
Ada sosok lelaki yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua tengah duduk di sebuah sofa yang terletak tidak jauh dari tempat mereka.
Saat eran*an menuju ******* Alea keluarkan, tiba-tiba Bram menyalakan lampu kamar dan bertepuk tangan
"Prok.."
"Prok..."
"Prok..."
"Bram!!" ucap Alea sontak dengan membulatkan matanya.
Lelaki asing yang berada di bawah Alea bringsut, dia berdiri dan mengenakan celana kemudian meninggalkan kamar tersebut karena dia sudah paham dengan situasinya.
"B-br......"
"Stttttt, diam. Jangan berani menyebut namaku dengan multut kotormu itu"
Alea panik dan menarik selimut tersebut untuk menutupi tubuhnya, dia berjalan dan ingin memegang tangan Bram, tapi sebelum itu Bram mundur selangkah, memberi jarak untuk Alea,
"Bram, aku tidak sengaja, aku dipaksa Bram, aku... a-..ku"
"Ha ha ha, wanita ******. Di detik seperti ini, kau masih bisa berbohong"
__ADS_1
"Tidak, Bram. Dengarkan aku dulu"
"ALEA!! STOP. Kau adalah kotoran yang aku angkat dan kujadikan Ratu, apa kurang dariku selama ini kepadamu? HAH?!"
Mendengar ucapan Bram, bukannya Alea merasa bersalah dia berpikir merasa di rendahkan dengan lelaki biasa saja yang berada di hadapannya itu, lelaki yang tidak bisa Alea banggakan di depan teman-temannya karena hanya memiliki mobil buntut di banding lelaki yang tidur dengan Alea, semuanya dari kalangan Elit, walaupun suatu saat Alea mengandung anak mereka itu tidaklah masalah.
Alea berjalan dan duduk di sofa kemudian tertawa,
"Ha ha ha, Bram... bram, berani sekali lelaki rendah sepertimu memanggilku sebagai kotoran, kau sangat tidak pantas menjadi pendampingku, kau hanya lelaki beruntung yang mendapat beasiswa, bermodal asrama, kepintaran dan tabungan hasil joki untuk membeli dan kau sebut memanjakan aku dengan barang rongsokan dan lagi mobil buntut yang selalu kua gunakan itu, dengarkan baik-baik aku perkenalkna dengan jelas siapa aku, Alea Wicaksana, kau bisa mencari tahu nama Wicaksana di Asia,"
Bram mengepalkan tangannya dan menahan amarah, dia meninggalkan Alea yang saat itu sedang tertawa. Bram menghabiskan malam di sebuah Diskotik dengan mabuk-mabukan. Alea adaah cinta pertama Bram dan itu wajar jika Bram merasakan sakit.
Rey yang setia menemani Bram juga merasa khawatir dengan perubahan sikap Bram setelah malam itu. Bram tidak fokus dengan pendidikannya dan sering ke diskotik setiap malam dan tidur dengan beberapa wanita. Seminggu berlalu, Bram mulai menonjolkan diri dengan menggunakna semua koleksi mobil mewah untuk ke kampus, membuat kampus heboh dengan perubahan Bram, tidak hanya mobil dan semua barang mewah yang melekat di tubuh Bram, tapi sikap Bram yang total berubah dingin dan tak acuh kepada siapapun.
Alea curiga saat semua pria yang pernah tidur dengannya kini menjauh tanpa sebab, keluarga mereka pun bangkrut tiba-tiba. Teman-teman anak konglomerat lainnya tidak ingin bergaul dengan Alea bukan karena Alea salah tapi mereka memberi jawaban ke Alea bahwa keluarga mereka yang akan menanggung akibatnya.
Bram yang mengetahui tingkah Alea yang sebenarnya, sedang ingin mencari tahu latar belakang Alea dan dia pun tersenyum, "Aku benar-benar bodoh, bisa sangat percaya dengan wanita ular sepertinya, bagaimana bisa wanita yang setelah di perkosa ingin berhubungan badan lagi. Ahh Sial, harusnya aku lebih peka" gumam Bram dengan banyak umpatan.
...****...
Setelah makan malam romantis, Naya dan Bram duduk dengan taman kecil di sudut halaman rumah mereka, Naya menceritakan semua ke Bram tentang pertemuannya dengan Harun di perusahaan, mendengar itu Bram paham bahwa Naya membutuhkan sesuatu untuk bisa di jadikan pegangan bahwa dia patut untuk di hargai, Bram tidak terima seseorang merendahkan Naya sekalipun itu adalah ayahnya sendiri.
Esok hari, Bram di kantor memanggil Rey untuk meminta Rey membuka lowongan pekerjaan bagian Desainer Fashion, karena Bram ingin mencoba membuka produk baru yang bekerja sama dengan perusahaan fashion. Tapi Niat Bram yang sebenarnya adalah, dia ingin merekrut Naya untuk bisa bekerja di perusahaannya agar bisa Bram pantau lebih dekat tanpa ada yang harus Naya khawatirkan, dia akan jauh dari segala gangguan termasuk ayah mertuanya.
__ADS_1
Di tempat lain, Perusahaan yang Alea pimpin berkembang karena mendapatkan banyak investor dari banyak perusahaan, Harun merasa senang mendengar laporan tersebut. Harun menemui Alea di perusahaannya untuk memberikan selamat sekaligus memberitahukan rencana Harun untuk mengikutkan perusahaan yang di pimpin Alea mengikuti sebuah proyek yang bernilai Trilliunan itu, Harun pun menjelaskan tentang siapa pemimpin baru Yudisitira Corp yang masih menjadi rahasia.
Alea tersenyum dan merasa optimis untuk bisa mendapatkan bagian dari proyek pembangunan hotel tersebut. Di perusahaan lain Naya tampak serius dengan perut yang sedikit mulai membuncit dan sedikit memiliki lemak di wajahnya tapi itu tidak membuat kecantikan Naya berkurang.
Pimpinan perusahaan Naya mengumumkan sebuah kompetisi yang akan di adakan oleh perusahaan Yudistira Corp, perusahaan raksasa untuk semua desainer di Neagara tersebut. Naya sangat bahagia, seperti biasa sepulang kerja Naya akan menceritakan apapun kegiatannya kepada Bram.
Bram ikut senang melihat senyum ceria terpancar di wajah Naya yang sangat bahagia mendengar kompetisi tersebut.
...***...
Pukul 23.00 pm, Diskotik FLy...
Seorang wanita muda sedang berdebat dengan salah seorang bartender karena dia telah menghabiskan banyak minuman dan tidak bisa membayarnya, jalan satu-satunya Wanita tersebut menerima syarat dari pemilik diskotik untuk menjadikannya seorang penari malam.
Dia menerimanya sebagai tantangan bukan sebagai tanggung jawab dengan apa yang di lakukannya. Bram yang mengetahui hal itu geram, kemudian menuju Diskotik tersebut saat Naya terlelap.
Wanita tersebut melakukan banyak aksi membuatnya banyak mendapatkan tatapan nakal dari semua pengunjung pria, belum lagi yang ingin membookingnya dan beberapa dari mereka tengah siap untuk menyentuhnya.
wanita tersebut tidak terima dan menampar pria tersebut. Saat pria yang sedang mabuk ingin menampar wanita tersebut, Bram menahan tangannya dengan sigap. Wanita yang berada di hadapannya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Seorang pria yang selama ini dia hina dengan sebagai lelaki gembel dan sampah sedang menyelamatkannya. Pria tersebut meronta karena genggaman Bram sangat kuat, membuat pria tersebut ingin melayangkan pukulan tapi dua lelaki dengan bertubuh besar mendekati mereka untuk melerai dan menyelesaikan masalah.
"Ngga usah sok baik, jangan sok bisa nolong" ucap Arana dengan sinis melihat apa yang dilakukan Bram malam itu. Arana melihat Bram hanya setelan casual yang menurutnya tidak menunjukan bahwa Bram bisa di andalkan.
__ADS_1