Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire
76. MSSM


__ADS_3

Arana masih diam dan tidak merespon sedikit pun,


"Apakah kau tuli?"ucap Jhon dengan nada penekanan


"Aku tidak mahir memijit"


"Kau membantah?"


Arana mendengar itu spontan berdiri dan mendekati Jhon dengan ragu-ragu, tangannya bergetar saat menyentuh pundak Jhon dan memberikan sedikit tekanan ke pundaknya, tiba-tiba Jhon berdiri,


"Ah kau sangat lelet" ucap Jhon kemudian memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya untuk membawa Arana ke ruangan yang lain.


Arana yang tiba-tiba di naikkkan ke atas pria tersebut, kaget dan meronta, sedangkan Jhon sudah berjalan teelebih dahulu dengan tersenyum devil.


Jhon sudah berada di dalam ruangan yang tidak bisa juga di sebut dengan kamar, karena ruangan tersebut lebih banyak benda-benda seperti cambukan dan sejenisnya dan sebuah kasur yang ukurannya tidak terlalu besar.


Arana yang sejak tadi berada diatas pundak pria tersebut di hempaskan di atas kasur kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut, di dalam hanya ada Arana dan Jhon saja.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Arana dengan sangat berani


"Apakah kau tidak mengerti ke datanganmu di tempat ini untuk apa?"


"Aku tahu, kau menginginkan rahimku bukan? untuk menampung anak kalian, aku setuju tapi-"


"Anak kalian? maksud kamu?aku dan siapa? sayang, anak yang akan kau tampung itu anak kita. Bukan anak kalian"


"Apa yang kau katakan, dalam surat perjanjian kita, kau hanya butuh rahimku"


"Dasar bodoh" ucap Jhon kemudian memulai aksinya dengan merobek gaun yang Arana gunakan.


Arana teriak dan menjerit membuat Jhon semakin bersemangat melakukannya. Arana mengeluarkan semua ucapan kotor untuk Jhon tapi dia tidak peduli lagi,


"Teriaklah, aku suka mendengar wanita teriak dalam kesakitannya" ucap Jhon dengan tertawa jahat


Arana tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Jhon dengan lancar mengikat tangan dan kaki Arana pada sebuah rantai yang berada dalam ruangan tersebut. Jhon mengambil salah satu cambuk kesayangannya kemudian melakukan aksi Jhon.

__ADS_1


Arana menangis, memohon untuk di lepaskan tapi Jhon tidak mengindahkan. Jhon sudah mulai ingin memasukan benda tumpulnya dan blesss....


"Ha ha ha, dasar wanita sialan. Tidak usah menangis. Aku pikir kau masih suci ternyata tidak lagi"ucap Jhon kemudian melanjutkan aksinya.


Malam itu adalah malam terburuk untuk Arana, dia memang tidak perawan lagi tapi keperawanannya dia berikan kepada cinta pertamanya dan setelah itu tidak ada pria lain lagi. Dia ingin melakukannya dengan cinta, bukan karena kebutuhan tentang harta atau apapun itu.


Arana memendam rasa bencinya untuk Alea dan kedua orang tuanya. Arana sadar bahwa dia sudah dimanfaatkan oleh mereka semua.


...*****...


"Ah ah ah sayaang, dikit lagi" desah Alea


Pria yang berada di atasnya kini semakin memompa dirinya hingga memuncak dan mereka mencapai ******* bersamaan.


Nikol dan Alea kembali bertemu di kediaman Alea yang megah. Setelah mereka bertemu di Inggris kini Alea dan Nikol kembali bertemu di manapun dengan sangat intens hanya untuk sekedar melakukan havi*g **** atau membuat rencana yang baru.


Mereka saling tertawa saat berhasil membuat satu persatu penanam saham Bram mundur, hanya dua orang lagi penanam saham yang mereka tidak temukan dimana keberadaannya. Jika Nikol dan Alea berhasil mendapatkan dua orang tersebut dan membuatnya mundur dari Yudisitira, Bram benar-benar bisa bangkrut.


"Kerahkan semua mata-mata kita dan mencari tahu informasinya"


"Tapi, apakah kau merasa tidak heran dengan sikap Bram yang begitu tenang?" timpal Nikol


Alea dan Nikol saling menatap dan tersenyum. Alea kembali memberikan ide bahwa targetnya tidak hanya perusahaan tapi mengancam Bram dengan hal yang lain. Naya mungkin akan sulit terjangkau karena titik lokasi rumah mereka yang belum jelas dan Naya sangat jarang terlihat di publik, tapi Alea yakin jika Bram memiliki kelemahan yang lain.


"JIka dua orang penanam saham itu tidak berhasil kita temukan,kita akan menggunakan caramu" ucap Nikol


"Siapa targetnya?"


"Asisten kesayangannya" timpal Nikol


Alea menganguk dengan mata berbinar. Bagaimana bisa dia lupa tentang Rey yang sejak dulu sudah berada di dekatnya dan Rey adalah orang yang paling mengetahui semua rahasia Bram. Alea tertawa penuh kemenangan.


...****...


Di kantor Bram kembali menerima laporan bahwa para penanam saham di Yudistira satu persatu beralih bekerja sama dengan perusahaan milik Melani yang di pimpin oleh Alea.

__ADS_1


Saat ini Harun dan Melani sangat bahagia karena hanya berselang beberapa hari perusahaan milik Melani merauket dengan meraup banyak keuntungan, di tambah lagi para penanam saham adalah orang-orang penting negara. kekaguman mereka dengan Alea melebihi kekagumannya kepada anaknya sendiri Naya selama ini.


Mereka setiap harinya memuji Alea tentang keehebatannya mengelola bisnis.


Bram hanya tersenyum mendengar semua laporan Rey, tentang cara Alea mendekati penanam saham. beberapa dari mereka telah menikmati tubuhnya, lagi!. Bram menyesal dan merasa jijik kepada dirinya sendiri bahwa dia pernah mencintai wanita seperti dia.


"Bagaimana jika mereka benar bisa menemukan tuan Mahendra dan Nyonya Mahendra, Yudistira akan gulung tikar dalam sehari"


"Itu bagus dan aku bisa pensiun dini, beristirahat di rumah menemani istriku"


"Hmm kau sudah gila, bagaimana dengan kakek?"


"Aku sendiri yang akan mmeberitahu rencana kita, apakah kau tidak ingin berencana libur"


Mendengar itu, Rey terdiam. Bram tertawa melihat reaksi Rey, sudah di pastikan Rey menginginkan libur itu. Bram mengatakan bahwa untuk menghabisi lawan, kita harus tenang dan bergerak biasa saja. Biarkan mereka menghabiskan tenaga terlebih dahulu barulah Bram berencana menghabisi semuanya tanpa ampun sampai ke akar-akarnya.


Rey mengangguk paham dan meninggalkan ruangan Bram.


...*****...


Di Negara lain, Arana terbangun dengan memar di sekujur tubuhnya. Dia sudah berada di kamarnya kembali. Arana tidak tahu kapan pastinya tubuhnya itu berpindah tempat, yang pastinya Arana terbangun dengan tangisan dan raungan karena mengingat kejadian semalam membuatnya menjadi wanita yang menjijikan.


Arana masih menangis tersedu-sedu dalam selimut dan meruntuki dirinya karena menuruti semua perintah kedua orang tuanya dan Alea tanpa berpikir terlebih dahulu, tiba-tiba seseorang melangkah mendekatinya dan melempar beberapa helai pakaian,


"Tidak usah menangis, gunakan itu"


"Lyodra?" ucap Arana dengan kaget


Lyodra mendekat kemudian mencengkram wajah Arana dan memberikan tatapan tajam,


"Panggil aku Nyonya Lyodra, kau bukan siapa-siapa yang bisa memanggilku seenaknya".


Arana terdiam karena masih syok menerima perlakuan Lyodra, wanita yang lemah lembut dan bersahaja yang selama ini dia tahu saat berbicara dengan nada yang lembut kepadanya sebelum itu.


"Bangun dan lakukan tugasmu," ucap Lyodra

__ADS_1


"Tugas apa?"


"Ofilia..." teriak Lyodra


__ADS_2