyakan perihal dimana mobil mereka dan mengapa arah rumah mereka berbeda dengan yang lama.
Rasanya Melani ingin memekakan telinga Harun perihal pinjaman bank yang di lakukannya tanpa sepengetahuan MElani tapi dia harus menahan diri.
Tiba di sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana, rumah dengan halaman yang kecil dan kamar hanya ada dua serta dapur yang sangat kecil. Selama beberapa hari Melani dan Arana tidak pernah menyentuh dapur itu sama sekali karena mereka tidak tahu menahu tentang dunia memasak, selama ini mereka hidup karena pelayanan orang lain.
"Ini rumah siapa Ma?" tanya Harun saat mereka memasuki ruang tamu
"Ini rumah kita untuk sementara"
"Ha?"ucap Harun dengan memegang dadanya dan berusaha menstabilkan nafasnya kembali.
"Papa meminjam uang di bank dan pembayaran Papa menunggak, jadi rumah dan semua harta benda kita di sita untuk sementara"
Harun berusaha menstabilkan kembali nafasnya dengan mata memerah dia mencengkram kursi rodanya, dia menyalahkan Naya yang tidak becus menjadi anak dan memilih suami yang hanay ingin menjatuhkan mereka.
"Kita hanya perlu menunggu informasi dari Alea yang menemui Jhon untuk membatu kita" ucap Melani
ucapan Melani itu mampu membuat Harun sedikit bernafas lega, setidaknya ada sedikit harapan untuk hidup mereka, sedangkan arana sudah tidak mampu berkutip apapun lagi.
Sedangkan Alea yang berada di Negara lain sedang menikmati fasilitas yang di berikan Jhon dan sengaja mengundur kepulangan nya karena ingin memberikan pelajaran untuk keluarga Harun, bagaimana mereka bisa merasakan hidup miskin.
__ADS_1