Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
42. MSSM


__ADS_3

Nikol terdiam mendengar ucapan Bram.


"Jangankan harta, Bahkan nyawaku sekalipun akan aku korbankan untuk Naya karena aku sangat mencintainya".


"Tidak usah membahas harta karena kau tidak memilikinya" timpal Nikol


Tiba-tiba pemilik restauran muncul dan menyapa mereka berdua. Nikol tersenyum ingin memperlihatkan seberapa berkuasanya dia di hadapan Bram dengan menghentikan percakapan dan menjabat tangan pemilik restauran yang terkenal sebagai salah satu orang berpengaruh di Negara tersebut.


Nikol merasa ada yang aneh saat pemilik restauran tersebut juga ikut menyapa Bram yang dia tahu sebagai karyawannya dan dia juga ikut memberi salam dan hormat kepadanya, tapi Nikol tidak ingin berpikir terlalu jauh. Nikol dengan sombongnya mengeluarkan  Card untuk membayar makanan hari itu.


"Saya ingin membayar keseluruhan makanan dan booking restauran ini selama aku memasuki tempat ini".


Pemilik restauran tersebut melirik Bram dan mendapatkan sedikit anggukan yang mungkin terlihat sepintas tapi Nikol tidak menyadari itu. Pemilik restauran menaikan tangan untuk meminta salah satu dari pelayan mereka dan memberi card tersebut.


Beberapa menit kemudian, pelayan tersebut kembali dan memberikan card milik Nikol dan Nikol meninggalkan tempat tersebut. Saat Nikol memasuki mobilnya sebuah notifikasi penggunaan card berada di layar HP Nya. Nikol membulatkan matanya saat melihat tiga digit angka untuk pembayaran restauran tersebut hanya untuk sekedar merendahkan Bram.


Nikol geram dan segera menjalankan rencananya untuk menculik Bram sepulang kerja. Para pengawal yang di tugaskan Nikol telah berajaga di beberapa titik untuk menculik Bram tapi mereka gagal.


Para pengawal Nikol menunggu Bram meninggalkan restauran tapi tak kunjung terlihat.

__ADS_1


Bram meninggalkan retauran tersebut menggunakan Helikopter yang terparkir tepat di atas gedung restauran tersebut. Semua pengawal Nikol pun melihat itu tapi mereka tidak menyangka jika Helikopter tersebut adalah kendaraan khusus yang di gunakan Bram untuk bekerja dengan cepat di antara dua tempat, restauran ke perusahaan.


Bram tersenyum mendengar para pengawal Nikol merasa frustasi menunggu Bram meninggalkan restauran. Nikol pun yang mendapat laporan tersebut merasa kesal dan menghamburkan apa yang berada di hadapannya. Tapi bukan Nikol namanya jika tidak memiliki banyak rencana licik.


Nikol merencanakan sebuah party dan mengundang Naya. Awalnya Naya menolak undangan tersebut tapi Bram tetap meyakinkan Naya bahwa semuanya baik-baik saja. Bram tahu bahwa Nikol merencakan sesuatu dan Bram sudah mempersiapkan semua kemungkinan untuk melindungi Naya saat Party iitu. Bram telah menempatkan semua pengawalnya di segala sisi pada gedung tersebut.


Malam pukul 20.00 pm, Naya datang ke party tersebut dengan sendirinya karena Bram sedang mengikuti rapat penting di perusahaannya. Bram memberi alasan kepada Naya bahwa pemilik restauran memintanya melayani tamu VIP dan meminta Naya menunggu kedatangan Bram beberapa menit setelah kedetangan Naya.


Naya mengiyakan dan mereka telah sepakat untuk bertemu pada party tersebut.


Ketika Naya memasuki ruangan party, pandangan langsung tertuju padanya yang mengenakan gaun panjang dengan warna biru tua yang elegan. Gaun tersebut memiliki potongan yang sederhana dan tampak sangat santun namun tetap membuatnya terlihat anggun dan cantik, walau dengan perutnya yang terlihat sedikit membuncit.


Pada bagian leher, Naya mengenakan liontin berlian kecil yang memantulkan cahaya dan menambah kilauan pada penampilannya. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah tas kecil berwarna serasi dengan gaunnya, menambah kesan elegan pada penampilan Naya.


Gaun tersebut memiliki potongan lengan yang panjang, yang menutupi sebagian besar lengan dan menambah kesan elegan dan santun pada penampilan Naya. Saat dia berjalan, gaun tersebut mengikuti gerakan tubuh Naya dengan anggun, memberikan kesan yang sangat elegan pada setiap langkahnya.


Seperti yang sudah-sudah, Naya tetap menjadi contoh sempurna dari penampilan yang santun namun tetap elegan dan memukau. Penampilan yang anggun dan cantik membuat Naya selalu menonjol di antara kerumunan party, menarik pandangan dari banyak orang yang menghadiri party tersebut, tanpa terkecuali Nikol.


Ruangan party di penuhi oleh hamparan warna-warni balon dan banner yang dihiasi dengan gambar-gambar. Ruangan itu berpendar dengan cahaya kuning keemasan dari lampu gantung yang tergantung di tengah ruangan. Meja makan dihiasi dengan kain putih, bunga merah muda, dan lilin yang memberikan sentuhan elegan pada suasana yang semarak. Di sekitar ruangan, banyak tamu yang berbicara dan tertawa dan Naya sangat mengenal bebrapa di antara mereka, para sahabat Naya yang juga kalangan konglomerat yang dulunya selalu memuja Naya dan saat ini hanya sebatas saling menatap dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Naya tetap berjalan tanpa terpengaruh dengan keadaan tersebut, Naya tetap berjalan dengan gelas yang berisi jus yang berada di tangannya.


Naya kemudian tetap berjalan dan melewati bar kecil, di mana bartender sedang menyiapkan koktail bercampur warna-warni dan Seorang DJ mengendalikan musik dengan baik dan suasana party mulai memanas ketika ia memainkan lagu-lagu pop terbaru. Di pojok ruangan juga Naya melihat beberapa tamu berdansa dengan semangat, menari di atas lantai karpet yang berkilauan.


"Rasanya aneh saat hamil menghadiri acara party seperti ini, hmmm semoga tidak berdampak buruk untuk bayiku" gumam Naya


Tiba-tiba Nikol datang dengan berdehem tepat di belakang Naya. Nikol dengan basa-basi bertanya tentang keseharian Naya dengan sangat sopan, tiba-tiba beberapa dari teman Naya juga ikut mendekat dan melihat style Naya dengan tatapan yang merendahkan.


Bagi mereka, Naya masih jauh dari kata glamour dan dunia konglomerat seperti mereka.


"Aku tidak percaya its you Nay" ucap salah satu teman Naya yang beranam Key, wanita yang selalu merasa memiliki segalanya dengan kekayaan yang tidak seberapa dan kecantikan yang biasa saja, bahkan style yang di gunakannya saat itu juga termasuk tidak sesuai dengan thema party.


Naya mendengar itu hanya tersenyum dan tidak ingin menanggapi. Nikol saat itu berusaha terlihat membela Naya dengan banyaknya pertanyaan yang Naya dapatkan tapi dimata Naya, Nikol tetaplah ular yang bersembunyi di balik kepolosan wajahnya.


"Lalu dimana suami miskin dan tidak bergunamu itu Nay?" tanya Key dengan saling menatap merendahkan dengan teman-temannya yang lain, begitupun Nikl yang hanya terenyum tipis dan beberapa kali meneguk wine yang berada dalam gelas yang di tentengnya.


"Anda mencari saya?" ucap seseorang yang berada tidak jauh dari mereka.


Naya tersenyum mendengar suara tersebut sedangkan yang lainnya para teman-teman yang merendahkan Bram, terdiam melihat sosok lelaki yang berada di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2