Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
79. MSSM


__ADS_3

Bram meminta Rey untuk menjaga Kakek Brahma sementara waktu karena Bram akan menemui Naya terlebih dahulu dan menjelaskan kepada Naya kondisi kakek Brahma saat itu dan menceritakan apa yang terjadi hanya ybagian terenting saja untuk membuat Naya tenang.


Naya yang gelisah sedari tadi menunggu kedatangan Bram, melihat sosok yang di tunggunya sedang berjalan dengan sangat letih ke arahnya membuat Naya menghamburkan diri dengan memeluk Bram erat. Naya bercerita tentang banyak hal. Naya yang melihat suaminya hanya diam tidak merespon apapun mengecup pipi Bram,


"Sayang, jangan di tahan, nggak apa-apa. Kamu kasi tau aku, kamu kenapa?"


Mendengar ucapan Naya yang lembut itu, Bram kembali memeluk Naya dengan erat dan menyederkan kepala Bram di pundak Naya,


"Nay, aku takut kehilangan Kakek" ucap Bram yang menahan diri untuk tidak rapuh dan lemah di hadapan Naya.


Naya yang mendengar itu membalas pelukan Bram dan mengusap kepala Bram lembut, Naya sangat paham bagaimana perasaa Bram yang sedari kecil di rawat oleh Kakek Brahm. DIa adalah pengganti sosok ayah dna ibu untuk Bram.


"Kakek tidak akan meninggalkan kita, kau makan dulu lalu kita sama-sama menemani kakek di rumah sakit" ucap Naya


Mereka akhirnya sepakat dan menuju ruang makan terlebih dahulu walau sebenarnya Bram tidak sedang berselera untuk makan, tapi Bram sangat menghargai usaha Naya yang menyiapkan semuanya.


...*****...


DI rumah sakit, Rey yang sedang menjaga Kakek Brahma kedatangan seorang dokter untuk mengecek kondisi kesehatan Kakek Brahma. Ada yang mencurigakan dengan dokter tersebut, dia bertanya seputar nama pasien sedangkan para dokter sudah sangat mengetahui siapa kakek Brahma, di tambah dokter yang menggunakan masker tersebut bericara dengan sangat cadel.


Dokter tersebut berjalan mengintari Kakek Brahma dan mengotak-atik alat yang menempel di tubuh Kakek Brahma, saat dokter tersebut ingin memegang monitor jantung, Rey yang sedari tadi berusaha bersikap acuh untuk menghindari kecurigaan dokter palsu tersebut sudah memegang tangan dokter itu.


"Apa yang akan kau lakukan, Ha?!" ucap Rey dengan suara yang penuh tekanan


"Ti-tidak, saya-"


Rey sudah menarik paksa masker dokter tersebut dan mereka saling adu skill, Rey yang memberi beberapa kali serangan berhasil di hindari oleh dokter palsu tersebut, wajahnya terlihat jelas. Dia adalah warga asing yang entah siapa yang memberinya perintah untuk menyakiti Kakek Brahma.

__ADS_1


Dokter palsu tersebut berhasil kabur dan berlari, Rey mengejar hingga di sebuah lorong rumah sakit, Rey tidak sengaja menabrak seorang wanita tua yang sedang ingin menanyakan sebuah ruangan kepada salah seorang pengunjung yang berlalu lalang di lorong kamar rumah sakit tersebut,


"Aaaaa-"


"Maaf. Nenek tidakapa-apa?" ucap Rey


"Ti-tidak apa-apa nak, hanya saja kaki nenek susah untuk berdiri" timpalnya.


Rey melirik sejenak ke arah tempat dokter palsu itu berlari namun bayangannya pun sudah tidak terlihat lagi.


"Sial, siapa dia sebenarnya" batin Rey


Rey kembali memperhatikan nenek tersebut dan bertanya tentang apa keperluan nenek itu, Rey ingin membantu tapi nenek tersebut mengurungkan niatnya untuk memasuki sebuah ruangan, dia hanya ingin di antar kembali ke sebuah mobil yang berada di depan bangunan rumah sakit itu yang  sopirnya sudah menunggu nenek sedari tadi, jelasnya.


"Rey memapah wanita tua itu dengan pelan, memegang tangannya dan memperlakukan nenek itu seakan dia adalah nenek kandungnya sendiri. wanita tua itu tersenyum dan mengucapkan terimah kasih saat Rey bersedia mengantarnya.


Brakkkkk....


Sebuah balok berukuran besar menimpa pundak belakang Rey dan membuatnya spontan tidak sadarkan diri. Rey di masukan ke dalam mobil tersebut, sedangkan wanita tua yang di tolongnya itu tidak bisa melakukan apa-apa. tugasnya selesai sampai disitu dengan mendapatkan upah yang sangat banyak.


"Maafkan aku anak muda, semoga kau biak-baik saja" ucap Wanita tua itu yang meninggalkan tempat dengan berjalan kaki.


Wanita tua itu adalah seorang gelandangan yang salah satu dari anak buah NIkol membayarnya menjalankan misi penjebakan untuk menculik Rey, dokter yang berusaha membunuh Kakek Brahma pun termasuk dalam misi untuk memancing Rey meninggalkan ruangan tersebut karena akan sangat susah jika menculik Rey di dalam ruangan karena dalam ruangan di penuhi CCTV yang bisa melacak identitas hanya dengan wajah dan postur tubuh.


Target mereka hanya kepad Rey untuk mengancam Bram, karena Kakek Brahma tidak berguna saat dia hidup maupun mati. Mereka tidak paham jika Brahma juga termasuk salah satu kelemahan Bram.


Bram yang tiba dengan Naya bingung dengan banyak dokter mengelilingi Kakek Brahma, Salah satu dokter berusaha menjelaskna kepada Bram tentang kondisi perubahan yang belum ada perubahan sama sekali,

__ADS_1


"Lantas mengapa kalian semua bisa berada di kamar ini, jika kakek tidak bereaksi sama sekali?"


"Salah satu suster kami sedang melihat dua orang saling mengejar dari arah ruangan tuan Brahma, maka dari itu kami semua ke ruangan tuan untuk mengecek kondisinya"


"Saling mengejar? di mana Rey?"


Bram mulai mencari Rey yang saat itu tidak terlihat di manapun, Bram kesal karena dia merasa Rey tidak menjaga kakek dengan baik. Bram menelpon Rey namun tidak memiliki jawaban dan juga Rey tidak terlihat di manapun dirumah sakit tersebut,


"Tidak mungkin Rey berkencan dalam situasi ini, dia juga tidka memiliki kekasih" gumamnya


Bram kembali bertanya tentang ciri-ciri orang yang berlari tersebut, Suster itu menjelaskan bahwa salah satu dari mereka adalah terlihat seperti dokter muda dan salah satunya seorang pria dengan setelan formal.


"Mungkin saja itu salah satu keluarga korban kecelakann dari ruangan yang tidak jauh dari ruangan tuan dan dokter itu berlari untuk menyelamatkan salah satu keluarga pasien" ucap salah satu dokter yang selalu berpositif thinking.


Bram mendengar hanya mmberi tatapan tajam, seolah memberi isyarat jika dia tahu bahwa rumah sakit itu sistm penjagaannya tidak aman, mereka semua akan menaggung akibatnya.


Bram meminta Naya menunggunya di ruangan tersebut dengan menjaga Kakek. Bram pun meminta para pengawalnya datang ke rumah sakit untuk berjaga karena dia sudah memiliki firasat yang aneh, rumah sakit tersebut sudah tidak aman lagi.


Bram memasuki sebuah ruangan yang di penuhi dengan layar, dia fokus pada layar besar khusus untuk ruangan kakek Brahma.


Bram akhirnya menemukan Rey yang sedang berusaha menyelamatkan kakek Brahma dan mengejar dokter palsu tersebut. Bram mengepalkan tangannya dengan mata memerah. Bram meraih Hp miliknya dan meminta seseorang melacak keeradaan Rey.


Di tempat lain,


Bughh....


Bughh...

__ADS_1


Wuuekkkk.... Rey yang sudah memuntahkan darah dari mulutnya akibat pukulan keras ke wajahnya oleh salah satu pengawal Nikol


__ADS_2