
"Apakah kau yakin ini akan berhasil?," tanya Lyodra
"Anda hanya perlu membuat Jhon menandatangani selembar itu, setelahnya serahkan kepadaku," timpal Bram
"Kau ternyata memiliki kekuasaan yang lebih dari yang aku bayangkan. Kau bisa saja menghilangkan Jhon begitu saja, mengapa harus melewati jalan ini?,".
"Good question. Jalan yang berlubang bisa saja di ratakan dengan mudah dalam waktu yang singkat. Tapi siapa yang sangka hal itu bisa membuat jalannya bisa berlubang kembali,".
Lyodra yang mendengar perumpamaan Bram akhirnya paham. Bram tidak ingin melakukan hal dengan ceroboh, dia ingin menghilangkan orang yang menurutnya menjadi benalu dalam sekali shot. Dan dikerjakan sangat rapi.
Lyodra setuju, dia pikir keuntungannya baginya sangat banyak. Dia bisa membalas dendam tanpa mengorbankan kekayaannya. Bram hanya meminjam haknya setelah itu akan di kembalikan seperti semula.
Harun dan Melani sangat bahagia mendengar berita yang tersebar di Media sedangkan di tempat lain Jhon mengetahui hasil misi yang Alea lakukan sangat kesal. Jhon dengan amarah meminta para bodyguarnya menculik Alea dan mengurungnya di sebuah ruangan,
"Dasar wanita sialan,".
...*******...
Lyodra kembali memimpin kekuasaan di rumah tersebut tanpa Arana bisa berkutip, Lyodra memanfaatkan kelemahan Arana untuk melakukan misinya. Lyodra memberi syarat kepada Arana untuk dia bisa menikmati hari-harinya tanpa harus mengikuti aturan Lyodra, dengan syarat Arana harus berhasil mendapatkan tanda tangan Jhon.
Arana kemudian setuju, dia juga mengajukan syarat jika Arana bisa bebas melakukan apapun di rumah ini.
"Baiklah, tapi ingat. Jangan membuat masalah yang mempermalukan nama keluarga," ucap Lyodra dengan penuh penekanan.
...******...
Di dalam ruangan Alea memberontak dengan tangan yang terikat dan mata yang tertutup, dia memberontak, teriak di bebaskan dengan segera tapi tidak ada yang merespon apa yang Alea lakukan.
"Jika kalian tidak melepaskan aku, kalian akan terima akibatnya," teriak Alea.
Tiba-tiba langkah seseorang terdengar memasuki ruangan membuat alea terdiam, "Siapa di sana? cepat lepaskan aku," teriak Alea kembali.
__ADS_1
Pria tersebut membuka ikatan mata Alea dan di sana telah berdiri Jhon yang menatapnya tajam sedangkan ALea hanya menatap malas,
"Apa yang kau lakukan, jika hanya ingin tidur denganku, kau bisa memintanya," ucap Alea ketus.
"Bit**! kau memang sudah menjadi wanita murahan. Bagaimana dengan tugas yang aku berikan, kau pikir bantuan yang aku berikan saat ini itu gratis? HA?!,".
Alea mendengar itu terdiam dan berusaha untuk menemukan ide untuk menjawab pertanyaan Jhon,
"Aku sudah melakukannya, dia sudah mati. Kau bisa bernafas lega dan aku bisa membunuh Brahma sesuai rencanamu".
Jhon menaikkan alisnya dan mendekati Alea, "Kau tahu kan? jika aku paling tidak suka di bohongi," ucap Jhon dengan penuh penekanan.
"Kau bisa mencari tahunya sendiri," timpal ALea dengan serius.
"Ha ha ha, bagus, bagus. Ingat, tunggu perintah selanjutnya. Kau yang harus melenyapkan si tua bangka itu juga, aku tidak ingin mengotori tanganku untuk manusia sombong seperti dia," ucap Jhon dengan memberi isyarat kepada bodyguard nya untuk melepaskan Alea kemudian dia meninggalkan ruangan tersebut.
"Setidaknya aku bisa meloloskan diri untuk saat ini, aku harus cari cara untuk meyakinkan Jhon jika misiku berhasil dan mencari cara untuk menyelamatkan diri dulu," batin Alea.
Tangan kanan Jhon menjelaskan jika Brahma tidak di ketahui keberadaannya, tapi dia yakin saat ini Brahma masih sekarat karena penyakit jantung yang di deritanya. Jhon tersenyum mendengar hal tersebut, tapi dia masih meminta mata-matanya mencari tahu kebenaran dari keaslian video tersebut.
Jhon akhirnya memutuskan untuk pulang setelah mendengar laloran tersebut.
...****************...
Sesampainya di rumah, Jhon ingin memasuki ruangan kerjanya tapi Arana menuruni anak tangga dengan pakaian yang amat seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya untuk memikat hati Jhon. Dia melangkah dengan anggun dan berjalan tepat ke hadapan Jhon dan melingkarkan tangannya di leher Jhon.
Jhon yang melihat itu hanya tersenyum dan sudah mengetahui jika Arana memiliki kemauan.
"Aku tidak ingin melukaimu karena sedang mengandung anakku, apa yang kau inginkan?,"
"Siapa juga ingin melayani tua bangka sepertimu," batin Arana
__ADS_1
"Cepat katakan, apa yang kau inginkan," ucap Jhon dengan suara yang mulai sedikit lebih besar
Arana mundur selangkah dan berbalik mencari map yang di serahkan oleh Lyodra sore tadi, Arana dengan ide liciknya ingin menjatuhkan Lyodra, dia mengatakan kepada JHon bahwa Lyodra selalu melakukan kekerasan kepadanya, menjadikannya babu. Arana melaporkan segalanya dengan membumbuhi banyak kebohongan,
"Kau tau? dia melemparku ke dalam bak mandi dan menyuruhku membersihkan semuanya. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak mu JHon?," ucap Arana dengan sedikit lemah
Jhon menaikkan alisnya, dia mendekati Arana dengan menarik map yang berada di tangan Arana. Jhon membaca lembaran pertama, kedua dan menutup map tersebut tanpa membaca lembarannya hingga selesai.
"Aku akan memberi balasan setimpal kepada Lyodra, tapi jika kau berbohong kau akan rasakan akibatnya, lembaran ini hanya berisi pembagian tugas mengurusi rumah ini dan tugas yang lainnya, itu wajar. Karena Lyodra istriku dia berhak melakukan itu,".
"Tapi Jhon.... dia benar-benar mela-,".
"Kau pikir aku bodoh? aku bisa mengecek CCTV".
Arana berpikir dan mengingat jika Arana pernah melakukan hal itu tapi tanpa Lyodra mendorong atau melakukan kekerasan apapun. Arana hanya membersihkan bak mandi itu sendiri tanpa ada Lyodra di dalamnya.
"Ah, sial,". batin Arana
Melihat Arana terdiam, dia hanya menghembuskan nafasnya kasar dan menandatangani setiap lembaran tersebut tanpa membaca lembaran setelahnya sampai habis. Jhon melempar map itu dan memasuki ruangannya tanpa memperdulikan Arana lagi. Jhon duduk di kursi kekuasaannya dengan berpikir keras,
"Ada yang tidak beres tapi aku tidak mengetahui dimana letaknya, ahh sial,". Sedangkan di luar ruangan Arana memegang perutnya dan bergumam, "Apakah anak ini penting untukmu? semua orang terlihat biasa saja dengan kehamilan pewaris yang mereka inginkan,".
Lyodra yang mendapat laporan dari pelayan setianya Olifia, tertawa dengan snagat keras, dia tidak percaya jika anak ingusan seperti Arana ingin melawannya. Lyodra meraih ponel yang berada di nakasnya dan mengirim pesan kepada Bram,
"Done,".
Bram yang membaca pesan tersebut tersenyum dan membayangkan wajah manis Naya dna anaknya yang berada di rumah sedang menunggunya. Bram benar-benar merindukan mereka, "Tunggu sayang, sebentar lagi,". gumam Bram dengan mengelus foto Naya yang berada di layar Hp nya.
...****************...
Esok hari Bram memberi perintah kepada William dan Ronald untuk memina Jhon memberikan kursi kekuasaannya kepada salah satu dari mereka dan Bram juga memberi sejumlah uang kepada mereka berdua.
__ADS_1