
Alea telah meracuni pikiran Arana, gambaran Jhon yang akan menjadikannya seorang ratu di dua benua. Alea juga meracuni pikiran Harun dan Melani bahwa dia akan menjadi seorang penguasa Asia mengalahkan Yudistira.
Alea berencana setelah Arana meninggalkan Negara tersebut, dia akan segera mulai aksinya untuk menaikkan omset perusahaan dan membuat Bram bangkrut.
"Om dan Tante di rumah saja, serahkan semuanya kepada Alea"
Harun dan Melani tersenyum mendengar itu. Seperti biasa, dia hanya menikmati dan menunggu hasil.
Arana telah berada di landasan sebuah jet pribadi hotel berbintang lima di Negara tersebut, Arana sangat takjub untuk pertama kalinya dia akan melakukan penerbangan dengan jet pribadi. Dia melambaikan tangan dengan bahagia saat memasuki jet pribadi tersebut tanpa mengetahui apa yang selanjtnya yang akan dia hadapi.
Selepas kepergian Arana, Alea sudah melakukan aksinya dengan mengunjungi daftar penanam saham di perusahaan Yudistira, Alea datang menawarkan harga yang lebih tinggi, keuntungan yang lebih banyak dari apa yang Yudistira janjikan.
Beberapa dari mereka berhasil Alea taklukkan sedangkan yang lainnya, Alea butuh beberapa trik untuk menaklukkannya, Bram yang mendapat laporan dari Rey tentang beberapa penanam saham tersebut hanya tersenyum devil,
"Dia pikir, yang aku dapatkan hasil dari para penanam saham saja? tanpa Yudistira, aku bisa berdiri sendiri" gumam Bram
Hanya Rey satu-satunya yang mengetahui seberapa berkuasanya dia, hanya saja Bram masih santai karena lebih mengutamakan Naya di banding yang lainnya.
Naya adalah titik kelemahan Bram jika musuh bram adalah orang yang cerdas dan tangguh. Bagaimana tidak, rumah dengan banyak pengawal, media yg berada di rumah Naya hanya menampilkan berita yang baik satu lagi. Kediaman Naya berada, rumah bak istana tersebut tidak mampu tercium oleh media.
Bahkan yang pernah berkunjung ke tempat tersebut termasuk Alea masih bingung arah jalan menuju rumah berbentuk istana itu.
...****...
Setibanya Arana di Inggris dia sangat takjub dengan rumah yang terlihat seperti kastil atau istana Negri dongeng, di tempat tersebut terlihat banyak pelayan dengan seragam yang sama tengah menyambutnya.
Arana tersenyum bahagia dan berjalan dengan angkuh. Dia berjalan dengan mendapat pengawalan khusus beberapa pelayan. Dia di arahkan memasuki sebuah kamar yang sangat luas dan megah untuk beristirahat.
"Ahh enaknya, ini adalah hidup yang sebenarnya;" gumam Arana dengan tersenyum, dia menatap langit-langit kamar dengan cahaya yang berpantulan emas dan megah itu.
__ADS_1
Arana tertidur dengan pulas tanpa tahu esok hari dia akan menghadapi badai seperti apa.
Pagi hari, Arana terbangun dengan melihat situasi yangg berada di sekelilingnya dengan menghirup udara yang segar. Matanya fokus pada sarapan yang sudah tertata cantik di kamar yang luas itu di tambah pemandangan yang memanjakan mata melalui kaca besar yang berada di hadapannya.
Para pelayan memasuki kamar Arana dengan berbaris membawa perlengkapan perawatan serta dress yang sangat cantik, Arana yang melihat itu tehenyak kagum. Sehari saja dia sudah merasakan menjadi seorang ratu. Bagaimana jika dia sudah sah menjadi Istri Jhon.
Arana meminta salah satu kepala pelayan untuk menunjukan di mana tempat ruangan penyimpanan dress nya, Arana ingin memilih sendiri gaun seperti apa yang ingin dia gunakan.
Arana di arahkan ke salah satu ruangan yang terletak tidak jauh dari kamarnya. Arana memberi anggukan saat dua orang pelayan maju telebih dahulu seakan ingin membuka pintu ruangan tersebut tapi menunggu intruksi dari Arana.
Arana tersenyum kemudian mengangguk. Pintu yang menjulang tinggi itu akhirnya terbuka dan memperlihatkan sisi kemawahan ruangan tersebut.
Arana menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena takjub saat melihat isi ruangan tersebut. di bagian sisi kiri terpampang sepatu dan heels yang sangat cantik yang jumlahnya Arana tidak bisa hitung, tepat di hadapannya sebuah lemari berdinding kaca dengan menampilkan banyak gaun dan dress yang semua itu adalah kolekasi dari desainer ternama dan di sebelah kanan terdapat koleksi puluhan tas branded yang tidakmungkin Arana bisa beli semuanya,
"Ya Tuhan, ini surga" teriak Arana
Sore hari, Arana pun menikmati pemandangan hamparan bunga di taman yang memberi kesegaran untuk udara sekitar istana tersebut,
"Sekarang lihatlah, aku lebih hebat dari pada kau, Akhirnya aku mengalahkan kau Kak Naya" gumam Arana dengan tersenyum sinis
...****...
DI tempat lain, seorang wanita sedang menyerumput tehnya tersenyum smirk mendengar laporan salah satu orang kepercayaannya tentang kedatangan Arana di Negara tersebut. Siapa lagi jika bukan Lyodra.
Selama ini dia terlihat sangat rapuh dan bersahaja tapi siapa sangka dia juga bisa menjadi kejam karena kematian anaknya dia sudah bertekat untuk menjadi kuat. Tidak hanya itu, selama ini dia selalu menerima perlakuan kasar Jhon atau bahkan perselingkuhan JHon tapi saat dia berubah, Lyodra tidak segan-segan menghabisi nyawa selingkuhan Jhon.
Mungkin saja kasus Arana berbeda karena dia telah membuat kesepakatan dengan Jhon untuk memiliki anak dari rahimnya. Tapi itu tidak membuat Arana akan lolos dari genggaman Lyodra.
Lyodra ingin membalas sakit hatinya kepada Jhon karena telah banyak melalui penderitaan. Lyodra sangat mencintainya bahkan rela menghianati Bratayudha, ayah Bram demi Jhon tapi yang dia dapatkan adalah Jhon yang suka tidur dengan wanita lain.
__ADS_1
Setelah anak itu lahir, Jhon resmi mendapatkan semua kekayaan keluarganya dan itu berarti Lyodra pun mendapatkan 30 persen saham. Lyodra bertekad akan membalas semuanya dan meninggalkan Negara tersebut.
"Dasar gadis bodoh" gumamnya.
Malam telah tiba, suasana makan malam romantis telah tertata rapi di meja, Arana bingung dengan suasana tersebut. Dia bertanya kepada pelayan di rumah tersebut tapi tidak mendapatkan jawaban apapun.
Tiba-tiba suara langkah kaki pria terdengar sangat jelas, Arana panik dan berbalik.
Jhon sudah berada tepat di belakangnya dan memegang pundak Arana. "Selamat datang cantik" bisik Jhon yang wajahnya tepat berada di samping wajah Arana.
Arana seketika panik dan takut, dia meremas ujung dressnya dan mengehntikan aktifitas makannya saat itu juga. Jhon berjalan ke kursi tepatdi sebelah Kania dengan tersenyum.
"Bagaimana, apakah kau menikmatinya?"
"Apakah kau mneikmatinya?!" teriak Jhon kesal karena tidak mendapat jawaban Arana.
"I-iya, " balas Arana dengan gugup
Jhon tersneyum mendengar jawaban Arana. Situasi hening dan mencekam, Arana terdiam dan sedikit menunduk sedangkan Jhon memutar-mutar gelasnya sambil melihat Arana dan mneguk gelas yang berisi wine tersebut.
"Aku sangat lelah seharian, pijit pundakku" ucap Jhon
Arana masih diam dan tidak merespons edikit pun,
"Apakah kau tuli?"ucap Jhon dengan nada penekanan
"Aku tidak mahir memijit"
"Kau membantah?" ucap Jhon dengan teriakan.
__ADS_1