Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
40. MSSM


__ADS_3

Nilai yang kau tanam kepada manusia akan kembali menjadi hujatan jika kau berada di titik terendah, karena kau yang memberi nilai untuk hidupmu sendiri.


"Teman-teman lihatlah dia, Naya Tungga Dewi Wic......oopss tidak lagi" ucap Alea dengan tertawa "Dia adalah pimpinan BOF dulu tapi gagal karena lebih memilih menikah dengan lelaki gembel di banding orang tua dan perusahaannya, dia pendosa" teriak Alea dengan tertawa


Naya mlihat sekelilingnya dan melihat para karywan saling berbisik.


Saat Naya ingin membalas ucapan Alea, tiba-tiba alarm berbunyi, seperti biasa kedatangan Bram dan Rey yang di menampilkan layaknya parade kerajaa dengan sambutan para pengaman yang berjejer rapi style serba hitam selalu juga menjadi pusat perhatian. Saat Bram berjalan, dia melirik ke arah yang jaraknya lumayan jauh dan melihat ada Naya di kerumunan tesebut karena sejauh apapun Jarak Naya, Bram akan tetap hafal postur Naya. Bram curiga telah terjadi sesuatu pada Naya.


Begitupun Naya yang merasa mengenal dekat pimpinannya tersebut namun Naya berusaha untuk mengabaikan pikirannya itu.


Alea yang melihat kedatangan Bram dari kejauhan tersenyum, Alea hanya mampu melihat pundak Bram tapi dia sudah menebak bahwa pimpinan perusahaan yang di isukan itu sesuai dengan bayangannya bahwa dia adalah lelaki tampan dan berkuasa. Alea mendekati Naya dan membisikkan sesuatu, "Kau lihat lelaki yang berjalan di depan sana? dia adalah milikku dan itu pasti".


Naya yang mendengarnya tersenyum sinis kepada Alea.


"Sepertinya terlalu lama tinggal di INggris otakmu sedikit bermasalah"


"Aku hanya realistis tidak seperti dirimu, buta. "


"Setidaknya aku bahagia"


Alea menggelengkan kepalanya dan menaikkan alisnya dengan sombong, dia kembali memberikan Naya kalimat yang kasar bahwa apa yang Naya lakukan salah. Alea akan membuktikan bahwa dia bisa lebih baik daripada Naya dalam segala hal termasuk memiliki suami.


Bram yang tiba di ruangannya segera memerintahkan Rey menyalakan layar kaca yang bertengger di depannya dan mencari tahu apa yang Naya lakukan sedari tadi. Dilayar tersebut semuanya terlihat jelas wajah Naya sejak Naya memasuki perusahaan dan saat dia mulai bekerja. Bram melihat dengan jelas siapa dan bagaimana orang-orang di sekitarnya memperlakukan Naya.


Bram mendengar semua ucapan wanita yang Bram kenal itu kepada Naya dan membuat Bram geram. Bram meminta Rey menyelidiki Alea dan bagaimana bisa Alea mengenal Naya.


"Apakah dia tahu aku adalah pimpinan di perusahaan ini dan telah menikah dengan Naya? untuk apa dia kembali?"


"Saya rasa tidak Tuan, dia tidak mengetahui apapun"

__ADS_1


"Selidiki lebih jauh lagi REy"


Rey hanya mengangguk dan tiba-tiba Hp Rey bergetar, dia segera mengangkat telfon tersebut dan memberi arahan untuk menunggu jawaban pimpinan,


"Ada apa rey?"


"Alea datang mendaftarkan perusahannya untuk mengikuti proyek pembangunan hotel tuan dan ingin menemui tuan"


Bram tersenyum sinis dan meminta Rey menolak permintaan pertemuan tersebut, Bram hanya memberi Rey perintah menerima proposal Alea.


Bram memutar pulpen yang berada di jemarinya "Sekali berjalan aku bisa menghancurkan mereka, manusia sampah" gumam Bram


Alea berada di ruangan sekretaris Rey untuk meminta bertemu dengan pimpinan tapi Vee sekretaris Rey memberitahu bahwa Pimpinan menolak untuk bertemu dengan Alea,


"Ayolah mba, katakan sekali lagi ini urusan bisnis yang mendesak" ucap alea dengan sedikit memelas tapi Vee dengan tegas meminta Alea meninggalkan ruangan tersebut.


Harun mendapatkan ide ingin memanfaatkan Naya yang saat itu yang sedang bekerja di perusahaan tersebut. Harun menemui Naya di perusahaannya dan mengundang Naya ke rumahnya untuk makan malam.


Naya yang memberitahukan Bayu tentang hal itupun ikut menyetujuinya.


Suasana makan malam keluarga yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Meja makan dihiasi dengan piring-piring cantik dan tumpukan makanan yang menggoda selera.


Setiap anggota keluarga sibuk mengambil porsi makanan mereka sendiri dan berbincang-bincang tentang hal-hal yang terjadi sepanjang hari. Terdengar suara tawa riang dan obrolan ringan yang membuat suasana semakin akrab. Normalnya seperti itu.


Tapi suasana ruangan makan yang berada di ruangan tersebut berbeda, Naya dan Bayu lebih banyak diam, menunggu apa yang sebenarnya Harun inginkan. Harun terdengar berbasa-basi sampai pada akhirnya dia meminta Naya untuk membantunya bertemu dengan pimpinan perusahaan dan menerima perusahaannya sebagai salah satu yang mendapat bagian dari proyek tersebut.


Naya tersenyum mendengarnya dan meneguk beberapa kali minuman yang berada di hadapannya,


"Mengapa makanannya tidak kau habiskan sayang?" tanya mama melani dengan ucapan yang sangat manis

__ADS_1


"Iya, makan yag banyak. Kamu butuh nutrisi untuk bayimu" timpal Harun


Naya kembali tersenyum sinis dengan mengepalkan tangannya, "Bukankah ayah tidak menginginkan anak yang ada di rahimku ini? cucu ayah sendiri?"


"Apa yang kau katakan Naya?" ucap Harus menyangkal


"Nay, jangan berprasangka buruk kepada kami, walaupun kami pernah menyakitimu tapi kami tetaplah orang tuamu" tmpal melani kembali.


"Aku pikir, makan malam cukup sampai disini, kami permisi" ucap Bayu


"Dasar lelaki tidak berguna, apa yang kau lakukan, aku sedang berbicara dengan anakku"


"Dan dia adalah istriku"


"Kau meerasa sangat berguna sebgai suami? tapi tidak sebagai menantu" timpal melani kembali


"Kau tidak berarti tanpa naya, buktinya Naya membanting tulang bekerja di perusahaan terbesar di Asia sedangkan kau hanya bisa menjadi seorang pelayan restoan" ucap Harun


"Pa, sudahlah jangan menghina Bayu lagi!" ucap Naya geram


Bayu menaikkan alisnya dan meraih tangan Naya dan mengajaknya meninggalkan ruangan tersebut tapi Melani meraih tangan Naya yang satunya untuk meminta Naya menerima tawaran Harun kembali ke perusahaan dan Naya ikut bergabung untuk kerjasama proyek pembangunan Hotel yang dilaksanankan oleh perusahaan raksasa itu. Harun Yakin dengan kecerdasan Naya bisa mendapat bagian dalam proyek tersebut.


"Aku pastikan, kau tidak akan mendapatkan secuil pun dalam proyek tersebut" ucap Bayu


"Ha ha ha, lihatlah sayang, siapa yang mengatakan itu? seorang lelaki yang bahkan tidak tahu kami sedang membicarakan apa! Hei! dengar, kau cukup melayani tamu dan meratukan anakku ini, selebihnya diam. karena batasmu hanya sampai disitu" ucap Harun


Bram meraih tangan Naya dan akhirnya meninggalkan ruangan tersebut, Harun kesal mendapat penolakan Naya dan berencana untuk tetap meminta Naya melancarkan rencananya.


Naya terdiam sepanjang perjalanan membuat Bram menyadarkan Naya dalam lamunannya, Bram berusaha membuat Naya tersenyum dengan menceritakan banyak guaraun tapi itu tidak mempan. Naya menceritakan hayalan Naya tentang makan yang selama ini Naya inginkan.

__ADS_1


__ADS_2