Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
45. MSSM


__ADS_3

Bram dan Naya memasuki area hotel berbintang lima yang mewah. Mobil mewah mereka terhenti di depan pintu masuk dengan tenang, mengundang pandangan iri dari orang-orang di sekitar. Bram dengan pakaian yang terlihat elegan, melangkah keluar dengan kepercayaan diri yang memancar. Matanya yang tajam menyapu pandangan sekitar, menyerap keindahan dan kemewahan hotel yang menjulang di depan mereka.


Naya melangkah dengan kemolekan yang mempesona. Ia terlihat anggun dalam gaun malamnya yang terhembus angin. Langkahnya lembut dan penuh keyakinan, menambah kilauan kehadirannya di tengah sorotan lampu-lampu mewah.


Mereka berdua bersama-sama melangkah menuju pintu masuk hotel, menjelajahi lorong mewah dengan karpet merah yang menghiasi langkah mereka. Suasana mewah dan intim langsung mengelilingi mereka, memberikan sensasi istimewa yang sulit dilupakan.


Staf hotel yang sigap menyambut mereka dengan senyuman hangat dan pelayanan yang sempurna. Mereka diantar ke dalam ruangan mewah dengan furnitur bergaya dan dekorasi yang megah. Cahaya lembut memancar dari lampu-lampu gantung yang cantik, menciptakan atmosfer romantis yang memikat.


Bram menarik kursi dan mempersilahkan Naya duduk di meja yang penuh dengan makanan lezat dan minuman mewah. Bram dan Naya menikmati hidangan dengan penuh kenikmatan, sambil saling berbagi cerita dan tawa. Dalam momen-momen itu, mereka merasakan kehangatan cinta yang memenuhi udara di sekitar mereka.


Naya sesekali bertanya perihal hari itu, tentang mobil, setelan jas, gaya rambut, dan hotel berbintang lima dengan pelayanan VIP kepada Bram,tapi Bram hanya menjawab seadanya bahwa semua itu adalah hadiah dari bosnya karena Naya tetap tidak akan percaya dengan penjelasan Bram yang sebenarnya.


Dari jendela, pemandangan kota yang gemerlap menyajikan panorama yang menakjubkan. Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi, terang benderang dalam malam yang cerah. Mereka berdua menyaksikan gemerlap kota dengan mata yang penuh kekaguman, menikmati keindahan yang terhampar di hadapan mereka.


Malam itu terasa begitu magis bagi Bram dan Naya. Dalam suasana hotel berbintang lima yang mewah, mereka menemukan kebahagiaan dan keindahan dalam setiap momen yang mereka bagi bersama. Di bawah cahaya remang-remang dan nuansa romantis, mereka terikat dalam ikatan yang kuat.


Malam itu, setelah makan malam usai di balkon kamar mereka dan menikmati pemandangan, di balik pintu kamar ada atmosfer penuh dengan kehangatan dan gairah. Bram dengan tatapan penuh kasih, memandang istrinya yang mempesona.

__ADS_1


Dengan langkah hati-hati Bram menggendong Naya ala Bride style, mendekati tempat tidur yang dihiasi dengan bunga-bunga indah. Mereka merasakan keintiman yang tumbuh di antara mereka saat mereka saling memandang dalam diam. Cinta yang melimpah memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang memikat.


Bram akan sangat hati-hati walau di penuhi dengan gairah karena Naya saat itu tengah mengandung. Bram mengulurkan tangannya dengan lembut, merengkuh tangan istrinya dengan kelembutan. Setiap sentuhan, setiap bisikan, membawa mereka lebih dekat satu sama lain.


Sesekali ucapan Bram dihiasi dengan kecupan dan candaan sayang.


Malam mulai semakin larut dan dipenuhi kegelapan, api dalam perapian berdansa dengan riang. Di sudut kamar tidur yang terang oleh sinar bulan yang memancar, Bram dan Naya terhanyut dalam arus gairah yang membara. Tubuh mereka menyatu dalam keintiman yang tak terucapkan, menciptakan simfoni cinta yang menggetarkan jiwa.


Bram dengan keperkasaan yang menonjol, menatap istrinya dengan tatapan yang penuh nafsu. Pakaian mereka terlempar di tepi tempat tidur, mengungkapkan tubuh yang dipahat dengan indah. Kelembutan kulit mereka bertaut dalam kehangatan yang menenangkan, membangkitkan gairah yang terpendam.


Sentuhan Bram seperti nyanyian lembut, menelusuri lekuk tubuh istrinya dengan penuh kelembutan. Tangannya menari dengan gemulai, menggoda dan menyentuh tempat-tempat yang paling sensitif. Tubuh mereka berpadu dalam ritme yang berdentum, memenuhi ruangan dengan suara ******* dan kerumunan api yang membara.


Waktu terasa berhenti saat mereka melangkah ke dalam dunia penuh gairah. Setiap gerakan mereka adalah ekspresi dari cinta yang tak terkendali, sebuah ritual yang menggairahkan dan memuaskan. Tubuh mereka bergetar dalam harmoni yang begitu sempurna, menciptakan syair keintiman yang tiada tanding.


Malam itu berlalu dalam keintiman yang tidak bisa dipadamkan. Mereka terus menggali lautan gairah yang tak berujung, mengeksplorasi batas-batas kesenangan yang tersembunyi. Kelelahan dan kepuasan melingkupi tubuh mereka saat mereka merangkul satu sama lain dalam kebahagiaan yang tulus.


Mereka mengetahui bahwa keintiman mereka adalah hadiah yang indah, suatu ikatan yang tak tergantikan. Di bawah cahaya bulan yang mengawasi, mereka memeluk satu sama lain dengan penuh kasih, merasa beruntung memiliki satu sama lain dalam keindahan yang mempesona.

__ADS_1


...***...


Di pagi hari yang cerah, sinar matahari menyusup masuk melalui jendela kamar hotel yang mewah. Di antara seprai yang lembut, dua tubuh yang terguling dengan kelelahan dan kepuasan, menikmati momen intim setelah malam yang penuh gairah.


Bram dengan senyuman di wajahnya, menatap istrinya yang terbaring di sampingnya. Rambut Naya yang terurai dengan lembut menambah pesona kecantikannya. Dia adalah manifestasi keindahan yang mengisi kamar itu dengan aura yang memikat.


Naya bergerak dan membuka matanya, menatap wajah suaminya yang tengah tersenyum menampilkan gigi putihnya yang berjejer,


"Selamat pagi sayang"ucap Bram dengan mengecup kening Naya


"Pagi sayang...."balas Naya dengan merenggakan otot-ototnya.


"Lapar....." ucap Naya yang membuat Bram terkekeh.


Bram bangun hanya menggunakan boxer menutup bagian bawahnya dan menarik sebuah troli makanan dan menyajikan untuk Naya.


Naya yang melihat itupun bangun dengan sumringah, karena pada dasarnya wanita hamil, sering merasakan lapar. Bram sudah hafal itu dan dia sengaja memesan makanan sejak pagi tadi yang di antar lansung oleh seorang manager hotel tersebut.

__ADS_1


Kesunyian pagi pecah dengan suara halus mereka yang saling berbisik, bercerita dan tertawa. Membagikan pesona yang masih terasa di tubuh mereka. Di dalam keintiman yang tercipta, mereka menggambarkan ekspresi kasih sayang melalui tatapan dan sentuhan lembut. Setiap sentuhan adalah doa cinta yang mereka utarakan tanpa kata-kata.


Setelah Naya menghabiskan makanan nya, mereka kembali saling memeluk dan menghela napas dalam-dalam, merasakan kepuasan dan kemesraan yang melingkupi ruangan. Dalam keheningan pagi yang indah, Bram dan Naya menikmati kehangatan dan kedamaian layaknya pasangan muda yang sedang berbulan madu pada umumnya, setelah pertempuran penuh kecintaan yang baru saja mereka lalui.


__ADS_2