
Naya menceritakan hayalan Naya tentang makan yang selama ini Naya inginkan.
Ayah duduk di ujung meja sambil memimpin acara makan malam, ia memulai obrolan tentang kabar-kabar terbaru di kota. Ibu sibuk memperhatikan kebutuhan anak-anaknya dan mengambilkan mereka makanan yang diinginkan.
Suasana yang penuh kebersamaan, keluarga menikmati hidangan yang dihidangkan dan saling bertukar cerita. Momen yang sangat berharga, di mana Naya bisa melupakan kesibukan sehari-hari dan menikmati kehangatan keluarga.
Setelah makan malam selesai, mereka membersihkan meja bersama-sama dan berbincang-bincang lagi sambil menikmati secangkir teh atau kopi. Suasana semakin hangat dan harmonis, seolah-olah tidak ada masalah atau ketegangan yang berat.
"Sabar sayang, aku akan mewujudkan impianmu, tepatnya kita dan keluarga kecil kita." ucap Bram dengan mengecup pundak tangan Naya.
...***...
Hari demi hari, Harun tetap berusaha meminta Naya untuk kembali memimpin perusahaan tapi Naya tetap menolaknya dengan berbagai cara, Naya masih dengan rasa kecewa karena mengetahui Harun menginginkan kematian untuk anak yang di kandung Naya.
Nikol yang mengetahui rencana Harun pun tidak tinggal diam, Nikol memanfaatkan situasi tersebut untuk membuat Harun mengerahkan semua yang dia miliki untuk memenangkan sebuah proyek dengan ancaman pinjaman dana yang Nikol berikan kepada Harun.
Harun dan Nikol kembali bekerja sama untuk membuat Naya menjadi pemimpin BOF. Harun dan Nikol memiliki rencana jahat untuk memaksa Naya dengan mengorbankan Bayu. Nikol mengerahkan anak buahnya untuk menculik Bayu tapi berakhir gagal.
"Maaf Tuan, tidak ada pelayan yang bernama Bayu di tempat tersebut"
"Apa kau yakin?" tanya Nikol dengan mengerutkan alisnya
"Saya sangat yakin Tuan, saya berjaga beberapa hari di tempat tersebut namun tidak memiliki petunjuk tentang keberadaan dia"
"Bagaimana dengan mata-mata yang kita tempatkan di sekitar rumah Naya"
"Mereka mengatakan bahwa setiap hari suami Non Naya kluar rumah untuk bekerja"
__ADS_1
"Bodoh. katakan pada mata-mata mu ikuti dia dan temukan tempat kerjanya yang baru. Pasti dia telah pindah dari restoran ke tempat lain"
Mata-mata Nikol meninggalkan tempat tersebut dan mencari cara agar rencananya dan Harun tetap berjalan dengan baik. Di tempat lain sebuah bangunan gedung tua di tengah kota, yang memiliki sejarah misterius dengan banyaknya cerita horor dan pembunuhan melekat erat dengan gedung tua tersebut, dua orang lelaki duduk dengan tangan dan mulut terikat.
Rey duduk tepat berada di hadapan mereka dengan wajah yang dingin dan beberapa pengawal yang berdiri tegak di sekelilingnya. Rey memberi anggukan salah satu pengawalnya dan dia segera menyadarkan orang-orang tersebut yang ternyata adalah mata-mata Nikol.
Mata-mata Nikol ketakutan dan berusaha bertanya tentang apa yang terjadi, Rey tanpa basa-basi memberikan arahan kepada mereka untuk tugas mereka yang baru. Para mata-mata Nikol masih bingung membuat Rey mendengus dan membuat salah satu pengawal memberi tamparan yang keras ke wajah para mata-mata tersebut.
"Ba-baik Tuan, kami akan melakukan apa yang Tuan perintahkan"
"Bagus" ucap Rey kemudian meninggalkan baangunan tersebut.
Para mata-mata Nikol tidak percaya bahwa dia sudah memasuki sesuatu yang berbahaya seumur hidupnya dia bekerja kepada Nikol. Selama ini, hanya mereka yang mampu melakukan itu kepada orang lain, kepada para saingan bisnis Nikol yang hanya dengan perintah Nikol, mereka tidak akan segan-segan menyakitinya. Hari itu, mereka ketakutan dan merasa Tuan mereka tidak akan aman dengan lawan yang baru kali ini sangat tangguh.
Nikol tidak mendapatkan informasi apapun tentang Bayu, walau Nikol mengerahkan semua pengawal bayangannya. Nikol frustasi dengan secara langsung ikut memata-matai Bayu.
Bram terlebih dahulu menghantar Naya keperusahaan, setelah itu Bram menuju restauran tempat dia bekerja.
Nikol geram karena pergerakan Bram tidak ada yang aneh, hanya saja para pengawal Nikol tidak melaksanakan tugas dengan baik. Nikol meraih Hp miliknya dan memberikan banyak kalimat umpatan kepada ketua pengawal bayangnya. Nikol sangat geram dan meminta mereka mengerjakan tugas dengan benar hari itu untuk menculik Bram.
Setiba di restoran terebut, Bram berjalan memasuki sebuah ruangan dan tersenyum devil. Seperti biasa, para pelayan di restauran itupun berganti saat Bram menyamar menjadi seorang pelayan. Mereka yang ikut bekerja adalah pengawal rahasia Bram.
Nikol dengan sengaja memasuki restoran dengan angkuh, kemudian melihat keadaan restauran yang sangat sepi, dia tersenyum dan merasa itu adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk merendahkan Bram dan membuat dia meninggalkan Naya.
Bram membawa menu makanan ke meja yang Nikol tempati. Nikol kemudian berpura-pura kaget dan seolah-olah baru mengetahui pekerjaan Bram yang ternyata seorang pelayan.
"Istri bekerja di kantor perusahaan raksasa, suami bekerja sebagai pelayan restauran. Sangat miris" ucap Nikol
__ADS_1
"Silahkan pesan"
"Ha ha ha tidak usah terburu-buru, aku sudah memesan tempat ini jadi kau hanya perlu melayaniku"
Mendengar kesombongan Nikol yang terbalut dengan kebohongan membuat Perut Bram serasa tergelitik, Bram tersenyum devil kemudian melemparkan menu makanan tersebut di meja dan duduk di hadapan Nikol dengan menyilangkan kakinya.
Aura Bram tiba-tiba berbeda, Nikol pun merasakan hal itu. Ada yang berbeda dengan lelaki yang berada di hadapannya itu. Lelaki yang selama ini sangat di hinanya dan di anggap tidak berguna sama sekali. Nikol tetap dengan sombongnya menatap Bram.
"Baiklah, kau bisa menikmati jam istrahta hari ini, memesan makanan mahal dan enak dan kamu bisa menjadi tamu hari ini, aku yang bayar" ucap Nikol sombong.
Bram meraih menu yang di dalamnya terdapat touch screen digital yang hanya menekan nama menu, akan terhubung lasnung dengan chef. Begitupun dengan Nikol.
Nikol kembali memulai percakapan dengan menyombongkan kekayaannya, kemampuannya, prestasinya, nama keluarga Nikol yang terhormat dan masa-masa sekolah bersama Naya yang menurutnya itu sangat romantis walau kebanyakan dari cerita tersebut Nikol karang dengan bebas.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Bram to the point
"Tinggalkan Naya, JUst it. Berapa yang kau butuhkan? aku akan memberimu perusahaan, rumah, mobil dan apapun yang kau inginkan"
"Termasuk seluruh kekayaanmu?" timpal Bram
Nikol tertawa dengan kerasnya dan bertepuk tangan mendengar ucapan Bram.
"Tak kusangka, kau lebih serakah dari yang ku duga"
"Begini saja, aku akan memberimu 10 persen kekayaanku. Bagaimana?"
"Apakah kau hanya menghargai Naya sepuluh persen dari kekayaanmu, bukankah kau sangat mencintai Naya beberapa tahun ini?" timpal Bram
__ADS_1