
"Nay, kau sepertinya benar-benar menikmati hidupmu menjadi masyarakat biasa hingga hadiah seperti itu sudah bisa membuatmu takjub"
"Sayang, bukan seperti itu, setidaknya saat aku menjadi CEO dulu aku tidak sangat gila memberikan sebuah hadiah yang sangat besar seperti itu, hadiahnya layak di sebut mahar pernikahan di banding dengan hadiah kompetisi"
"Kau layak mendapatkan lebih dari itu sayang, tunggu lah sedikit lagi...
"Ha? menunggu?"
"E-mm itu maksud aku, tungggus sebentar aku sedang membuat cemilan untukmu," ucap Bram gugup kemudian berlalu.
...***...
Naya berjalan memasuki sebuah gedung pencakar langit yang bangunannya lebih besar dari perusahaan milik Naya dulu. Ratusan karyawan berlalu larang dengan aktifitas masing-masing, banyak yang membungkukan badan kepada Naya sebagai hormat layaknya seorang atasan dan bawahan padahal nyatanya mereka adalah desainer baru yang sama dengan Naya.
Aura Naya tidak berubah dalam hal pekerjaan, dia sangat teliti, disiplin dan profesional, manager devisi fashion sangat puas saat Naya selalu mempresentasikan desainnya, membuat semua karyawan di devisi tersebut menghargainya.
Sebagian yang menghormati Naya bukan karena kemampuan Naya melainkan Naya adalah seorang wanita yang tengah mengandung itu berarti menurut hukum yang berlaku di Negara tersebut, wanita yang tengah mengandung atau tepatnya telah memiliki suami akan di tuakan dengan mengenyampikan usia wanita tersebut.
Saat Naya ingin memasuki lift untuk menuju ruangannya, semua staf khusus yang mengenakan setelan hitam dan pin emas lambang perusahaan di saku kanan berlari dan berbaris dengan rapi, sepanjang luar gedung dan dalam gedung untuk jalan menuju lift khusus. Naya yang melihat itupun penasaran, para karyawan tengah berdesas desus yang berada tak jauh dengan Naya, mereka mengatakan bahwa sang pemilik perusahaan akan datang,
"Maaf, apakah penyambutannya selalu seperti itu?" tanya Naya kepada salah seorang karyawan
"Iya, kamu anak baru ya?
Naya hanya mengangguk dan sedikit tersenyum mendapat pertanyaan itu.
__ADS_1
"Pimpinan kita sangat tampan yaa hanya terlihat dari jauh, aku belum pernah melihat sosoknya dengan jelas tapi banyak yang mengatakan, para atasan kita yang telah berhadapan dengannya kalau pimpinan kita itu 99% mendekati sempurna"
Banyak lagi opini yang Naya dengar, tapi untuk Naya, Bayu tidak akan tertandingi. Naya memutuskan untuk berjalan memasuki lift, meninggalkan para karyawan yang berdiri mematung ingin melihat kedatangan pimpinan mereka yang di sambut dengan banyak pengawal.
Saat Naya berada dalam lift, Bram pun berjalan dengan Rey, dan tepat para pengawal sedang membungkuk untuk memberi hormat,
"Bayu?" gumam Naya
Dia kembali mencegat pintu lift yang sedikit lagi tertutup kemudian berlari keluar lift dan berjalan dengan langkah yang panjang untuk lebih dekat, tapi Bram dan Rey telah memasuki lift khusus tersebut.
"Hmmm apa yang aku pikirkan, mana mungkin itu Bayu" gumam Naya kembali kemudian tersenyum dan memasuki lift.
Naya meraih Hp nya dan mengirim sebuah pesan teks kepada Bayu dan dibalas dengan emoticon love membuat Naya kembali sumringah dan melupakan apa yang sebelumnya Naya pikirkan.
Naya bekerja dengan serius, tiba-tiba sosok lelaki yang Naya kenal mendekatinya dan memegang pundak Naya. Mendapatkan perlakuan itu, Naya segera berbalik dan memberi tatapan yang tajam,
"Hi sayang, kamu makin cantik dengan perut buncitmu itu, tapi tenang saja, aku tidak ingin mengganggumu, aku hanya sekedar menyapa karena merindukanmu"
Naya hanya diam dan tak menggubris ucapan Nikol.
"Selamat karena diterimah oleh perusahaan terbesar ini, pasti berat memenuhi kebutuhan hidup karena menjadi istri dari lelaki miskin, andai saja....."
"Andai saja....? ha ha ha Nikol, Nikol, sepertinya kau telah lama membujang, berulang kali aku katakan, bahwa seujung kuku pun, Suamiku tidak pantas untuk di bandingkan denganmu". balas Naya dengan geram.
Nikol pun menyunggingkan senyum liciknya, seakan memiliki rencana yang baru untuk Naya dan Bayu. Dia meninggalkan Naya, tapi kejadian itu tak luput dari pengawasan Bram yang berada di dalam ruangannya. Rey menyarankan untuk menghapus nama Nikol dan perusahaannya dalam daftar proyek tersebut tapi Bram tidak menyetujui itu, karena Bram masih memiliki rencana yang lebih untuk membuat Nikol jerah.
__ADS_1
"Aku bisa saja mengakusisi perusahaannya dengan sekali gerak, tapi itu tidak membuat manusia bisa berubah, aku ingin menyiksanya perlahan agar dia tahu rasanya berusaha seperti apa".
Rey mendengar itu hanya mengangguk tanpa menimpali ucapan Bram. Saat Rey ingin meninggalkan ruangan, Bram menahan Rey dan menanyakan perihal undangan party yang di berikan Sabrina untuknya, Rey pura-pura tersenyum dan menimpali bahwa dia tengah menyiapkan setelan untuk pesta malam nanti.
Pukul 21.00 pm, sebuah club malam mewah yang terletak dipusat ibukota itu tengah berjejer rapi semua merek mobil yang berharga sangat fantastis. Sabrina sengaja membooking club tersebut untuk party, kini para tamu dari kalangan elit sudah mulai berdatangan. semuanya menggunakan gaun dari rancangan desainer terbaik.
Sabrina menggunakan gaun yang sangat seksi,memperlihatkan belahan dada sangat jelas dengan panjang gaun hanya sampai pertengahan paha. Dia terlihat sibuk menyambut dan sesekali berbincang dengan para tamu undangan, tapi mata sabrina seakan mencari sosok yang belum di temuinya sedari tadi.
"Rin, jadi gimana rencana kamu, katanya malam ini kau akan memperkenalkan taun Bram pewaris yudistira itu, mana? tamu undagan sepertinya sudha lengkap,kamu bhong yaa?" tanya salah satu sahabat Sabrina
"Dia akan datang, karena aku mengundangnya dengan sangat spesial" timpal Sabrina dengan senyuman
Sabrina menceritakan bahwa selain menjalin hubungan dengan Rey, dia juga diam-diam menjalin hubungan dengan Bram, membuatnya terasa sombon seakan tindakannya benar dan patut untuk di banggakan. Sabrina mengatakan bahwa dia telah mengantongi restu dari tuan Aditama dan Kakek Brahma, semuanya bersorak dengan menaikan gelas mereka sebagai bentuk ucapan selamat kepada Sabrina.
Rey mendengar itupun mengepalkan tangannya dan tersenyum devil,
"Luar biasa Rin, aku speechless mendengarnya" ucap Rey yang berjalan mendekati Sabrina dari arah belakang
"Apa yang kau lakukan ke sini, aku tidak mengundangmu. Ingat, Rey kita sudah selesai dan jangan mengangguku. Aku tidak ingin kembali lagi denganmu" ucap Sabrina lantang
Tiba-tiba sosok wanita muncul dari arah samping. wanita yang cantik dan elegan terlihat sangat berkelas, "Sayang,...." ucap Rey dengan merangkul pinggang ramping wanita tersebut dan mengecup pipinya.
"Maaf sayang aku dari toilet sebentar" timpal wanita tersebut dengan lesung pipi yang sangat manis
"Ada apa ini sayang"
__ADS_1
"Tidak penting, hanya seorang wanita yang memamerkan bahwa dia bisa tidur melebihi dari sau lelaki" ucap Rey kemudian menatap Sabrina sinis.
Sabrina mendengar itu dengan murka ingin menampar Rey tapi wanita yang bersama Rey memegang tangan Sabrina, "Dia kekasihku dan tidak ada yang boleh menyentuhnya".