Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
82.MSSM


__ADS_3

Pertemuan Bram dengan Rey saat Kakek Brahma mengajak Bram ke sebuah panti asuhan untuk memberikan bantuan seperti biasa.


Tiba-tiba terlihat seorang anak yang suka  menyendiri dengan tubuh yang kurus dan lemah, duduk sendiri di taman panti tanpa seorang pun teman yang mengajaknya untuk bermain. Bram akhirnya berinisiatif mendekati anak tersebut dan memberinya sebuah mainan mobil kesukaan Bram.


Rey saat itu yang di dekati orang asing untuknya tidak menggubris Bram sama sekali, hingga melihat usaha Bram terus mendekatinya dan mengajak Rey bermain, membuat Rey menyunggingkan senyum manisnya.


Selama menjadi anak panti, Rey selalu di bully oleh anak panti yang lain karena memiliki tubuh yang sangat kurus bukan karena Rey malas makan tapi karena sewaktu kecil Rey menderita penyakit, karena alasan itu pula Rey tidak memiliki teman satu orang pun kecuali Bram yang terlebih dahulu memintanya untuk menjadi temannya.


Kakek Brahma yang melihat Bram mulai membuka diri memiliki teman sepeninggal orang tuanya. Meminta kepala panti memberi pengobatan Rey hingga sembuh. Bram pun dulu sangat rutin ke panti hanya untuk sekedar bermain dengan Rey. Bahkan Bram sesekali tidur di pantai bersama Rey.


Menjelang dewasa, Bram dan Rey selalu bersama hingga sekolah, kuliah dan saat Bram di beri kekuasaan untuk mandiri dan di beri fasilitas lengkap oleh kakek Brahma kemudian meminta Rey menjadi asistennya. Akhirnya saat itu mereka menjadi kolaborasi yang sangat lengkap di dunia bisnis.


"Rey, kau akan bik-baik saja, ada aku. Jangan tutup matamu, ini adalah perintah. Kau cukup bercerita tentang masa kecil kita atau tentang mantan brengsekmu itu" ucap Bram yang membopoh tubuh Rey yang tubuhnya sudah mengalir banyak darah yang juga membasahi tubuh Bram.


"Jangan memaksakan diri Bram, aku cape. Ingin istrahat"


"Jangan bodoh, kau belum butuh istrahat, kau harus masih bekerja, aku belum memberimu cuti"


"Bram, kau akan mendapatkan asisten yang luar biasa selain aku"


"Tidak akan ada asisten atau apapun yang bisa menggantikanmu, aku tidak mengiizinkanmu kemana-mana" ucap Bram dengan meletakkan tubuh Rey pelan di jok depan.


Saat Bram ingin menutup pintu mobil, Rey memegang tangan Bram kuat,


"Bram, ma-afkan aku......." ucap Rey kemudian menutup matanya


"Reyyyyyyy, bangun Rey..... REy,,,, bodoh, bangun.. aku tidak mengizinkanmu kemana pun, Reyyyy bangunnnn!!!!" Terriak Bram.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan, Bram terus berdoa dalam hati, berharap agar waktu tidak berlalu begitu cepat, agar nyawa Rey tetap terjaga hingga sampai ke tempat yang aman.


Sampai akhirnya, mereka tiba di pintu masuk rumah sakit dengan hati resah. Bram dengan penuh kehati-hatian meletakkan Rey di kursi roda kemudian berlari mmebuat keriuhan dan kegaduhan di ruang gawat darurat, Bram dengan hati yang bergetar mencoba menjelaskan kepada petugas medis tentang kondisi Rey.


Para Dokter dan perawat yang melihat pemilik rumah sakit sedang dalam masalah segera mengambil alih Rey dan memindahkan ke tempat tidur yang steril.


Sambil menatap Rey yang terbaring lemah, Bram tidak bisa menahan air mata yang mengalir di pipinya. Para Dokter berusaha memeriksa detak jantung Rey. Untuk beberapa saat, Dokter sudah ingin menyerah tapi Dokter yang lain merasa ada sesuatu yang masih menariknya untuk melakukan alat pacu jantung ke tubuh Rey.


"Skali lagi, tambah pacuan listriknya"ucap Dokter tersebut  dengan menekan kedua benda tersebut di dada Rey dan ....


Dag, dig, dug.....


Dokter tersenyum dan menatap Bram seakan memberi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bram sangat bersyukur untuk itu, Bram meminta dokter melakukan yang terbaik, Bram pun mengerahkan seluruh pengawal untuk menjaga ruangan Rey kemudian Bram berjalan ke ruangan lain.


DI ruangan tersebut, ada Naya yang sedang menemani kakek Brahma yang masih terbarig belum sadar dari koma nya, Naya yang sehari gelisah karena belum mendapat informasi apapun dari Bram, sesekali menyeka air matanya.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Naya melihat Bram yang sudah lusuh dengan lumuran darah. Naya berlari dan memegang wajah Bram, memberi banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi, tiba-tiba Bram memeluk Naya erat.


"Kehilangan? apa maksudmu sayang?"


"Rey sekarat, dia di culik dan-"


"DImana dia sekarang?"


"DIa sedang di tangani dokter"


"Sayang, bersihkan dirimu dulu dan temani dia, urusan kakek serahkan padaku" ucap Naya dengan memberi energi kepada suaminya itu.

__ADS_1


Naya sangat tahu seberapa berharganya Kakek dan Rey untuk Bram.


...*******...


Ke esokan harinya, kematian Nikol telah tercium publik dengan sumber yang mengatakan Nikol terkena serangan jantung. Banyak yang menyayangkan hal tersebut karena Nikol masih sangat muda untuk mendapat serangan jantung. Di pemakaman para tamu mengenakan pakaian hitam duduk dengan hening di bangku kayu yang tersusun rapi di sepanjang lahan pemakaman. Begitupun dengan Harun, Melani dan Alea.


Wajah mereka tdak mencerminkan kedukaan yang mendalam, tepatnya mereka akan berusaha bersikap waspada dengan rencana mereka karena mereka tahu kematian Nikol karena Bram, bukan karena serangan jantung.


Harun berbisik kepada Melani untuk menemui Jhon setelah peti jenazah Nikol di makamkan, sedangkan Alea hanya terdiam. Wajah Alea sulit untuk di gambarkan, apakah dia sedih, senang atau biasa saja. Yang jelas dia kehilangan salah seorang yang menjadi penghangat ranjangnya.


"Alea, bagaimana dengan rencanamu?"


"Setelah ini, aku akan menemui Tuan Mahendra dan istrinya"


"Bagus, bagus, kami menunggu kabar baikmu" ucap Harun


Alea yang mendengar itu hanya tersenyum sinis. DIa mengepalkan tangannya, dia akan menguasai semuanya tanpa memberi bagian kepada Harun dan Melani.


"Menunggu kabar baik? baiklah, kalian lihat saja. Aku tidak akan memberi sepeserpun kepada kalian" batin Alea


Saat Alea menjalankan misinya untuk menemui tuan Mahendra, Harun dan Melani mendapatkan misi dari jhon untuk kembali mendekati Naya dan meluluhkan hatinya. Harun dan Melani setuju tapi sebelum itu dia menanyakan perihal Arana kepada Jhon, kapan tepatnya pernikahan mereka di laksanakan dan apa yang Arana lakukan di Inggris sedangkan Jhon berada di Negaranya,


"Anakmu sedang mneikmati liburannya bersama Lyodra, kau tidak perlu khawatir untuk itu" ucap Jhon


Harun dan Melani merasa senang mendengar itu sedangkan DI Inggris, hanya Tuhan yang tahu bagaimana hidup Arana yang di jadikan babu oleh Lyodra.


...********...

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, saat Bram dan Naya tengah sibuk merawat Kakek Brahma dan Rey, perusahaan jatuh bangkrut karena Alea berhasil merebut hati tuan Mahendra dan Nyonya Mahendra untuk menandatangani sebuah berkas tentang saham yang beralih ke tangan Alea.


Rapat dadakan terjadi saat Bram tengah sibuk mengurus Rey, tapi Bram masih diam. Baginya, keluarga adalah segalanya. Persetan dengan perusahaan itu!


__ADS_2