Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
72. MSSM


__ADS_3

"Tidak usah basa-basi, apa yang kau butuhkan sampai jauh-jauh menemuiku"


Alea menjelaskan tujuan kedatanganya meminta bantuan membalaskan dendam kepada keluarga Yudistira dan meminta beberapa digit angka sebagai bantun karena Alea dan calon istri yang akan melahirkan anaknya nanti sedang dalam kesusahan.


Alea menceritakan semua kejadian di Negaranya akibat ulah Bram, ada beberapa hal pula yang di tambah bahwa Bram mengklaim dirinya juga termasuk pebisnis nomor satu di Eropa mengalahkan dirinya, membuat Jhon sedikit kesal dan merasa dia memang seharusnya membalas dendam dengan memanfaatkan Alea.


Mereka akan saling memanfaatkan,


"Karena aku akan membantumu, apa yang bisa kau tawarkan sebagai gantinya?"


Alea tersenyum, kemudian berdiri di hadapan Jhon dan melepas tali gaun yang bertengger di pundaknya dan membuat Alea hanya menggunakan atasan dan bawahan yang persetiga piramida itu. Jhon tersenyum dan membubarkan seluruh pengawal yang berada di tempat tersebut.


Jhon yang sedari tadi duduk kini meletakkan gelasnya di meja yang terletak tidak berada jauh di dekatnya kemudian Jhon tersenyum penuh arti,


"So, do it"


Alea mulai beraksi dengan menanggalkan satu persatu kain yang menempel di tubuhnya dan mendekati pria paruh baya yang berada di hadapannya, dia membantu Jhon membuka jubah mandi yang melekat di tubuhnya kemudian Alea menyentuh titik-titik sensitif pria tersebut,


"Lelaki memang akan selalu jadi budak ************ wanita" batin Alea


Alea kembali menciumi titik-titik sensitif tersebut membuat Jhon menutup matanya dan menikmati permainan Alea. Saat Alea masih memainkan lidahnya dan bagian tubuh yang lainnya untuk memanjakan tubuh Jhon, Alea menghentikan aksinya karena JHon menahan Alea yang sudah mengambil posisi duduk di atas Jhon dan ingin memasukan benda tumpul tersebut,


"Tunggu" ucap Jhon


Alea bingung, karena sedikit lagi dia akan memulainya dan dia sangat yakin akan mampu membuat pria paruh baya tersebut menyerah dalam hitungan menit dan Alea memenangkan pertempuran itu.


Jhon melangkah ke dalam ruangan yang letaknya tidak jauh dari teras villa tersebut, dia mengambil sebuah cambuk yang membuat mata Alea melotot,


"Ayo sayang mulai, I love hard ***" ucap Jhon

__ADS_1


Alea tidak habis pikir jika Jhon menyukai permainan seperti itu, kali ini ALea terjebak oleh rencananya sendiri dan dia harus menyelesaikan apa yang seharusnya dia mulai.


Permainan itu di mulai dengan sentuhan sensisitif hingga akhirnya suara erangan berganti dengan suara teriakan karena siksaaan bukan kenikmatan. Alea menangis, merintih dan meraung karena Jhon memberi cambukan yang terasa hingga ketulang rusuknya.


Sedangkan Jhon yang mendengar teriakan dan penderitaan Alea semakin bersemangat untuk melakukannya lagi, lagi dan lagi.


Ke esokan harinya, aLea terbangun dengan memar di sekujur tubuhnya bahkan dia tidak bisa menggerakann tubuhnya dengan normal,


"Dasar brengsek! aku akan membalasmu, ini semua karena Naya" teriak Alea.


Jhon yang mendengar teriakan Alea di dalam kamar tersenyum, "Kau pikir bisa dengan mudah mendapatkan yang kau minta? tidak ada yang gratis di dunia ini" gumam Jhon


Sebelum Alea meninggalkan pulau tersebut, Jhon memberinya perintah untuk menemuinya esok hari di perusahaan karena ada seseorang yang ingin Jhon kenalkan kepadanya tapi sebelum itu Alea meminta rumah kepada Jhon untuk tinggal selama di Negara tersebut.


Jhon setuju dan mengabulkan permintaan Alea dengan mudah.


Matahari senja tergantung rendah di ufuk barat saat Alea melangkah dengan langkah pasti ke dalam perumahan yang mewah di Inggris. Gerbang besi bergaya viktorianya membuka jalan ke dunia yang tersembunyi di baliknya. Ranting-ranting pohon ek yang menjuntai dengan anggun menyambut.


Rumah itu menjulang tinggi, dikelilingi oleh taman yang dirawat dengan indah. Pintu masuknya terbuat dari kayu oak yang tua dan berat, menunjukkan usia dan kekayaan pemiliknya. Ketika pintu itu terbuka, cahaya hangat dari dalam menyambutnya. Sebuah ruangan besar dengan langit-langit tinggi, dihiasi dengan karya seni yang tak ternilai dan furnitur mewah, membuka jalan ke dalam kehidupan orang kaya dan terpandang.


Alea tertawa saat memasuki ruangan tersebut, seakan dialah sang penguasa sebenanrnya,


"Apakah aku harus mendapatkan Jhon terlebih dahulu? atau aku saja yang melahirkan bayi untuknya?" gumam Alea dengan menikmati bangunan megah tersebut.


Lantai marmer mengilap memantulkan cahaya yang masuk melalui jendela-jendela besar. Karpet mewah berwarna-warni memperindah ruang tamu yang luas, dan perapian bergaya abad ke-19 memberikan sentuhan elegan. Di sisi ruangan, seorang pelayan dengan pakaian berkerah putih melangkah tenang, memastikan setiap detail terjaga.


"Nona saya Ofilia, jika anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil saya"


"Baiklah Ofilia, buatkan aku teh dan beberapa cemilan" ucap Alea dengan gaya sombongnya.

__ADS_1


Alea mengamati sekeliling dengan tatapan yang penuh kekaguman, memperhatikan ornamen klasik dan hiasan dinding yang memperkaya estetika ruangan.


Alea berjalan menuju kamar terbaik rumah tersebut dan menemukan sebuah kamar yang sangat megah, layaknya kamar seorang princess, Alea merebahkan tubhnya tanpa sadar bahwa tulang ekornya masih sangat sakit,


"Awww, shhhhh. Dasar orang tua keparat" teriak Alea yang masih belum menerima rasa sakit di sekujur tubuhnya ulah Jhon.


...****...


Esok hari di kantor Jhon, Alea datang terlambat membuat JHon sedikit kesal karena dia yang harus menunggunya sebagai pimpinan harusnya Jhon-lah yang harus di tunggu. Alea mendekat dan menenangkan Jhon dengan melingkarkan tangannya di leher Jhon dan perlahan tangannya menelusuri pundak dan ke bagian bawah sana.


Tiba-tiba seserang berdehem di balik sudut lainnya yang melihat Alea beraksi.


Alea menghentikan aksinya dan melirik sudur dalam ruangan tersebut yang terdapat sebuah sofa yang besar, sepertinya Alea mengenal pria tersebut tapi lupa namany,


"Kau?"


"Hi aku Nikol," ucap Nikol dengan mengulurkan tangannya.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di tempat ini" ucap Nikol kembali


Alea gelagapan mendengar itu, dia baru ingat bahwa lelaki tersebut adalah salah satu pria yang menyukai Naya dan juga termasuk saingan bisnis Bram.


Alea mendekat dan menyapanya tanpa memperdulikan Jhon yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan kesal karena merasa di abaikan, Jhon yang memang terkenal dunia luar sosok yang bijaksana di usianya yang sudah paruh baya tapi the realnya dia sangat kekanak-kanakan dan mudah tersulut emosi.


"Dasar wanita sialan, berani-beraninya dia mengabaikanku"


Jhon kembali ke tempat duduk nya dan melihat Alea dan Nikol sedikit berbincang tiba-tiba dia mengetuk meja kerjanya dan membuat Alea dan Nikol kembali fokus kepadanya.


"Tuan Nikol, apakah kau ingin melihat sebuah pertunjukan yang menarik?"

__ADS_1


"Tentu Mr.Jhon"


Jhon menatap Alea kemudian tersenyum sinis. Dia memberikan sebuah isyarat dengan telunjuk meminta Alea mendekat kepadanya.


__ADS_2