
Flashback...
Seorang wanita memasuki gedung perusahaan dengan mengenakan gaun yang terbuat dari satin halus, dengan potongan yang pas mengikuti lekuk tubuhnya yang anggun. Gaun tersebut memiliki leher rendah dengan detail renda yang elegan, memberikan sentuhan feminin yang anggun.
Rambutnya diatur dengan apik, dibiarkan tergerai di bahu dengan lembut, yang serasi dengan gaunnya. Bibirnya diwarnai dengan nuansa lembut menambah daya tarik dan kepercayaan diri yang memancar dari wajahnya yang memesona.
Naya melangkah dengan langkah elegan dan lembut, memperlihatkan keanggunan dalam setiap gerakannya. Di tangan kirinya, ia memegang tas selempang kulit berwarna senada dengan gaunnya, menambah kesan profesional dan sopan dalam penampilannya.
Kehadirannya seakan menghipnotis semua orang di sekitarnya, yang tidak bisa melepaskan pandangan mereka dari penampilan yang memesona ini. Aura Naya benar-benar memancarkan aura kekuatan dan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan, seperti karakter dalam novel yang mampu memikat siapa pun yang melihatnya.
Dalam acara formal peresmian perusahaan baru ini, Naya menjadi pusat perhatian, Naya mendapatkan undangan untuk peresmian pembangunan Hotell yang akan di gadang-gadang memiliki desain yang luar biasa layaknya istana kerajaan.
Saat ingin memasuki gedung, tanpa sengaja seorang perempuan dengan sengaja menyenggol Naya dan hampir membuatnya terhuyung.
Wanita yang sedari tadi menahan amrahnya karena semua orang memperhatikan Naya yang terlihat anggun, bukan dirinya. Sedangkan dia sedari tadi berada di tempat tersebut tak seorang pun yang memperhatikan bahkan hanya sekedar untuk menyapa,
"Kau?!" ucap Naya kepada Alea
"Oops sepupuku sayang, sorry. Aku tidak melihatmu" ucap Alea dengan centilnya.
Alea kemudian kembali melihat gaun yang di kenakan Naya yang menurutnya masih terlihat sederhana tapi mengapa semua orang memandang Naya seolah dia seorang maliakat yang berjalan di bumi, apa yang spesial dengan dandanan Nayahari itu. Pikir Alea.
"Sendiri? oh pasti. Karena suami yang kau bangakan itu tidak akan mungkin bisa menginjakan kaki di ruangan depan itu,".
__ADS_1
"Beda kelas" ucap Harun yang berjalan ke arah mereka.
Alea dan Harun saling terkekeh dengan menyindir Naya.
Alea kembali menghina Naya yang hanya datang sebagai tamu di acara tersebut, sebagai orang yang turut meramaikan bukan sebagai penanam saham seperti dirinya.
Nikol yang melihat mereka ikut mendekati dan berpura-pura panik dan khawatir dengan keadaan Naya. Nikol mendekat dan memegang tangan Naya dan memegang pundak Naya yang seakan-akan Naya adalah barang yang akan di cek, apakah dia tergores, lecet atau tidak.
Naya yang spontan tidak menerima perlakuan Nikol menghempaskan tangan Nikol dan membuat tubuh Naya tidak seimbang kembali dan akhirnya Naya terduduk di lantai bersamaan dengan itu rombongan Bram dan Rey datang.
Bram terkejut melihat Naya yang duduk lemah di lantai. Matanya terbelalak dan hatinya berdegup dengan kencang karena kekhawatiran, lupakan tentang raut wajah Bram yang semula sangat menawan dan berkharisma kini berubah menjadi garang layaknya macan yang siap menerkam mangsa.
Bram berlari mendekati Naya, merangkulnya dan melirik tiga orang manusia yang berda di hadapannya itu, Bram menggendong Naya ala Bride style dengan kekuatan yang terbantahkan. suara serak yang terlontar dari bibir Bram, "Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Bram.
Tidak jauh dari tempat tersebut semua pengawal Bram yang melihat Tuannya berlari juga ingin ikut mengejar dan memberi bantuan tapi Rey menghalau para pengawal pribadi Bram untuk tidak mengikuti bram.
Wajah Bram memerah melihat istrinya terduduk sedangkan tiga orang manusia yang berada di dekat Naya hanya melihat tanpa menolongnya, Bram sudah paham situasinya bahwa Naya sedang di intimidasi.
Naya memeluk Bram menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bram, kemudian tersadar jika langkah suaminya itu berjalan memasuki ruangan,
"Sayang, ayo kita pulang...." bisik Naya
"Tunggu sebentar sayang, aku harus melakukan sesuatu dulu" balas Bram lembut dan kembali menatap lurus ke depan. Semua yang mengenal Naya pun kaget dengan apa yang mereka lihat, begitupun beberapa Manager perusahaan yang telah mengenal Bram, sangat Shock dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
Semua melihat adegan itu sedang memasuki sebuah ruangan yang hanya tamu-tamu penting Negara tersebut yang memasukinya. Naya sudah paham, bahwa Bram akan melakukan sesuatu untuk membalas perbuatan mereka, tapi Naya tidak tahu apa yang Bram akan lakukan termasuk melangkah memasuki ruangan.
Flash off....
...***...
Semua terdiam dan tercekat mendengar ucapan tuan Brahma, termasuk Harun, Nikol dan Alea. Mereka mematung dan tidak menyangka apa yang mereka dengar, termasuk Naya.
Dalam keheningan yang mengisi ruangan megah itu, Naya terpaku saat mendengar kebenaran yang tak terduga. Matanya melebar, melambangkan kejutan dan ketidakyakinan yang melanda hatinya. Seolah-olah dalam sekejap, dunia yang ia kenal menggantinya dengan lanskap baru yang tak terbayangkan.
Bayu Putra yang sebenarnya bernama Bram Raka Yudistira, suaminya, seorang penguasa yang dihormati, penguasa dan orang terkaya nomor satu di Asia, yang selama ini di rahasiakan dari dunia karena sebagai orang yang pernah memiliki pengaruh yang luar biasa dalam daftar konglomerat, Naya hanya mengetahui sedikit perihal sosoknya. Bahwa saat itu dia sedang menempuh pendidikan di Inggris, sekolah tempat Para pangeran berada.
Masih dengan diam Naya berusaha mengatur nafasnya, dia menatap Bram dengan pandangan yang bercampur aduk, mencoba mencerna kenyataan yang baru saja terungkap.
Banyak hal yang Naya ingin tanyakan saat itu juga tapi tertahan.
Dengan sikap yang elegan dan penuh martabat, Bram sang penguasa mengulurkan tangannya dan menghadapkan Naya kepada para tamu undangan yang memandang, begitupun media yang sedari tadi meliput semua yang terjadi dalam gedung tersebut.
"Dan satu lagi yang ingin saya umumkan, perkenalkan wanita yang sedang berada di samping saya ini, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku, Naya Tungga Dewi. Dia adalah istri Sah seorang Bram Raka Yudistira"ucap Bram dengan memberi senyuman.
Tiba-tiba suara gemuruh diam mengisi ruangan saat Bram mengumumkan hal tersebut, Naya menjadi sorotan publik yang tak terelakkan.
Ruangan dipenuhi dengan tepuk tangan meriah dan sorakan kegembiraan. Semua orang merasa terinspirasi dan termotivasi oleh kehadirannya. Kakek Brahma melihat sekeliling dengan senyuman yang penuh kehangatan, menunjukkan kepuasan dan kebahagiaan atas momen tersebut.
__ADS_1
Naya dan Bram menjadi sorotan utama di acara yang harusnya untuk peresmian pembangunan Hotel dan perkenalan cucu seorang penguasa Tuan Brahma kini berubah menjadi sepasang suami sitri yang memiliki pengaruh luar biasa di dunia Bisnis. Walau Naya tidak sepopuler dulu lagi, tapi pamornya masih melekat dalam masyarakat bahwa dia adalah wanita dengan segudang prestasi yang memilih menikah dengan lelaki miskin di banding menjadi seorang pimpinan.