
Naya tersenyum mendengar suara tersebut sedangkan yang lainnya para teman-teman yang merendahkan Bram, terdiam melihat sosok lelaki yang berada di hadapannya.
Mata mereka tidak bisa berpaling dari sosok Bram yang memukau dengan setelan jas yang sempurna. Wajahnya yang tampan terlihat begitu memesona di bawah cahaya lampu di tempat pesta. Mereka seperti terhipnotis oleh pesona Bram yang luar biasa.
Naya akhirnya ikut berbalik dan melihat sosok lelaki yang berada di hadapannya tampil sangat berbeda, dengan setelan jas senada dengan warna gaun yang di kenakan Naya. terlihat sangat elegan dan memikat. Bram mengenakan jas yang pas di tubuhnya, membuat postur tubuhnya terlihat lebih tinggi dan gagah. Jasnya berwarna biru gelap, terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang membuat Bram terlihat berkelas dan mewah.
Ia juga mengenakan kemeja putih yang bersih dan rapi, dengan membuka dua kancing di dada, memperlihatkan sedikit dada bidang Bram. Sepatu hitam mengkilap yang dipakainya menambah kesan elegan dan berwibawa pada penampilannya.
"Maaf, apakah saya terlambat?" ucap Bram sekali lagi
Teman-teman Naya hanya terdiam dan sedikit gugup, mereka tidak percaya apa yang mereka lihat, dia bukan lelaki yang mereka lihat sebelumnya, lelaki yang berstatus suami Naya itu dulunya sangat tidak memiliki kharisma apapun sedangkan saat ini, lelaki yang berada di hadapannya bisa dikatakan sempurna untuk mereka.
"Tidak, kau tidak terlambat, welcome in my party" timpal Nikol
Bram hanya menatapnya dingin, dia kemudian berjalan melewati Nikol dan merangkul pinggang Naya dan mengecup pipinya membuat Nikol terbakar api cemburu,
"Maaf sayang aku terlmbat" bisik Bram
"Its okey sayang, anyway you're so amazing tonight"ucap Naya
Bram bertingkah, pura-pura tidak memahami memahami apa yang Naya katakan membuat Naya tersenyum gemas dan mengecup leher Bram singkat,
"Aku mencintaimu sayang" ucap Naya
Bram mengerutkan alisnya "Aku yakin bukan itu artinya.
Naya hanya terkekeh membalas ucapan Bram.
__ADS_1
Nikol dan para teman-teman Naya merasa gerah melihat dua pasangan tersebut yang terlihat sangat serasi dan romantis.
"Wah, setelan mu malam ini lumayan, aku sangat mengenal desainer untuk setelan ini, jam yang kau kenakan dan yaapp sepatu... wow fantastic" teriak Nikol dengan menyimpan gelas yang berada di tangannya kemudian bertepuk tangan.
Nikol ingin mempermalukan Bram, dia menepuk tangan dengan keras membuat perhatian para tamu undangan berfokus kepada mereka.
"Aku hanya merasa iba kepada Naya, aku yakin dia sangat bekerja keras untuk memberi setelan seperti yang kau kenakan ini" ucap Nikol
Naya mendengar itu, ingin membalas ucapan Nikol tapi Bram menggenggam tangannya dan memberi tanda untuk tidak menggubris ucapan Nikol.
Nikol tetap melanjutkan ucapannnya, "Naya, cintamu buta. aku yakin kau kena pelet lelaki miskin ini, dia tidak akan sanggup membahagiakanmu, dia hanya benalu"
"On krasivyy, no ya ne dumal, chto on prosto ispol'zuyet svoyu zhenu"
(aku tidak menyangka dia sangat tampan tapi hanya memanfaatkan istrinya, benar-benar tidak berguna) ucap salah satu teman Naya yang menggunakan bahasa Russia
(kamu benar dan dia sangat miskin, dan tidak mampu membeli bahkan sebuah cincin berlian sekalipun untuk istrinya). balas Nikol
Naya yang memahami makna tersebut sudah ingin mengeluarkan suara tapi Bram tiba-tiba membalas ucapan mereka
"U menya net nikakogo interesa khvastat'sya svoim bogatstvom i tem, chto ya podaryu svoyey zhene, dazhe ty dlya nas nikto, ty ne imeyesh' nikakogo vliyaniya."
(aku tidak punya kepentingan apapun untuk memamerkan hartaku dan apa yang akan aku berikan kepada istriku, bahkan kalian bukan siapapun untuk kami, kalian tidak memiliki pengaruh sama sekali).
Nikol, Naya dan semua orang yang mendengar itupun terhenyak, Bram mengucapkannya dengan sangat fasih. Malam itu Bram memang terlihat sangat berbeda selain penampilan yang menarik, Bram sangat percaya diri saat berbicara, suaranya terdengar jelas dan tegas, dan gerakannya halus dan teratur. Semua orang terkesan dengan ketampanan dan karisma yang dimilikinya.
Naya bahkan terdiam dengan banyak pertanyaan yang tersimpan di kepalanya. Sedangkan Bram menyunggingkan senyumnya menatap rendah Nikol dan yang lainnya.
__ADS_1
"Merci pour le sens, ma femme et moi disons au revoir et passons un bon moment"
(terima kasih untuk artinya, saya dan istri saya pamit dan selamat bersenang-senang). dengan Bahasa Prancis.
Bram menarik tangan Naya lembut dan berjalan melewati semua orang yang terdiam mendengar ucapan Bram dengan fasih menggunakan Bahasa Asing dan berpenampilan yang memukau. Sebelum itu Bram menghentikan langkahnya di hadapan Nikol dan mendekatkan diri ke arah Nikol kemudian berbisik,
"El reloj que llevas es falso"
(Jam tangan yang kamu gunakan itu palsu). Dalam bahasa Spanish
Nikol mendengar itu geram, walaupun faktanya benar dia sangat tidak terima karena ucapan itu keluar dari mulut Bram. Tadinya Bram tidak ingin membesarkan hal itu tapi Nikol sendiri yang terlebih dulu mendorong pundak Bram dengan mengatakan hal yang sama,
"Berani sekali kau menuduh jam tangan ini palsu, dan yang kau gunakan asli,". Ucap Nikol geram
Nikol meragukan semua keaslian yang dikenakan Bram malam itu yang harga aslinya fantastis. Bram tersenyum devil dan memasukan tangan kanannya ke saku dan mendengarkan celotehan Nikol yang untuknya tidak berguna.
Bram kemudian menjelaskan alasan Bram mengatakan itu Palsu, Nikol tersenyum dan dia sangat yakin bahwa tidak ada yang mengetahui kepalsuan jam tangan Nikol selain dia dan si penjual itu sendiri karena selama ini belum ada yang pernah memperhatikan jam tangan Nikol dengan teliti, semua hanya melihat branded dengan mata melotot bahwa jam tersebut seharga bangunan rumah yang mewah.
Bram meminta semua yang hadir dan merasa jam yang di gunakannya asli untuk melihat detakannya,
"21.30" ucap Bram
Semua mendengar itu mengangguk dan jam yang di tunjukan pada jam Nikol 21.28. Ketidak akuratan detak pada jam bisa menjadi ciri ketidakasliannya dan desain logo yang sedikit kasar membuatnya begitu jelas.
Semua orang melirik Nikol dengan tatapan yang aneh, Nikol mulai gugup dan menantang keaslian jam dan semua yang digunakan Bram. "Saya yang akan menguji keasliannya" Ucap salah seorang wanita yang terlihat dewasa dari yang lainnya.
Naya mengenal wanita itu dengan baik. Wanita itupun berasal dari dunia Fashion dan sudah sangat berpengalaman, hanya saja dia memilih fakum dari dunia fashion dan desain dengan beberapa alasan.
__ADS_1
Dia berjalan mendekati Bram dan ingin menyentuh setelan jas yang di kenakan Bram tapi Naya memegang tangannya kemudian tersenyum, Naya meminta Bram melepaskan Jas nya dan memberikan kepada wanita tersebut.