Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
91. MSSM


__ADS_3

Di perusahaan Media terbesar, seorang pimpinan yang seumuran Kakek Prabu tengah duduk menerumput kopinya, dia mendengar keluhan Alea dan juga berita yang di bawanya hanya dengan bermodalkan bukti mobil yang hancur dan juga platnya yang jika di cek kebenarannya memang benar milik Bram, tidak membuat pimpinan tersebut goyah,


"Tuan Joko, ini bisa meningkatkan rating televisi anda,".


"Saya tahu tapi resikonya lebih tinggi, foto itu bisa saja di edit dan itu berbahaya jika perusahaan kami di tuntut atas pencemaran nama baik, bagaimana?,".


"Baiklah, jika menggunakan bukti rekaman video, apakah anda akan percaya?,"


"Kalau seperti itu, saya akan mempublikasikan news tersebut,".


Alea tersenyum sumringah dengan meneguk minuman yang berada di hadapannya, Alea hanya perlu mengedit pada bagian Naya yang terluka. Tuan Joko kembali bertanya, apa jaminan jika video tersebut asli? Joko masih memiliki banyak pertanyaan yang seolah menyudutkan Alea sebagai sosok saingan bisnis dan serakah akan kekuasaan. Alea kemudian mengeluarkan selembar cek dari tasnya yang mempan membungkan tuan Joko tersebut,


"Apakah itu cukup?,"


Tuan Joko tersenyum simpul.


"Atau apakah kau menginginkan tubuhku?," tanya Alea dengan suara sensasional.


"Hmm, tidak. Aku sudah tua untuk hal itu. Aku hanya mencintai istriku," ucap Tuan Joko yang sesekali melirik CCTV yang berada di ruangannya, CCTV yang lansung terhubung dengan Hp milik istrinya Nyonya santi.


"Baiklah, senang bekerja sama dengan anda," timpal Alea.


Alea tersenyum meninggalkan ruangan, dia sangat bersyukur jika kakek tua itu masih tahu diri. Sedangkan di dalam ruangan sepeninggal Alea, tuan Joko telah menerima telfon dari istrinya, menerima banyak omelan dan ancaman.


"Awas kamu yaa Joko, jangan berani-berani. Kau akan jadi gembel, perusahaan itu milik ayahku," teriak Nyonya Santi.


"Tidak sayang, aku sudah tua. Lagian aku tidak bernafsu sama sekali dengannya, aku hanya mencintaimu,".


"Orang tua sialan. Kau pikir aku tidak lihat matamu sedari tadi? Ha?! kau melihatnya secara intens dan melirik ke CCTV, kalau nggak ada CCTV kamu mau melakukannya kan? ayo ngaku!"


"Aduh, kita berdua sudah memiliki cucu, dia lebih cocok dengan cucu kita,"


"Apa, aku tidak sudi dia menjadi cucu menantuku," teriak Nyonya santi


"Siapa dia, beri tahu aku. Cepat?!" teriak Nyonya Santi lagi.

__ADS_1


Joko akhirnya menjelaskan semuanya kepada Santi, kemudian membuat Santi diam dan akhirnya mematikan telponnya secara sepihak.


tut...tut..tut...


"Tuhan, sepertinya usiaku tidak akan lama lagi karena istriku," batin Tuan Joko.


Sore hari Alea menikmati diri dengan mencoba beberapa dress dan tas branded di sebuah ruangan khusus, tiba-tiba seorang pelayannya memasuki ruangan tersebut dan memberitahukan jika seorang wanita mencarinya,


"Wanita? tante Melani?,".


"Bukan Nyonya tapi dia belum pernah menginjakan kaki di rumah ini," timpal pelayan tersebut


Alea berjalan menuruni anak tangga, seorang wanita seumuran Melani dengan bobot badan yang besar dengan alis yang sesekali di naikkan saat mereka adu pandang, Alea merasa dia lebih cocok menjadi ibu kos atau seorang rentenir dari pada seorang pengusaha, karena Alea yakin wanita itu akan membahas tentang kerja sama.


"Anda mencari siapa?,"


"Pimpinan Yudistira corp," timpal wanita yang bernama Santi itu.


Mendengar ucapan Santi, Alea berjalan dengan sombongnya kemudian duduk di sebuah kursi yang megah dan menyilangkan kakinya,


Plaaakkkkk...


Santi yang sedari tadi melangkah dengan cepat ke hadapan Alea.


"Dasar wanita sialan, berani sekali kau menggoda suamiku, Joko. Awas kau yah, jika aku tahu kau berani datang ke kantor lagi," ucap Santi kemudin meninggalkan rumah Alea tanpa basa-basi.


"Arrrrgghhhhhh......," teriak Alea histeris.


"Sial, aku akan membalasmu nanti,".


Alea tidak bisa berbuat apa-apa karena berita yang dia inginkan belum tercuak di Media, tunggu sampai perusahaan Media Joko mempublikasikannya, Alea akan secara langsung membalas mereka, terutama Santi istri Joko.


...****************...


..."Berita duka datang dari dunia bisnis hari ini. Seorang pengusaha sukses, yang selama ini menjadi ikon keberhasilan, telah meninggal dunia tragis akibat sebuah kecelakaan. Penemuan ini mengguncang seluruh komunitas bisnis dan para pengikutnya."...

__ADS_1


Berita tersebut memberikan publik banyak spekulasi jika Bram mengalami kecelakaan karena mabuk. Bram depresi akibat perusahaan yang di ambil alih oleh pimpinan baru. Bram jatuh miskin dan akhirnya ingin bunuh diri.


Beberapa dari mereka pun memberi tatapan bingung dan tak percaya terpancar dari mata para penonton. Setelah tayangan tragedi kecelakaan Bram yang telah di edit sedemikian rupa, layar berganti menampilkan gambar-gambar dari kehidupan pengusaha Bram yang sukses merajai dunia bisnis di usia muda. Gambar-gambar di acara-acara dia meraih penghargaan dan konferensi pers.


Naya, Farah dan Bibi Nia saling adu pandang saat media memberitakan tersebut, Naya masih berada di rumah sakit. Keadaannya berangsur pulih karena support Farah dan Bibi Nia yang selalu berada di dekatnya. Di tambah lagi bayi kecilnya semakin hari keadaannya pun semakin membaik.


Kali ini Bram lupa untuk menghandle hackernya untuk tidak membuat media di rumah sakit bisa di kelabuhi dengan sistem. Naya geram melihat berita tersebut karena dia sangat tahu, yang mengalami kecelakaan saat itu bukan Bram tapi dirinya,


"Farah, berikan Ponsel yang berada dalam nakas itu," ucap Naya.


"Sudahlah Nay, kau tidak perlu khawatir. Tuan Bram pasti menyelesaikan semuanya dengan baik".


"Iya, nak Naya. Kau fokus dengan bayi dan kesehatanmu terlebih dahulu sebelum Nak Bram kembali, kamu-," timpal Bibi Nia yang ucapannya terhenti saat mendengar ponsel Naya di dalam sana sedang bergertar,


Drrrttttt


Drrttttzzz


Farah mengambil ponsel Naya dan memberikannya kepada Naya yang sudah harap-harap cemas, Naya melihat layar ponselnya dan melihat sebuah panggilan via video dari Bram, Nayatersenyum haru melihat suaminya tengah tersenyum manis di balik layar,


"Sayaang, bagaimana keadaanmu?," Tanya Bram.


"Aku baik, anak kita juga baik, kapan kau kembali?".


"Sebentar lagi sayang, setelah semuanya aman untuk keluarga kecil kita, kau paham kan?," Tanya Bram


Naya mendengar itu hanya mengangguk, matanya memancarkan energi kepercayaan penuh kepada Bram untuk mengatasi semuanya. Bram menitip Naya ke Bibi Nia dan Farah. Bram berpesan untuk tidak memberitahu kakek Brahma dan Rey masalah itu, Bram akan menyelesaikan semuanya dengan bersih.


Bram dan Naya menikmati dunia mereka walau hanya dalam layar Hp, sedangkan di tempat lain Alea menikmati dunia dengan mengahmburkan segala fasilitas dan uang yang dia kuras melalui keuntungan perusahaan Yudistira.


...********...


Bram dan Lyodra sudah berada di dalam sebuah ruangan private, mereka membicarakan banyak hal, kesepakatan kerja sama hingga misi balas dendam,


"Apakah kau yakin ini akan berhasil?," tanya Lyodra

__ADS_1


__ADS_2