Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#10. Mobil Aditya disabotase Rianti


__ADS_3

Sepuluh tahun kemudian


Aditya dan Evans bertumbuh menjadi pria dewasa. Evans selalu pandai mengambil hati dari ayah tirinya Juan, selalu bersikap manis dan penurut.


Juan sangat berharap Aditya yang meneruskan bisnisnya, tetapi Aditya tidak mau.


Aditya kukuh tidak mau bergantung dan sukses karena kerja keras ayahnya, Aditya ingin sukses dengan kerja keras dan keringat sendiri. Lagian Juan selama ini kesannya lebih peduli kepada Evans, karena Evans pandai mengambil hati Juan.


Berpura-pura baik didepan Juan, dan sering membeberkan kejelekan dan kekurangan Aditya di depan Juan. Akhir nya Juan sering berselisih paham dengan Aditya.


Evans menggunakan kesempatan itu, dengan membujuk ayah tiri nya Juan, agar memberikan posisi sebagai Direktur Utama diduduki olehnya. Tentunya dengan bujuk rayu dari Rani juga.


"Ayolah mas, jangan pilih kasih begitu. Evans ingin posisi sebagai Direktur Utama di perusahaan mas. Mengapa tidak mendukung Evans sih. Toh Aditya tidak mau posisi itu, daripada orang lain.


Mending Evans kan, lagian Evans bisa bekerja sambil kuliah. Agar menunjang kemampuannya", bujuk Rani terus-menerus kepada Juan agar posisi sebagai direktur utama diberikan kepada Evans anak kandungnya.


"Baiklah kalau begitu, tetapi kamu harus terus mengingatkan Evans agar bekerja dengan baik dan serius. Jangan sampai bisnis ini bangkrut karena Evans", Juan mengingatkan Rani secara tegas.


"Toh Aditya juga tidak mau bekerja di perusahaan ku, Aditya lebih memilih untuk berusaha sendiri. Daripada kepada orang lain, tidak salah kalau aku memberi kesempatan agar mempercayakan Evans yang mendudukinya", pikir Juan dalam hatinya.


Ternyata perusahaan yang Aditya pimpin berkembang dengan baik. Aditya mampu menjadi pemimpin yang baik bagi karyawan nya. Sehingga karyawannya bisa termotivasi untuk bekerja dengan sepenuh hati.


Aditya bekerja sebagai penjual pakaian untuk remaja, ibu-ibu dan anak-anak dengan satu harga. Prinsipnya tentunya dengan model yang lagi trend saat ini. Bukan hanya dengan mengandalkan harga murah saja, tetapi kualitas nya juga tidak murahan.


Aditya sudah membuka dua cabang di dua tempat. Sebenarnya Aditya tidak pernah memberitahu ayahnya apalagi adik tirinya Evans, atas bisnis yang sedang di jalankannya. Tetapi Rani selalu memata-matai semua kegiatan Aditya.

__ADS_1


Sedangkan bisnis Evans hanya begitu-begitu saja. Tidak ada terobosan baru, Evans hanya cari aman saja. Tidak bisa berinovasi, bagaimana untuk mengembangkan dan memajukan bisnisnya.


Juan pun terlalu sibuk untuk menangani bisnis yang lain, Sehingga perkembangan bisnis yang dipegang Evans tidak terlalu disoroti oleh Juan, toh bisnis yang dijalankan Evans masih aman-aman saja pikir nya.


Rianti pun tidak ingin, Juan tahu perkembangan dan kemajuan bisnis Aditya. Rianti bermaksud untuk mencelakai Aditya.


"Aku harus mencelakai Aditya, setidaknya bila Aditya lumpuh atau sekarat. Tidak ada lagi yang akan menangani bisnisnya. Dengan begitu Evans nantinya bisa mengambil alih semua bisnis yang dikelola oleh Aditya", pikir Rianti dalam hatinya dengan penuh keserakahan.


Rianti tidak memberitahu maksud jahatnya ini kepada siapa pun termasuk Evans. Rani pun berinisiatif untuk membayar orang jahat agar bisa mencelakai Aditya.


Strategi yang ingin di jalan kan Rianti adalah membuat rem mobil Aditya tidak berfungsi. Sehingga terjadilah kecelakaan. Juan pun pasti tidak akan mencurigai Rianti, pikir Rianti dengan matang.


Seperti biasa Aditya selalu pulang ke rumah untuk tidur malam di rumah ayahnya. Sebenarnya Aditya sudah mempunyai apartemen sendiri. Tetapi Aditya merasa kesepian, itulah sebabnya Aditya selalu pulang malam dan beristirahat di rumah ayahnya.


Disaat semua anggota keluarga sudah tertidur lelap, suruhan Rianti datang ke rumah dan segera mensabotase mobil milik Aditya.


Tidak ada satu orang pun yang melihat aksi jahat dari orang suruhan Rianti.


****


Pada pagi hari sebelum Juan, Aditya dan Evans berangkat ke kantor masing-masing. Semua sibuk melakukan kebiasaan dan rutinitas sehari-hari nya. Termasuk Aditya, tidak ada firasatnya akan terjadi hal buruk pada dirinya.


Selesai sarapan Aditya langsung masuk kedalam mobilnya. Aditya pun melajukan mobilnya dengan pelan-pelan. Setelah berkendara selama 15 menit. Ketika suasana jalan sedang ramai dan posisi jalan sedang menurun.


Aditya lepas kendali, berusaha merem mobilnya. Tetapi mobilnya terus melaju dengan sangat kencang. Untuk menghindari para pedagang kaki lima agar tidak tertabrak oleh Aditya. Aditya pun berusaha menghindarinya dengan mengubah arah ke kanan terus melajukan mobilnya berusaha menghindari keramaian.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa dilakukan Aditya. Hanya terus mengemudi mencari tempat dan posisi yang baik untuk menghindari tabrakan dan benturan hebat.


Aditya terus melajukan mobilnya hingga ke area pemakaman umum yang jauh dari pemukiman penduduk, dan tempatnya berupa kondisi tanah yang menurun, Aditya hilang kendali dengan mobil melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil Aditya menabrak pohon yang besar dan rindang. Aditya tidak sadarkan diri, kondisi bumper mobil penyok parah.


Tidak ada warga yang menemukan Aditya. Stella yang saat itu berkunjung ke pemakaman ibunya. Ingin menumpahkan segala isi hatinya. Dengan menangis tersedu-sedu Stella menumpahkan seluruh kesedihannya.


"Ibu, Stella capek Bu. Harus membanting tulang untuk menghidupi kebutuhan adik-adik dan biaya sekolah adik-adik. Sudah secapek-capeknya kerja. Tetapi kehidupan asik yang begitu-begitu saja.


Malah rasanya semakin terpuruk, karena memang manusia itu hanya berteman dengan sesama orang kaya. Malah yang miskin semakin ditindas dan disepelekan seperti tidak dianggap manusia. Malahan lebih menghargai hewan.


Hewan di pelihara dengan fasilitas makanan dan perawatan dengan sangat berlebihan. Sedangkan aku untuk makan 3 kali sehari saja sudah bersyukur. Apalagi terkadang harus makan sehari hingga dua kali saja sehari. Kalau pelanggan tidak ada", Stella mencurahkan isi hatinya di Pemakaman Ibunya.


"Ibu kapan semua ini akan berakhir, Stella mau menyusul ibu saja", Stella makin terisak.


Stella pergi ke pemakaman ibunya. Karena merasa beban hidupnya sungguh terasa berat. Kalau Stella tidak melunasi uang kontrakan dalam Minggu ini. Stella dan adik-adiknya akan diusir karena sudah menunggak uang kontrakan selama 2 bulan.


Belum lagi perlengkapan sekolah adik-adiknya berupa tas, pakaian sekolah bahkan buku-buku sudah harus diganti. Karena sudah masuk ajaran baru. Dan memang semua perlengkapan itu sudah tidak layak pakai, karena sudah sobek dan digunakan sudah 4tahun.


Secara Stella dengan terpaksa harus bekerja sebagai kupu-kupu malam. Karena ibu Stella, Marisa juga bekerja sebagai kupu-kupu malam. Adik-adik Stella pun adalah korban dari hubungan intim dari pelanggan nya. Saat itu pelanggan nya tidak mau bertanggungjawab, dengan alasan Karena Marisa telah berhubungan intim dengan banyak pria.


Dengan terpaksa Marisa meneruskan kandungan nya karena Marisa pun sudah berusaha menggugurkannya, tetapi tidak bisa digugurkan. Akhirnya Marisa meninggal karena penyakit kanker rahim setelah 4 tahun melahirkan adik Stella yang kedua. Stella saat itu masih bekerja di toko handphone.


Karena dari gaji menjaga toko handphone tidak cukup, Marisa juga meninggalkan banyak utang untuk biaya pengobatannya. Stella dipaksa membayar utang-utangnya, membiayai sekolah dan hidup adik-adiknya yang kini sedang duduk di tingkat SMA kelas IX dan XII.


Setelah pulang dari pemakaman ibunya dan bermaksud untuk pulang ke rumah. Stella melihat ada mobil sedang menabrak pohon, dan mobil itu mengalami kerusakan parah. Stella bermaksud melihat apakah pengemudi nya masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2