Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
65. MSSM


__ADS_3

Arana dengan polosnya masih berpikir jika hidupnya mirip dengan drama yang sering di tontonnya. Bayangan seorang CEO di sebuah alam mimpinya adalah dia yang tampan, cool dan romantis. Arana belum tahu jika tunangan yang sebenarnya adalah Jhon yang dia temui di acara makan malam,


"Pasti anak bule itu" batin Arana dengan menggelidik dan berlarian memasuki kamarnya.


Di perusahaan, Harun tersenyum lebar setelah mentransfer sejumlah dana kepada Nikol dan lebihnya Harun gunakan untuk investasi ke salah satu perusahan ternama. Bram dan Rey mengetahui itu masih belum mendapatkan informasi seputar orang yang membantu Harun. Dia yakin bahwa orang tersebut memilki kedudukan yang tinggi karena Bram tidak bisa mengakses informasi apapun tentangnya.


"Tetap awasi orang tua itu Rey"


"Baik tuan, bagaimana dengan rencana kita"


"Jangan lakukan apapun untuknya, kita menunggu sementara waktu untuk segala rencanannya, aku juga tidak ingin membuat Naya khawatir, dia tengah hamil"


Rey mengangguk membenarkan ucapan Bram dan akhirnya ingin meninggalkan ruangan tersebut tapi Bram tersenyum lebar dan menghentikan langkah Rey,


"Kita bisa melakukan hal yang menyenangkan dengan yang lain Rey"


"Maksud tuan"


"NIKOL"


Rey mendengar itu tersenyum, sepertinya Bram tidak akan berhenti hingga melihat satu-persatu oran yang telah menindasnya mendapatkan ganjarannya. Bram meminta Rey mencari informasi Nikol saat itu. Bram yakin dia tengah sibuk mengurus perusahaannya yang batal mendapatkan investor dan gagal mendapatkan proyek Yudistira di tambah dengan kebakaran salah satu gudang tempat penyimpann hasil peroduksi perusahaannya.


"Apakah anda ingin mengadu domba Nikol dan mertua anda?"


"Tidak Rey, pekerjaan itu sangat melelahkan. Aku hanya menginginkan yang mudah saja dan membuat dia bungkam untuk selamanya" ucap Bram dengan tersenyum sinis.


Rey kembali mengangguk dan meninggalkan ruangan tersebut.


Dua hari berlau, informasi tentang Nikol telah Rey dapatkan dengan sangat lengkap, Bram yang membaca lapoan itupun tersenyum. Dia sudah paham kenapa Nikol tidak terlihat seperti Harun yang tengah sibuk mencari relasi kerja sama untuk perusahaannya padahal perusahaan Nikol juga sudah berada berada di ujung tanduk.


Nikol ternyata memiliki beberapa perusahaan yang berada di Eropa, cukup besar dan para investornya juga berasal dari Negara tersebut. Walaupun dia kehilangan semua perusahaannya di Asia, Nikol tidak akan miskin, dia akan tetap menjadi seorang CEO.

__ADS_1


"Rey, untuk menghancurkannya, kita harus meratakan perusahaannya yang berada di Eropa lebih dulu" Ucap Bram dengan senyum liciknya.


Rey mengangguk paham. Dia akan memeprsiapkan segala keperluannya dan segera keluar Negri untuk menjalankan misinya. Di tempat lain ada Arana yang bercerita kepada teman-temannya bahwa dia akan di tunangkan dengan seorang CEO penguasa Eropa minggu depan, semua teman Arana nampak kagum dan histeris mendengar cerita Arana yang sedikit di lebih-lebihkan itu.


"What? serius?"


"Iya, dia ganteng banget, trus ya saat makan malam selesai, dia mencium tanganku dan mengedipkan matanya" ucap Arana dengan gaya terkagum-kagum


"Kau sangat beruntung Arana, memiliki keluarga yang sangat berpengaruh di Asia dan Eropa" ucap teman Arana


"Aku juga ingin bertunangan dengan seorang CEO tampan, ngga usah penguasa Eropa deh, di negara kita aja yaa teman-teman?" ucap salah satu temannya lgi.


Arana kembali berbicara dengan sombongnya bahwa untuk mendapatkan seorang tunangan yang hebat harus di lihat dari kualifikasi wanitanya, Arana memamerkan diri, kekayaan, fisik dan semuanya membuat teman-teman Arana memutar bola mata mereka, hanya saja Arana tidak peka jika semua yang dia anggap teman tidak menyukainya sama sekali.


Mereka mendekati Arana hanya untuk di manfaatkan, saat party atau apapun itu. Siapa yang ingin berteman dengan wanita yang suka meredahkan orang lain dan selalu meninggikan dirinya sendiri. Arana kemudian pamit dengan tujuan memamerkan mobil barunya,


"Bye bye" ucap Arana


"Apakah kalian percaya dengan pertunangan itu?"


"Tidak sama sekali, mana ada penguasa Eropa tunangan tanpa mengundang siapapun?"


"Kamu benar, pasti Arana mengarang cerita lagi"


"Ya, kaian tahu sendiri"


"Aku akan meminta ayahku mencari tahu kebenarannya" timpalsla satunya.


...*****...


Setelah pulang kerja Bram mencari keberadaan Naya, Bram kembali memeluk Naya dan meminta maaf tentang apa yang Bram lakukan di masa lalu. Naya tersenyum mendengarkannya dan meminta Bram untuk tidak mengungkit dan tidak mengulanginya lagi,

__ADS_1


"Bram, you're mine"


"Yes My Queen, I am yours"


Mereka saling berpelukan yang menenangkan. Naya akhirnya meminta izin kepada Bram untuk esok hari mengunjungi salah satu desainer terbaik untuk memesan gaun yang indah untuk acara pertunangan Arana.


Mendengar itu Bram mengangguk, awalnya Bram tidak merespon dan meminta desainer itu saja yang ke rumah tapi Naya mengatakan merasa bosan di rumah tesebut, dia ingin melihat dunia luar. Bram setuju tapi dia meminta maaf karena tidak bisa menemani Naya.


Pagi yang cerah menyambut kicauan burung-burung di pepohonan. Matahari terbit perlahan-lahan dari balik cakrawala, menyinari langit dengan warna oranye hangat. Udara pagi yang segar masih terasa di semua sudut ruangan kamar tidur Naya. Dia mengerjapkan matanya dan melirk lelaki yang berada di hadapannya dengan mata terpejam masih dalam dunia mimpinya.


Naya mengecup kening, pipi dan bibirnya kemudian sebuah ucapan selamat pagi dengan sangat lembut untuk suaminya itu. Naya bergegas membersihkan diri dan menuruni anak tangga menuju dapur. Seperti biasa, para pelayan siap berdiri sekitar Naya jika Naya membutuhkan sesuatu dengan sigap mereka yang akan meraihnya.


Ruangan di penuhi dengan aroma masakan Naya untuk sekedar sarapan membuat Bram seperti biasa menyantap dengan lahap sarapan buatan istrinya. Naya dan Bram sesekali bercengkarama sebelum memulai aktifitas masing-masing,


"Sayang, kau ingat kan? aku akan menemui seorang desainer"


"Iya sayang, lakukan hal yang membuatmu senang"


"Terimah kasih sayang, by the way, dimana Rey? aku tidak pernah melihatnya"


"Rey sedang berada di luar negeri mengecek salah satu perusahaan kita"timpal Bram dengan tersenyum kaku


Setelah sarapan, Bram lebih dulu meniggalkan rumah sedangkan Naya harus bersiap dan melakukan banyak ritual. Dua jam berlau, Naya siap dan akan segera berangkat dengan sopir dan mobil yang telah sipa sejak tadi menunggunya tepat di depan pintu rumah mereka.


Naya terhenyak melihat sebuah mobil yang pastinya khusus dia tumpangi dan dua mobil lainnya yang berada di depan dan belakang mobil yang akan Naya gunakan. Naya mendekat dan bertanya kepada salah seorang pengawal,


"Ada apa ini?"


"Kami di perintah oleh tuan untuk menjaga Nyonya"


"What? aku hanya akan bertemu dengan seorang desainer"

__ADS_1


"Saya hanya menjalankan perintah Nyonya"


__ADS_2