
Di kediaman Aditya dan Stella
Aditya sudah pulih normal seperti biasanya. Kini Aditya dan Stella hidup bahagia. Terlebih sebentar lagi mereka akan menantikan seorang anak akan lahir ditengah-tengah keluarga kecilnya.
"Ternyata kebahagiaan itu tidak melulu hanya karna harta yang banyak. Kita saling pengertian dan saling menyenangkan pasangan masing-masing sudah membuat kita bahagia", ucap Stella sambil rebahan di kaki Aditya, diatas tempat tidur mereka.
"Iya benar, aku sangat beruntung mempunyai pasangan hidup seperti kamu", Aditya langsung mencium kening Stella.
"Aku juga bersyukur mempunyai suami seperti kamu, sayang", stella merangkul kedua tangannya di kepala Aditya.
"Sekarang apa rencana kamu sayang?", tanya Stella kepada Aditya.
"Pertama-tama aku akan mengurusi perusahaan ku dulu, aku sudah menelepon bagian direktur utama, Rico. Mereka bingung kemana aku selama ini. Mereka juga sempat menanyakan aku ke rumah dan bertemu dengan Rianti.
Rianti mengatakan kalau aku sakit jiwa dan sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Rico prihatin dengan kondisi ku, dan tetap menjalankan perusahaan dengan baik.
Rico adalah sahabat terbaikku. Kami sudah berteman sejak di SMP..Rico merupakan teman curhatku, dulu waktu aku baru kehilangan ibu, Rico lah yang paling banyak menghibur ku, ketika ayah selalu sibuk dengan pekerjaan nya.
Aku selalu nginap dan berlama-lama di rumah Rico untuk bermain game. Tidak kusangka Rico masih peduli terhadap aku, walaupun aku sedang sakit jiwa, yang tidak diketahuinya kapan pulih", Aditya menceritakan sosok Rico.
"Syukurlah kamu mempunyai orang kepercayaan di perusahaan kamu, kalau tidak mungkin perusahaan kamu akan diambil alih olehnya", Stella sangat bersyukur.
"Iya aku sangat bersyukur. Aku juga sangat berterimakasih kepada Rico mau menangani perusahaan dengan baik", ucap Aditya.
"Kamu tidak ada mencari tahu bagaimana kabar ayah?", Stella ingin tahu.
"Iya, aku rencana setelah ke kantor akan menemui ayah di kantor nya", Aditya memberitahu rencana nya.
__ADS_1
"Jangan sayang. Nanti kalau kamu ke kantor ayah, adanya Evans akan melihat kamu sudah sembuh. Untuk sementara kamu jangan dulu menampakkan diri di depan Evans dan Rianti. Sebaiknya sekarang kita mengumpulkan bukti-bukti dulu untuk membongkar semua kejahatan Rianti", ucap Stella tegas.
"Iya, kamu benar sayang. Bukti apa ya, yang terlebih dahulu kita kumpulkan", Aditya mentok tidak tahu apa yang harus diperbuat.
"Bagaimana kalau kita mulai dulu dari rumah, mengumpulkan bukti dari cctv rumah, kita minta mbok Lasmi mengirimkan rekaman cctv yang terjadi di rumah. Karena setahuku di rumah itu cctv bisa merekam suara. Mudah-mudahan Rianti tidak menyadari keberadaan cctv ini.
sayang, coba besok hubungi mbok Lasmi, dan suruh diam-diam untuk mengirimkan cctv dengan bantuan tukang kebun, atau pegawai yang lain
. Tapi ingat sayang, jangan sampai Rianti tahu kalau kamu sudah sembuh, agar Rianti tidak seperti kebakaran jenggot. Malah lebih duluan bertindak. Istilahnya kita berperang ala operasi bawah tanah", Stella memberikan solusi dan membubuhi sedikit candaan agar tidak terlalu tegang.
"Kamu benar Stella, itu ide yang sangat brilian. Aku setuju ide kamu. Sekarang aku coba telpon mbok Lasmi pakai no kamu ya, mungkin mbok Lasmi akan mengangkat kalau pakai no lain", Aditya mendukung ide Stella.
Aditya coba menghubungi mbok Lasmi via telepon.
Tut....Tut...Tut...
Tut....Tut...Tut ..
"Halo", suara mbok Lasmi dari ujung telepon.
"Halo mbok, tolong jangan berisik dan terkejut jangan suara mbok jadi kedengaran sama Rianti. Kalau boleh mbok Lasmi menelepon nya masuk saja ke dalam kamar biar tidak kedengaran siapa-siapa. Ini Aditya mbok", mbok Lasmi langsung menuruti perkataan Aditya langsung masuk kedalam kamar, agar tidak ada yang mendengar nya bicara.
"Benar ini Aditya?", mbok Lasmi masih tidak percaya kalau yang bicara dengannya adalah Aditya.
"Iya mbok ini benar Aditya, Aditya sudah sembuh semua karna kerja keras Stella", Aditya memberitahu.
"Stella.., non Stella sekarang tinggal bersama nak Adit, syukurlah kalau nak Adit sudah sembuh. Maafkan mbok ya dit, karena ikut-ikutan membohongi kamu, mbok menyesal mau saja menuruti perintah Rianti", mbok Lasmi bercerita terpaksa melakukannya.
__ADS_1
"Iya mbok, Adit sudah tahu kalau semua itu adalah perbuatan Rianti. Untuk itu Aditya mau membongkar semua kejahatan Rianti. Mbok mau kan menolong Aditya?", Aditya memberitahu.
"Minta tolong apa dit, tetapi mbok takut dit", mbok Lasmi ketakutan.
"Tidak perlu takut mbok. Kalau Rianti memecat mbok, mbok kerja aja di rumah Aditya dan Stella", Aditya menyakinkan mbok Lasmi, spontan mbok Lasmi kegirangan.
"Minta tolong apa dit, mbok mau melakukannya, karena setelah dipikir-pikir. Saatnya harus memberi pelajaran kepada Rianti. Pak Juan sudah tidak di rumah lagi dit, sudah diusir oleh Rianti dari rumah", mbok Lasmi memberitahu.
"Apa, ayah diusir oleh Rianti!, kok bisa. Apa yang telah terjadi", Aditya tidak percaya.
"Mbok juga tidak tahu detailnya dit. Yang pasti, Semua kekayaan Juan sudah di pindah namakan menjadi nama Rianti dan Evans. Itu saja yang mbok tahu dit", mbok Lasmi bercerita perihal penyebab Juan diusir dari rumah.
"Terus sekarang ayah tinggal dimana mbok?", Aditya geram dan ingin tahu keberadaan Juan.
"Mbok tidak tahu dit, mbok hanya mengantar bapak cuma sampai pintu gerbang. Saat itu mbok menangis melihat bapak jalannya tertatih-tatih sambil memegangi dadanya. Seperti nya bapak sedang kurang sehat", mbok Lasmi mengingat-ingat kejadian ketika Juan di usir.
"Itulah mbok, Aditya ingin membongkar semua kejahatan yang diperbuat Rianti. Aditya ingin minta mbok mengirimkan rekaman cctv di rumah secara keseluruhan.
Tolong mbok minta bantuan tukang kebun, pak tio. Dia tahu itu, karena Aditya pernah mengajari pak tio untuk melihat semua rekaman dan cara mengirimkan nya ke iPhone atau hp Android.
Oh iya Mbok, ini yang terpenting, jangan kasih tahu keberadaan Aditya kepada siapa pun. Kalau mbok minta tolong kepada pak tio, lihat situasi aman dulu, pastikan kalau Rianti sedang tidak ada di rumah", Aditya mengajari mbok Lasmi.
"Baiklah mbok, kita sudahi dulu pembicaraan ini. Takut Rianti curiga atau mendengar pembicaraan kita", Aditya merasa khawatir.
"Kebetulan Rianti lagi keluar rumah dit, sudah sejam yang lalu", mbok Lasmi memberitahu.
"Oh bagus itu. mumpung Rianti lagi tidak di rumah. Sekarang juga tolong mbok memberitahu keinginan Adit ini kepada pak Tio. Agar rencana kita berhasil dan tidak diketahui oleh Rianti", Aditya senang Rianti sedang tidak di rumah.
__ADS_1
"Baiklah dit, sekarang mbok mau langsung cari pak Tio dulu di pekarangan rumah. Nanti mbok suruh psk Tio yang kirim ke iPhone kamu ya!", mbok Lasmi menyakinkan Aditya dan langsung mematikan handphone nya dan segera mencari pak Tio. Mumpung Rianti sedang tidak di rumah, agar leluasa melakukan nya.