Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
39. MSSM


__ADS_3

Sabrina mendengar itu dengan murka dan ingin menampar Rey tapi wanita yang bersama Rey memegang tangan Sabrina, "Dia kekasihku dan tidak ada yang berhak menyentuhnya".


Rey tersenyum penuh kemenangan, dia mendekat dan menggenggam jemari wanita tersebut dan menciumnya di hadapan Sabrina, "Tuan Bram tidak bisa hadir, karena itu aku membawa pesan permintaan maafnya." ucap Rey kemudian berlalu bersama wanita yang di genggamnya.


"Sialan, aku akan membalasmu Rey. Arghhhh!" batin Sabrina


Malam itu, Sabrina memberi alasan yang membuat para sahabatnya masih percaya bahwa dia adalah salah satu kandidat calon menantu dari keluarga Yudistira tersebut, dia menyunggingkan senyumnya sepanjang acara hingga selesai.


Sabrina pulang dengan perasaan yang kacau, dia berjalan dan berlari menaiki anak tangga. Memasuki kamar dan menghamburkan semua yang berada di dalam sana, Sabrina tidak menerima penghinaan Rey, dia semakin ingin membuktikan bahwa Rey tidak pantas bersamanya, dia akan membuat banyak cara untuk menjebak Bram menjadi miliknya.


...***...


Naya kembali bekerja dengan giat tapi di sela-sela itu, Bram selau memesan bunga untuk Naya dan mengirimnya ke kantor, membuat para karyawan devisi fashion tempat Naya bekerja iri dan penasaran sosok suami Naya yang sebenarnya. Naya pun enggan memperlihatkan foto Bram yang berada di Hp nya.


Manager Naya sedang mengadakan meeting untuk rancangan model musim panas selanjutnya, semua devisi gedung fashion terlimbat dalam rancangan tersebut. Para peserta meeting sangat antusias karena beredarnya isu bahwa meeting akan di pimpin langsung oleh pimpinan perusahaan, siapa lagi jika bukan tuan Bram Raka Yudsitira.


Selama ini hanya manager setiap devisi saja yang di perbolehkan melihat Bram, selebihnya hanya bisa membayangkan karena aturan di perusahaan tersebut adalah tidak mempublikasikan apapun kepada media dan pihak luar kantor tentang Bram termasuk wajahnya.


Semua tengah berkumpul di ruangan meeting, termasuk Naya. Saat Manager memberikan banyak arahan dan meminta keputusan dari Bram, lampu pada ruang meeting tersebut redup seketika dan tampil layar lebar di hadapan mereka, hanya gambar yang memperlihatkan pundak pria dan suara pria yang khas memberi sambutan dan keputusan dari meeting tersebut.


Naya tidak fokus dengan apa yang di jelaskan oleh Bram, tapi Naya fokus dengan suara pimpinannya persis sama dengan suara Bayu. Meeting berakhir dan Naya seera keruangannya dan kembali menelfon Bayu menggunakan sambungan video untuk memenuhi rasa penasaran yang menyelimuti hati Naya.

__ADS_1


"Hai, sayang... kau dimana?"


"Hai sayang, aku sedang istirahat di tempat biasa" ucap Bram


Naya yang memperhatikan latar belakang bram bertembok hitam pun merasa lega, dia terlihat menghembuskan nafasnya,


"Ada apa sayang?"


"Tidak ada, aku hanya ingin memastikan sesuatu"


"Sesuatu?"


"Sudahlah, kau lanjutkan pekerjaanmu. nanti kau di pecat, aku dan anak kita hanya rindu"


Saat Rey ingin meninggalkan ruangan tapi Bram meminta Rey duduk sejenak, Bram ingin membahas sesuatu. Bram membahas rencana balasan kepada Nikol, Rey menjelaskan bahwa semuanya berjalan lancar, salah satu gudang penyimpanan pangan bisnis Nikol terbakar dan mungkin saja Nikol mengalami kerugian yang cukup besar dan itu bisa membuat Nikol lebih terpacu lagi mengejar proyek yang Yudistira adakan.


Rey juga menjelaskan bahwa telah membayar beberapa model untuk mendekati Nikol, sebagai alat untuk membuat Nikol akan di permalukan nantinya jika dia berani mengganggu Naya lagi. Bram tidak akan pernah mian-main jika menyangkut tentang istrinya, walaupun Bram masih merahasiakan segalanya.


Bram kemudian mencari tahu informasi hubungan Sabrina dan Rey karena Bram menjelaskan kepada Rey, tingkah Sabrina yang berlebihan kepadanya, makan siang, ucapan selamat malam, ajakan jalan, kunjungan Sabrina ke rumah Kakek Brahma, membuat Bram sangat aneh sebagai sahabat Rey.


Raut wajah Rey berubah dan Bram tahu jika terjadi sesuatu, hanya saja Bram tidak akan membahasnya terlalu jauh karena itu privacy Rey.

__ADS_1


"Mungkin karena tuan Aditama ingin mendapatkan proyek tanpa harus bekerja, hanya mengandalkan hubungan relasi" jelas REy basa-basi


Bram tersenyum mendengarnya, "Jika kau yang meminta aku untuk memberinya proyek, aku akan memberikan itu REy".


Rey tidak menerima saran Bram, bagi Rey semua hasil yang akan di capai butuh kerja keras bukan karena sebuah hubungan relasi.


...***...


Pegumuman proyek yang akan mendapatkan saham pada rencana pembangunan Natuna Beach Hotel tersebut tidak akan lama lagi, banyak wajah-wajah pimpinan memasuki gedung raksasa tersebut untuk mengajukan rancangan dan penawaran kerja sama, termasuk pula Alea.


Alea berjalan memasuki gedung raksasa tersebut dengan hentakan heelsnya yang senada dengan badan yang berjalan sangat gemulai. Alea mendapat perhatian layaknya artis holywood yang sedang berajalan di atas karpet merah.


Beberapa pandangan tertuju karena terpesona dan beberapa dari mereka mencibir bahwa Alea sangat berlebihan dalam style urusan fomal. Memasuki sebuah gedung perkantoran harusnya menggunakan style yang sangat sopan tapi tidak dengan Alea yang lebih mengutamakan kenyamanan dengan dress yang melekat di tubhnya sangat ketat dengan payud*ra sedikit terlihat, tepatnya Alea sedang memamerkan diri dengan bangga bahwa dia sangat memukau.


Sebelum memasuki Lift Alea memegang pundak seorang wanita yang dia sangat yakin mengenalnya, wanita tersebut berbalik dan melihat Alea dengan tatapan yang dingin. Alea menatap wanita tersebut dari ujung kepala sampai kaki kemudian Alea tertawa membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.


Alea mulai mencibir Naya dengan style Naya yang sangat sederhana tanpa heels, wanita yang dulu Alea jadikan saingan berat dari berbagai aspek membuat alea tertawa puas saat melihat keadaan Naya.


"Ha ha ha, lihat baju ini, sepatu ini, tas ini, apakah benar ini kau? se-pu-pu?" tanya Alea dengan mengeja


Naya mendengar itu, hanya menatap Alea dingin dan masih terdiam.

__ADS_1


"I am so sorry, aku sangat prihatin melihat keadaanmu seperti ini Nay" ucap Alea kembali


Naya melihat kakinya dengan flat shoes sedang berpikir bahwa tidak ada yang salah dengannya, jika di tanya tentang perubahan yang berubah hanya satu "sudut pandang" Naya tentang hidup, bahwa tanpa menggunakan barang mewah kau akan terlihat hebat dan telah menunjukan yang terbaik. Kehebatan bisa dilihat dari pencapaian karena kemampuan. Justru sebaliknya, yang hanya mengandalakan kemewahan bukan kemampuan yang kau tunjukan adalah beban dan masalah yang baru, karena nilai yang kau tanam kepada manusia akan kembali menjadi hujatan jika kau berada di titik terendah, karena kau yang memberi nilai untuk hidup itu sendiri.


__ADS_2