
"Sial, Ada apa ini?" Alea kemudian berjalan ke lantai dasar bagian pusat pelayanan apartemen tersebut.
Alea menanyakan perihal pintu kamarnya yang tidak bisa terbuka sedangkan dia adalah salah satu pemilik yang berada di lantai VIP, Alea mengungkapkan kekesalannya dengan sangat emosional,
"Maaf, saya ingin bertanya apartemen anda nomor berapa" tanya salah satu pegawai pelayanan tersebut
"303, cepat berikan aku kunci yang baru atau aku akan laporan masalah ini kepada atasan kalian"
Mereka akhirnya memproses apa yang menjadi keluhan Alea, tiba-tiba bagian pelayanan saling memandang dan memberi tahu kepada alea bahwa kamar itu bukan berganti kunci tapi berganti pemilik,
"Tidak mungkin, apartemen itu milikku" ucap Alea dengan tegas.
Alea akhirnya tidak hanya berdebat dengan para bagian pelayanan di bangunan megah tersebut, tapi seorang Manager menjelaskan kepada Alea bahwa sebulan yang lalu apartemen itu sudah di beli oleh orang lain dengan surat dan keterangan kepemilikan yang legal.
Mendengar itu Alea juga mengeluarkn surat-surat kepemilikan di dalam kopernya dan menunjukan lembaran kepemilikan kepada mereka semua tapi Alea masih tidak bisa menang dalam perdebatan tersebut,
"Aku akan melaporkan masalah ini ke pada Tom, CEO pengusaha properti atasan kalian, dia adalah kekasihku. Lihat wajahku baik-baik" ucap Alea dengan tatapan tajam dan ucapan yang penuh penekanan.
Alea meninggalkan tempat tersebut dan menuju perusahaan milik Tom Scarlet, kekasihnya. Tepatnya mantan kekasih!.
...*****...
Di perusahaan Tom Scarlet, Alea berusaha memasuki perusahaan tersebut tapi terhalang oleh para security yang tidak memperbolehkan pengunjung memasuki perusahaan tersebut tanpa ada tanda pengenal dan tanpa janji kepada salah satu karyawan hingga kepimpinan perusahaan.
Alea meronta bahwa dia telah memiliki janji dengan Tom, CEO perusahaan tersebut tapi para security tidak mempercayainya terlebih lagi saat sekretaris Tom mengtakan bahwa CEO nya tidak memiliki janji dengan seorang wanita bernama Alea pada hari itu.
"Pergi kau dari sini wanita gila"
"Apa yang kau katakan? berani sekali kau menghinaku. Aku adalah kekasih pimpinan kalian, tunggu saja akibatnya, aku akan membuat kalian di pecat" teriak Kania dalam aksen Bahasa Inggrisnya
__ADS_1
Alea meninggalkan area perusahaan tersebut dan menunggu di depan perusahaan di sebuah cafe. Alea menunggu Tom keluar meninggalkan perusahaan, Cafe tersebut letaknya strategis, di salah satu sisinya kita bisa melihat jelas para tamu yang datang dan meninggakan perusahaan tersebut.
Alea menunggu selama tiga jam akhirnya terlihat Tom keluar perusahaan dengan menggunakan mobilnya. Alea cepat berlari dan menghadang mobil Tom ynag berada di ruas jalan.
"Ada apa?" tanya Tom dengan merasakan sopirnya menginjam pedal rem mendadak
"Ada seorang wanita tuan"
Tom melihat Alea berada di depan mobil yang di tumpanginya, berdecih. Alea berlari dan tanpa permisi memasuki mobil Tom dan memegang tangan Tom,
"Sayang, ada apa ini? mengapa kau melakukan ini?"
"Lepaskan tanganku, kita bukan sepasang kekasih lagi"
"Baiklah" ucap ALea melepaskan tangan Tom dan kembali menimpali "Aku ingin bertnya perihal apartemen hadiah ulang tahunku"
"Ah, itu. Sertifikat yang ku berikan itu palsu. Aku hanya tahu apakah kau wanita murahan seperti yang lainnya atau kau benar adalah wanita yang memiliki tujuan yang sama denganku"
Tom Scarlet tersenyum sinis dan menimpali Alea dengan ucapan yang lebih kejam lagi, Tom mengetahui semua apa yang Alea lakukan di belakangnya termasuk menggoda Jhon dan itu yang membuat Tom mundur dan melupakan Alea, padahal Tom dulunya sudah menerima Alea apa adanya dan mencintai Alea dengan tulus.
Alea keluar dari mobil Tom dengan emosi bukan dengan rasa bersalah, dia tidak fokus dengan ucapan Tom yang menjelaskan mengapa dia melakukan itu, dia ingin Alea berubah jadi lebih baik lagi. Tapi Alea masih dengan keras kepala tidak menerima itu.
Alea kemudian tidak ada pilihan lain, malam itu dia harus menghabiskan tabungannya untuk tidur di sebuah hotel dan mencari cara agar dia memiliki harta benda yang banyak lagi.
...****...
Ke esokan harinya Alea mengunjungi perusahaan milik Jhon tapi dia tidak mendapatkan akses se-maunya, dia kembali mencari orang yang pernah di bayarnya untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan Lyodra pun hanya mendapatkan satu infromasi terakhir, jika Lyodra dan Jhon biasanya berada di sebuah pulau milik mereka berdua dan untuk kesana harus menggunakan jalur Helikopter.
Alea memutuskan untuk mengunjungi pulau tersebut walau harus menghabiskan seluruh tabungannya dengan menjual semua barang koleksi berharganya. Alea jual demi sebuah misi balas dendam dan untuk memiliki Bram,
__ADS_1
"Sial, aku harus mendapatkan lebih banyak dari apa yang aku keluarkan saat ini." batin Alea saat menatap tas-tas kesayangannya dan berlian yang ikut dalam lelang barang branded di sebuah situs.
Di sebuah Villa di pinggir pantai, Jhon tengah menikmati senja dengan segelas wine yang di tentengnya, dia juga mendengar laporan sekretarisnya yang sedang berada di negara lain meninjau lokasi untuk pembangunan usahanya yang baru.
Jhon terlihat tidak fokus mendengar laporan bawahannya dalam layar Ipad-nya, dia menutup layar tersebut dan menatap warna senja yang menenangkan. Jhon mengingat penghinaan Kakek Brahma semasa muda dulu kepadanya.
Karena dia, Jhon berusaha bangkit memulai perusahaan dari nol, rela menjadi anjing keluarga bahkan rela melakukan hal kotor untuk mencapai tujuannya. Bukannya Jhon melupakan kejadian tersebut, Jhon hanya menunggu waktu yang tepat untuk membalasnya karena masalah internal kelurganya jauh lebih pelik di banding balas dendamnya.
Tapi kini kehadiran Kakek Brahma seakan memberikan Jhon isyarat bahwa rencana yang puluhan tahun terkubur kini terkuak kembali di tambah dia memiliki akses untuk mengacaukan Kakek Brahma dari sisi mana saja, melalui cucunya.
"Tuan" ucap salah satu bodyguardnya
"Ada apa?"
"Ada seorang pengunjung tuan, seorang wanita muda"
"Wanita muda?" ucap Jhon yang tengah berpikir. Jhon menebak dalam hati jika itu Arana, karena Jhon sendiri tidak memiliki seorang ponakan perempuan
"Biarkan dia masuk"
"Baik tuan"
Sepuluh menit berlalu, butuh sepuluh menit untuk Alea memasuki area Villa yang sangat megah milik Jhon.
Alea yang melihat Jhon yang hanya menggunakan jubah mandi saja dengan segelas wine di tangannya tersenyum penuh kemenangan, karena dia tahu bahwa Jhon kali ini hanya sendiri tanpa Lyodra.
"Aku harus memanfaatkan keadaan ini dengan baik" batin Alea
Jhon yang melihat kedatangan Alea meneguk wine yang berada dalam gelasnya dan juga tengah berpikir, untuk apa wanita ular itu datang menemuinya. Alea berjalan dengan penuh sensasional seakan memancing serigala yang sedang tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
"Selamat sore Mr.Jhon"
"Tidak usah basa-basi, apa yang kau butuhkan sampai jauh-jauh menemuiku".