Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
80. MSSM


__ADS_3

Dalam ruangan gelap, kaki dan tangan Rey terikat dengan kuat oleh tali kasar yang digunakan oleh para bodyguard Nikol. Nadi-nadi dan urat tangan Rey berdenyut dan terlihat sedang berusaha sekuat tenaga untuk bisa melepaskan diri tapi sepertinya tenaga Rey terasa memudar dengan setiap tarikan napas Rey yang terengah-engah.


Darah yang mengalir dari luka kepala menutup sebagian wajah Rey. Tiba-tiba dalam ruangan tersebut terdengar suara langkah kaki yang beriringan dan langkah yang lainnya, Rey sangat yakin bahwa salah satu dari mereka adalah seorang wanita.


Rey mendongakkan kepalanya melihat Nikol yang tiba bersama Alea kemudian mereka tersenyum sinis melihat Rey yang berlumuran darah,


"Bangunkan dia" ucap Nikol


Tiba-tiba anak buah Nikol membangunkan Rey dengan menyiram wajah Rey menggunakan sebotol wine yang membuat luka Rey semakin perih kemudian menarik tubuh Rey untuk tetap berdiri tegak walau dengan bantuan mereka.


"Arrrggg" ringis Rey


"Ha ha ha.... Hai Rey" ucap Alea dengan tatapan mengejek


Rey kemudian melihat wajah Alea berada di hadapannya, kemudian melirik Nikol yang berdiri tidak jauh di belakang Alea yang juga memberi tatapan yang mengejek membuat Rey menyunggingkan senyum walau dengan wajah yang sudah babak belur, dia masih menampakan senyum terbaiknya.


"Kau tersenyum?" ucap Alea


"Rey, Rey, aku salut padamu. Dalam keadaan sekarat pun, kau masih tersenyum"


"Kalian memang pasangan serasi?" ucap Rey dengan suara terengah karea menahan sakit


"Tentunya" balas Alea dengan centil menatap Nikol


"Hm ha ha, sama-sama manusia sampahyang mengincar kekayaan orang lain" ucap Rey dengan tertawa menahan perih.


Nikol yang mendengar itu, tersulut amarah. Rey kembali merasakan kasar sepatu Nikol yang menginjak-injak tubuhnya yang lemah. Setiap pukulan yang mendarat di tubuhnya terasa seperti cambukan api yang menyengat kulit Rey. Rasa sakit itu menyusup ke dalam tulang-tulang Rey, memenuhi setiap serat sarafnya dengan penderitaan.


Rey kembali memuntahkan darah karena Nikol menyiksanya dengan brutal, tapi Rey masih teguh dan tersenyum setelah penyiksaan itu.


"Jika kau berpikir aku akan membantu kalian untuk mengalahkan Bram, kalian salah sasaran. Bahkan kalian membunuhku pun tidak akan memberi apapun" ucap Rey dengan suara yang tersenggal-senggal.

__ADS_1


"Tidak, aku tahu. Kau adalah kelemahan Bram".


AKhirnya Rey terbahak mendengar ucapan Alea yang membuat alisnya bertautan, Alea tidak menerima apa yang Rey lakukan.


"Baiklah, kita akan tahu setelah Bram melihat video penyiksaanmu" ucap Alea yang menatap Nikol


Nikol memberi perintah kepada salah satu anak buahnya kembali menyiksa Rey dan mereka membuat video penyiksaan tersebut dan berencana memperlihatkan Bram sebagai bentuk pelajaran dan ancaman. Tapi sebelum itu, Rey memberitahu mereka bahwa jika mereka membunuhnya pun itu tidak akan berpengaruh sama sekali dengan Bram karena dia hanya seorang bawahan.


"Baiklah, bagaimana jika kita bernegosiasi?" ucap Nikol yang kemudian mengambil alih


Nikol mencengkram wajah Rey yang  sudah tidak bisa di tegakan lagi karena Rey kehabisan tenaga.


"Dimana tuan dan Nyonya Mahendra berada?" tanya Nikol


Rey hanya terdiam dan memberi tatapan penuh dengan ejekan. Nikol kemudian memberi pertanyaan yang sama, dimana mereka tapi Rey masih tetap diam. Alea akhirnya mengambil alih, dia mendapat ide untuk mengancam Rey,


"Aku akan membunuh Tuanmu itu, Brahma Yudistira jika kau tidak buka mulut"


Bram mungkin bisa kehilangan Rey tapi dia tidak bisa kehilangan kakeknya, Rey kemudian memberitahu dimana posisi Tuan dan Nyonya Mahendra sebenarnya si penanam saham terbesar pada Yudisitira yang dengan kedua orang itu, mereka sudah bisa menduduki perusahaan raksasa tersebut.


"Anak pintar" uacp Nikol kemudian meninggalkan tempat tersebut


Sepanjang perjalanan, Alea dan Nikol saling tertawa dan berencana merayakan keberhasilan mereka terlebih dahulu tapi Hp Nikol dan Alea bersamaan mendapatkan sebuah pesan untuk berada di salah satu Villa karena Jhon ingin memberi mereka misi yang baru.


Nikol dan Alea akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan JHon dahulu kemudian merayakan keberhasilan mereka, Alea dan nikol pun menaruh curiga dengan Jhon, karena sepertinya dia lebih tertarik membuat Yudistira hancur di banding mereka, tapi itu tidak masalah, justru mereka sangat merasa terbantu.


Nikol dan Alea memasuki sebuah Villa dengan pengawalan yang sangat ketat dan bodyguard yang sangat banyak membuat mereka saling menatap heran, mereka berdua merasa berada di sebuah kompi tentara dengan banyaknya pria asing berlalu lalang membawa sebuah senjata laras panjang.


"Ada apa ini?" ucap Alea yang di beri balasan Nikol dengan mengangkat bahunya dalam artian di juga tidak tahu apapun.


Nikol dan Alea memasuki sebuah ruangan yang disana tidak hanya ada Jhon tapi juga ada Harun dan Melani yang menunggu kedatangannya,

__ADS_1


"Tante,? om? apa yang kalian lakukan di sini?"


JHon pun terlihat menggunakan kursi roda, membuat Alea semakin bingung.


Akhirnya Jhon menjelaskan bahwa Bram sudah menembaknya membuat mata Alea melotot tidak percaya, Harun dan Melani dengan wajah geram seakan dia akan siap tempur dengan menantu yang tidak di anggapnya itu,


"Bagaimana dengan misi kalian?" tanya Jhon


"Kami telah menemukan pemegang saham terbesar di Yudistira, selangkah lagi mereka akan gulung tikar


"Bagus,  setelah itu kau bisa menggantikan Bram menjadi pimpinan Yuditira" ucap Jhon


"Benarkah?" timpal Alea sumringah


Nikol yang mendengar itupun setuju tapi dia ingin menjadi perusahaan kedua terbesar setelahnya dan ingin bekerja sama dengan Alea, sedangkan Harun juga tersenyum penuh kemenangan hanya meminta bagian dari keuntungan perusahaan tanpa meminta jabatan, begitupun dengan Melani.


Jhon menyetujui semua persyaratannya tapi dengan syarat, Bram harus MATI.


Alea berat hari menolak rencana Jhon tapi dia juga tidak ingin kehilangan apa yang sudah di janjikan di depan mata,


"Maaf sayang, aku sepertinya tidak membutuhkan kamu lagi," batin Alea dengan mengingat Bram


Akhirnya mereka semua setuju bahwa Bram akan di lenyapkan sesuai dengan rencana JHon.


...*****...


di tempat lain, mengarahkan semua pengawalnya untuk menemukan Rey. Dua hari berlalu, Bram mengerahkan hacker dan pencarian di setiap sudut negaranya. Bram telah menemukan jejak terakhir dan wanita tua gelandangan sebagai saksi yang menguatkan Rey memang di culik.


Bram pun mengerahkan mata-mata untuk mengawasi gerak gerik Harun, Nikol dan semuanya tapi belum menemukan jalan.


Ting......

__ADS_1


Ponsel Bram bergetar memberi tanda bahwa ada pesan masuk, Bram akhirnya membuka pesan tersebut, sebuah video yang memperlihatkan Rey sedang di siksa. Bram mengeratkan rahangnya kemudian melihat setelan yang di gunakan Rey membuat Bram teringat sesuatu.


__ADS_2