Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam

Menantu Tulus Mengalahkan Mertua Serakah Dan Kejam
#59. Ingatan Aditya telah pulih.


__ADS_3

Ketika Aditya berada di halaman belakang, bermaksud untuk kembali ke kamar. Aditya melewati sebuah gudang yang terpisah dari rumah induk. Aditya merasa penasaran ruang gudang tersebut dan masuk ke dalamnya.


Aditya pelan-pelan masuk ke ruangan itu. Aditya menemukan sebuah tas laptop yang masih ada laptopnya dan dompet. Buru-buru Aditya mengambil dompet tersebut dan memeriksa isinya.


Dompet tersebut berisi kartu pengenal atas nama Aditya, status menikah dan beralamat di jalan duren sawit 4 Jakarta Selatan. Buru-buru Aditya mengingat alamat tersebut.


"Aditya, kartu pengenal ini atas nama Aditya. Siapa Aditya?. Selama ini Anggi menyebut namaku dengan sebutan Raka. Apakah namaku sebenarnya Aditya?. Apakah Anggi telah membohongi, dan mengubah namaku menjadi Raka?", pikiran Aditya sangat berkecamuk dan bimbang mana yang betul.


"Aku akan mencari tahu alamat ini, dan siapa yang tinggal pada alamat ini dan menanyakan kejelasannya. Agar semua teka-teki ini terungkap", pikir Aditya dalam hati.


Aditya ingin memeriksa laptopnya dan melihat semua galeri pada laptop itu. Aditya sadar, takut ketahuan nanti pada Anggi.


"Aku harus buru-buru keluar dari tempat ini, mungkin Anggi sedang kebingungan mencari ku. Aku harus segera luar dan berpura-pura tidak mengetahui hal ini.


Besok begitu Anggi keluar rumah aku akan kembali ke gudang ini dan memeriksanya", pikir Aditya penasaran dan ingin tahu isi laptop tersebut, tetapi langsung keluar dari gudang itu dan segera menuju kamarnya.


Anggi sedang rebahan di ranjang.


"Darimana sayang?, kenapa lama sekali keluar nya. Aku hendak pergi mencari mu, kupikir kamu tersesat di rumah ini", ucap Anggi bingung.


"Oh tidak, aku hanya duduk-duduk di halaman depan sambil merenung", Aditya menutupi temuannya.


"Sayang, kamu harus rutin memeriksakan kehamilan mu, agar janin yang ada didalam kandungan mu. Gampang terdeteksi bila ada masalah", Aditya mencoba memberikan nasihat, agar Anggi bisa keluar rumah dan Aditya bisa memeriksa isi laptop tersebut.


"Gitu ya sayang, ya udah deh. Besok temani aku memeriksakan kandunganku ya sayang", Anggi membujuk Aditya.


"Aku merasa tidak enak bila mencium aroma bau rumah sakit atau klinik. Kepala ku terasa pusing dan mual. Kamu perginya sendiri saja ya sayang, aku tinggal di rumah saja", Aditya menghindar menemani Anggi.


"Baiklah kalau begitu", Anggi memaklumi alasan Aditya.


****


Keesokan harinya. Pada pagi hari, Anggi bersiap-siap untuk pergi memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


"Sayang, benaran kamu tidak apa-apa tinggal sendirian di rumah ini?", Anggi penasaran, biasanya Aditya akan takut ditinggal karena begitu asing dengan rumah.


"Benar sayang, aku tidak apa-apa!. Sekarang aku sudah lebih betahan kok di rumah. Maaf ya kalau aku tidak bisa menemani. Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku, kalau kamu ada rencana ke tempat lain, ke mall, atau ke salon untuk memanjakan diri. Tidak apa-apa sayang pergi saja", Aditya ingin Anggi berlama-lama di luar.


"Baiklah kalau begitu, Nanti aku akan mengabari mu bila aku akan lama pulang, supaya kamu tidak mengkhawatirkan aku", Anggi memberitahu, dan langsung beranjak meninggalkan Aditya di rumah. Anggi dan supirnya segera melajukan mobilnya.


Begitu Aditya tidak terlihat lagi, buru-buru Aditya pergi ke gudang yang ditemukannya di halaman belakang.


Aditya masuk dan segera membuka laptop itu. Ternyata di laptop itu, terdapat Vidio beberapa moment ke bahagian antara aditya, Stella dan Gibran. Seperti ketika Aditya, Stella dan Gibran ulang tahun. Aditya pun tiba-tiba mengingat moment itu.


"Ya Tuhan, disini hubungan ku dengan Stella begitu bahagia, mengapa tiba-tiba aku tidak berada diantara Stella dan Gibran", Aditya masih saja tidak mengingat mengapa tinggal bersama Anggi.


Karena begitu penasaran dan ingin tahu, dengan keinginan yang kuat. Aditya langsung pergi menuju alamat yang ada pada kartu pengenal yang ditemukannya di gudang.


Aditya langsung berlari ke luar rumah dan segera mencari kendaraan dan memberitahu alamat yang telah dihapal nya dari kartu pengenal tersebut. Kendaraan yang ditumpanginya pun segera melaju dengan cepat, atas perintah Aditya karena tidak sabar dan ingin segera mengungkapkan semua ketidak tahuannya.


Setelah beberapa menit berkendara. Sekarang kendaraan yang ditumpangi Aditya telah tiba pada jalan duren sawit, tinggal mencari rumah no 4.


Pelan-pelan mobil tumpangan Aditya memasuki lorong sempit.


Aditya masuk tanpa mengetuk pintu dengan penuh kecemburuan melihat Stella dan Rico begitu bahagia.


"Kurang ajar kamu Rico, kamu sudah kuanggap saudara tetapi kamu tega mengambil Stella dari ku", Aditya langsung melayangkan pukulan kepada Rico.


Rico menghindari pukulan Aditya, Aditya Terjatuh di lantai dan segera berdiri mencoba memukul lagi wajah Rico.


"Aditya dengar dulu penjelasan ku", teriak Rico sambil menghindari pukulan Aditya.


Aditya tidak peduli, begitu marah dan emosi mencoba terus ingin memukul Rico, Rico tidak sanggup lagi menghindar, Satu pukulan mendarat di wajah Rico. Karena tidak terima wajahnya di pukul Rico lantas membalas meninju Aditya dengan kencang. Bermaksud agar Aditya berhenti dan mendengar dulu penjelasannya. Satu pukulan keras Rico mendarat diwajah Aditya, Aditya langsung tersungkur di lantai tidak sadarkan diri.


"Aditya...Aditya bangun", stella berteriak kencang menggoyang-goyangkan tubuh Aditya.


"Cepat, ayo kita bawa ke rumah sakit", teriak Stella kepada Rico. Rico pun langsung mengangkat tubuh Aditya masuk ke dalam mobil dan segera membawa Aditya ke rumah sakit.

__ADS_1


Aditya langsung mendapat perawatan begitu tiba di ruang UGD. Beberapa jam kemudian Aditya telah sadar dan mengingat semua kejadian ketika kecelakaan bersama Anggi. Dan sekarang Aditya mengetahui siapa dirinya.


Kemudian Stella, Rico dan Gibran menghampiri Aditya yang sudah sadarkan diri.


"Ayah, ayah kemana selama ini?", tangis Gibran mendekati Aditya dan langsung memeluknya.


Begitu juga stella ikut mendekati Aditya "Sayang, kamu kemana selama ini?, kami terkejut tiba-tiba kamu datang tanpa memberitahu. Sebenarnya kamu selama ini kemana?", tanya stella menangis mendekati Aditya.


"Apakah kamu sudah menikah dengan Rico?", Aditya langsung menanyakan hubungan Stella dengan Rico karena sangat penasaran, karena hati Aditya sangat sakit melihat Stella bersama dengan Rico.


"Sayang, aku dan Rico tidak ada hubungan apa-apa. Rico sering datang ke rumah, adalah karena tidak ingin Gibran kehilangan kasih sayang dari sosok ayah. Akupun hanya menganggap Rico seperti, kamu menganggap nya sebagai saudara", stella memberi penjelasan.


"Benarkah?, jadi kalian tidak ada hubungan apa-apa. Karena selama ini hati ku sangat sakit melihat kebersamaan kalian", Aditya bahagia Stella tidak menikah dengan Rico.


"Kami tidak ada hubungan apa-apa dit, stella merasa yakin kalau kamu masih hidup. Stella selalu menunggu mu, dan berharap kamu datang. Ternyata kata hati stella betul.


Tadinya aku memang ingin bermaksud melamar Stella. Tetapi cinta stella begitu gigih kepadamu. Telah terbukti kekuatan cinta kalian telah mengalahkan segalanya. Aku salut kepada hubungan kalian berdua", Rico memberitahu.


"Aku minta maaf ya Rico karena langsung main pukul kepada mu", Aditya menyesali perbuatannya. Rico pun memaklumi nya.


"Kamu sendiri kemana selama ini sayang?", Stella sangat penasaran.


"Aku menderita amnesia, dan sekarang aku merasa ingatan ku sudah pulih", Aditya langsung pada intinya.


"Amnesia. Bagaimana ceritanya", stella terkejut.


Ketika terakhir kali aku berangkat ke kantor. Ditengah jalan aku bertemu Anggi, Anggi bercerita sedang di rampok mobilnya, dan ditinggalkan di tengah jalan.


Aku merasa kasihan dan iba melihat kondisinya yang begitu trauma. Aku memegang tangan Anggi bermaksud untuk menghibur dan mensuport nya.


Ternyata Anggi salah mengartikan perbuatanku dan balas memegang tanganku begitu erat, dan tidak melepaskan nya. Sehingga aku jadi tidak fokus berkendara. Kecelakaan tidak bisa dihindari. Aku dibawa Anggi ke rumah sakit.


Dan akupun hidup bersama Anggi. Anggi tahu aku lupa ingatan, Anggi

__ADS_1


mengatakan kalau kami adalah suami istri, Anggi juga mengatakan kalau namaku adalah Raka", Aditya memberitahu kejadian yang dialaminya.


__ADS_2